Batik Tulis Kutai Barat Mulai Mendunia, Karya Perajin Lokal Lampaui Ekspektasi
- Istimewa
"Kutai Barat memiliki banyak warisan budaya yang menjadi ciri khas daerah. Sementara batik kami gunakan sebagai media untuk mengangkat kekayaan budaya Kutai Barat melalui motif-motif yang diadaptasi dari flora, fauna, budaya, hingga kekayaan alam daerah. Karena itu, motif Batik Kutai Barat memiliki karakter yang berbeda," tuturnya.
Kemampuan para perajin juga terus berkembang sejak mengikuti pelatihan. Pada tahap awal, mereka menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam teknik pewarnaan. Kini, kualitas karya yang dihasilkan semakin baik.
Tembus Pameran di Belanda
Keistimewaan batik tulis Kutai Barat disebut terletak pada proses pembuatannya yang dikerjakan secara manual. Detail motif digoreskan menggunakan tangan sehingga setiap kain memiliki karakter tersendiri.
Perbedaan kecil pada setiap lembar kain justru menjadi bagian dari keunikan batik tulis. Karakter tersebut membedakannya dari batik printing yang dibuat secara massal.
Keberadaan perajin lokal yang mampu menghasilkan batik dengan identitas Kutai Barat menjadi capaian tersendiri. Produk yang dibuat pun tidak hanya berupa kain, tetapi telah berkembang menjadi seragam, tas, dan pouch yang dapat digunakan sebagai suvenir.
Karya para perajin juga dimanfaatkan sebagai cendera mata bagi tamu dan pemangku kepentingan perusahaan. Selain itu, produk Batik Tulis Kutai Barat dipromosikan melalui berbagai pameran bersama Dekranasda Kutai Barat.
"Yang terakhir kami mengikuti pameran di Belanda. Kesempatan itu difasilitasi oleh ESDM sehingga Batik Tulis Kutai Barat bisa dipamerkan di luar negeri. Tentu kami bersyukur jika produknya dibeli, tetapi yang lebih penting bagi kami adalah Batik Tulis Kutai Barat sudah berhasil diperkenalkan hingga ke luar negeri," ujarnya.
"Kami mengirim produk seperti pouch, tas, dan kain batik sehingga masyarakat internasional mulai melihat hasil karya pengrajin Kutai Barat, selain itu harapannya program ini dapat berkelanjutan dan diserahkan kepada pemerintah daerah agar tetap berlanjut ke depannya. Tanpa kerjasama dan dunkungan dari pemerintah kami tidak akan bisa berjalan sendiri." tambahnya.
Salah satu perajin, Ungan, telah menetap di Kampung Sumber Sari selama lebih dari dua dekade. Ia mengatakan usia tidak menjadi alasan untuk berhenti berkarya.
Load more