News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengapa Rumah Tidak Layak Huni Bisa Memperburuk Kualitas Hidup Keluarga?

Rumah tidak layak huni bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan dan produktivitas keluarga. Mengapa hunian layak penting?
Sabtu, 19 September 2026 - 23:34 WIB
Ilustrasi Mengapa Rumah Tidak Layak Huni Bisa Memperburuk Kualitas Hidup Keluarga?
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi sebuah keluarga untuk beristirahat, tumbuh, dan menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, bagaimana jika tempat yang semestinya memberikan perlindungan justru memiliki atap bocor, dinding rapuh, ventilasi buruk, atau lantai yang tidak memadai?

Bagi sebagian masyarakat, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan. Rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan dapat memengaruhi kesehatan penghuni, membatasi ruang gerak keluarga, bahkan mengganggu aktivitas belajar dan bekerja. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika hujan turun, misalnya, penghuni harus memikirkan cara melindungi barang-barang di dalam rumah. Sementara saat cuaca panas, sirkulasi udara yang buruk dapat membuat ruangan semakin tidak nyaman.

Persoalan hunian layak juga masih menjadi tantangan di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2025, baru 68,40 persen rumah tangga yang memiliki akses terhadap hunian layak. 

Artinya, masih ada bagian masyarakat yang belum menikmati tempat tinggal sesuai kriteria kelayakan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pembangunan perumahan tidak cukup hanya mengejar jumlah rumah, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas bangunan dan lingkungan tempat tinggal.

Rumah Tidak Layak Huni Bisa Berdampak pada Kesehatan Keluarga

Kondisi bangunan memiliki hubungan erat dengan kesehatan penghuninya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Housing and Health Guidelines menjelaskan bahwa kualitas hunian yang buruk berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit pernapasan, gangguan kardiovaskular, cedera, hingga penyakit menular.

Sejumlah faktor yang menjadi perhatian antara lain kepadatan penghuni, suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin, serta risiko kecelakaan akibat kondisi bangunan. Rumah dengan ventilasi tidak memadai, misalnya, dapat membuat sirkulasi udara terganggu. Kelembapan dan paparan jamur juga berpotensi memperburuk gangguan pernapasan.

Selain ketahanan bangunan, akses air minum dan sanitasi turut menentukan kelayakan sebuah hunian. Keluarga yang kesulitan memperoleh air bersih atau fasilitas sanitasi memadai menghadapi tantangan lebih besar dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Karena itu, rumah layak huni tidak semestinya hanya dinilai dari tampilan fisik atau kemegahan bangunannya. Keamanan struktur, kecukupan ruang, akses air minum, sanitasi, serta kondisi lingkungan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

BPS menggunakan empat komponen untuk mengukur akses rumah layak huni, yakni kecukupan luas tempat tinggal minimal 7,2 meter persegi per kapita, akses air minum layak, sanitasi layak, dan ketahanan bangunan. Keempat aspek tersebut memperlihatkan bahwa kelayakan rumah berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia, bukan sekadar bentuk bangunan.

Hunian Layak Berpengaruh terhadap Produktivitas dan Masa Depan Anak

Dampak rumah yang tidak layak juga dapat meluas ke kehidupan sosial dan ekonomi keluarga. Ruangan yang sempit, pencahayaan kurang, atau kondisi rumah yang tidak nyaman bisa mengganggu waktu istirahat maupun aktivitas anggota keluarga.

Bagi anak-anak, rumah merupakan salah satu ruang utama untuk belajar dan mengembangkan diri. Ketika lingkungan tempat tinggal tidak mendukung, mereka mungkin kesulitan mendapatkan ruang yang tenang untuk membaca atau mengerjakan tugas. Kondisi tersebut tidak otomatis menentukan prestasi seorang anak, tetapi dapat menjadi hambatan tambahan dalam proses belajar.

Orang dewasa juga membutuhkan lingkungan rumah yang mendukung pemulihan setelah bekerja. Tempat tinggal yang aman dan nyaman membantu keluarga menjalankan rutinitas tanpa terus-menerus dibayangi kekhawatiran terhadap kerusakan bangunan atau kondisi lingkungan.

Dengan demikian, perbaikan rumah dapat dipandang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Intervensi di sektor perumahan juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, air bersih, dan kesempatan ekonomi.

BSPS Menjadi Salah Satu Upaya Memperbaiki Kualitas Hunian

Pemerintah memiliki sejumlah program untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak. Salah satunya adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yaitu dukungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan kemampuan dan keswadayaan dalam memenuhi kebutuhan rumah layak huni.

Program ini mendukung peningkatan kualitas rumah tidak layak huni maupun pembangunan rumah swadaya sesuai ketentuan. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena perbaikan hunian tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga partisipasi dan gotong royong warga.

Gambaran manfaat perbaikan rumah terlihat dalam pelaksanaan BSPS di Dusun Karanganyar, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono meninjau rumah warga penerima bantuan, termasuk milik Pak Endro dan Pak Muklas.

Sebelum diperbaiki, kedua rumah tersebut memiliki sejumlah keterbatasan, seperti dinding berbahan kayu dan atap yang bocor ketika hujan. Melalui bantuan dan swadaya, kondisi hunian mereka kini menjadi lebih baik.

“Rumah yang nyaman dan sehat akan menjadi fondasi bagi kehidupan yang lebih baik. Dari keluarga yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih layak, kita berharap tumbuh semangat untuk bekerja, belajar, dan membangun masa depan,” ujar Edhie Baskoro.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong pemerintah daerah dan para wakil rakyat untuk memperkuat pendataan masyarakat yang membutuhkan bantuan serta memastikan program perbaikan rumah tepat sasaran.

Pada akhirnya, persoalan rumah tidak layak huni tidak berhenti pada kerusakan atap, dinding, atau lantai. Ada kesehatan, kenyamanan, kesempatan belajar, dan produktivitas keluarga yang ikut dipertaruhkan. 

Program bantuan perumahan dapat menjadi salah satu jalan untuk mengatasi persoalan tersebut, selama pelaksanaannya memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat dan kualitas hasil pembangunan. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Taklukkan Inter, Rossoneri Dapat Kabar Besar: Markus Krosche Sepakat Gabung AC Milan

Usai Taklukkan Inter, Rossoneri Dapat Kabar Besar: Markus Krosche Sepakat Gabung AC Milan

AC Milan selangkah lebih dekat mendapatkan direktur sepak bola baru. Markus Krösche disebut telah mencapai kesepakatan untuk mengisi posisi Head of Football.
Polri Tetapkan 13 Tersangka Kasus TPPO WNI Modus Tentara Bayaran Rusia, Satu Masih DPO

Polri Tetapkan 13 Tersangka Kasus TPPO WNI Modus Tentara Bayaran Rusia, Satu Masih DPO

Tim Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri dan Dirres PPA-PPO Polda jajaran menetapkan 13 tersangka dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) modus perekrutan WNI sebagai tentara bayaran di negara Rusia.
Jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027, Pekan Depan Garuda Muda Bakal Hadapi Filipina

Jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027, Pekan Depan Garuda Muda Bakal Hadapi Filipina

Asa Timnas Indonesia U-17 berburu tiket Piala Asia U-17 2027 segera dimulai. Garuda Muda dijadwalkan menjalani pertandingan pertama pada Rabu (11/11/2026).
Persija Jakarta Tak Didampingi Shin Tae-yong saat Hadapi PSMS Medan di League Cup, Ini Alasannya

Persija Jakarta Tak Didampingi Shin Tae-yong saat Hadapi PSMS Medan di League Cup, Ini Alasannya

Persija dipastikan tak akan didampingi Shin Tae-yong saat bersua PSMS di League Cup 2026/2027. Hal itu disampaikan langsung oleh sang asisten, Choi In-cheul.
Imigrasi Bandar Lampung Usut Dugaan Perkawinan Pesanan di Pesawaran, 4 WNA Tiongkok dan 2 WNI Diperiksa

Imigrasi Bandar Lampung Usut Dugaan Perkawinan Pesanan di Pesawaran, 4 WNA Tiongkok dan 2 WNI Diperiksa

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung mendalami dugaan praktik perkawinan pesanan yang melibatkan empat Warga Negara Asing (WNA) berkewarganegaraan Tiongko
BNPPDT Siap Luncurkan Program 'Bangun Beranda Negeri': Fokus Benahi Infrastruktur di Perbatasan

BNPPDT Siap Luncurkan Program 'Bangun Beranda Negeri': Fokus Benahi Infrastruktur di Perbatasan

Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) kini mulai tancap gas dalam memetakan kebutuhan mendasar di wilayah terluar Indonesia melalui program bertajuk "Bangun Beranda Negeri". 

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT