Lewat Program Ini, Sandiaga Uno Dorong Penciptaan Lapangan Kerja
- Istimewa
Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada ratusan anggota yang tergabung dalam kelompok usaha masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari berbagai inovasi pengolahan bahan pangan lokal.
Beberapa di antaranya pemanfaatan limbah biji durian menjadi tepung durian, pembuatan mi menggunakan tepung singkong dan bayam, serta pembuatan food bar Banana with Grains.
Peserta juga mendapatkan praktik pembuatan permen jahe dan pengolahan ubi ungu menjadi sejumlah produk, seperti Taro Brulee, Taro Cookies, dan Taro Milk.
Selain itu, peserta mempelajari pembuatan gula cair berbahan singkong serta pengemasan tutut menggunakan teknologi retort untuk memperpanjang masa simpan produk.
Dirinya berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan produk unggulan Kuningan yang mampu menembus pasar di luar daerah.
"Kami berharap setelah kegiatan ini berakhir akan ada produk yang kemudian diuji, diperbaiki, dihitung kelayakan bisnisnya, dikembangkan kemasannya, diuji pasarnya dan kemudian benar-benar diproduksi serta dipasarkan," ujar Dewi.
Kasubid Sosial Budaya dan Pemerintahan Bappeda Kabupaten Kuningan, Jajang Setiadi mengatakan, konsep OVOP memiliki sejumlah karakteristik yang perlu diperkuat di tingkat masyarakat.
Menurut dia, produk lokal yang dikembangkan harus memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas.
"Setidaknya OVOP memiliki tiga karakteristik, yaitu adanya produk lokal yang berpotensi bisa go global, adanya kreativitas masyarakat dalam pengolahan produk secara mandiri, dan terjadinya peningkatan kapasitas sumber daya manusia," kata Jajang.
Ia berharap Program Desa Emas dapat memperluas pendampingan terhadap kelompok usaha di Kabupaten Kuningan.
Dengan demikian, semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengembangkan produk lokal menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Sementara itu, periset BRIN Dr. Hari Hariadi menilai pelaku usaha perlu mengembangkan teknologi pengolahan dan pengawetan agar produk tidak selalu dijual dalam kondisi segar.
Menurutnya, penjualan bahan baku segar membuat pelaku usaha lebih rentan terhadap perubahan harga di pasar.
BRIN, kata Hari, juga membuka layanan bagi masyarakat yang membutuhkan pengujian produk, pengembangan alat teknologi tepat guna, maupun kebutuhan lain yang berkaitan dengan riset.
Load more