Elektrifikasi Mulai Masuk Tambang Indonesia, Bisakah Teknologi Ini Menekan Emisi dan Konsumsi BBM?
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Kendaraan listrik selama ini lebih sering dikaitkan dengan mobil pribadi, bus, dan transportasi perkotaan. Namun, perkembangan teknologi elektrifikasi kini mulai merambah sektor yang memiliki kebutuhan energi besar, yakni pertambangan.
Di industri ini, truk pengangkut material dapat beroperasi selama berjam-jam dalam kondisi berat, sehingga konsumsi bahan bakar dan emisi dari aktivitas pengangkutan menjadi tantangan yang tidak sederhana.
Sejumlah negara maju mulai menguji berbagai pendekatan untuk mengurangi ketergantungan alat berat terhadap bahan bakar fosil. Di Australia, pemerintah mendukung pengembangan pengisi daya berdaya 6 megawatt yang dirancang untuk mengisi truk tambang listrik berbaterai berkapasitas 240 ton dalam waktu sekitar 30 menit.
Proyek Fortescue tersebut mendapat dukungan hibah pemerintah sebesar 10 juta dolar Australia pada Desember 2024. Inisiatif ini menunjukkan bahwa elektrifikasi alat berat tidak hanya membutuhkan kendaraan baru, tetapi juga infrastruktur energi yang sesuai dengan kondisi tambang.
Pengujian serupa juga berlangsung di Swedia. Perusahaan pertambangan Boliden memperkirakan penggunaan truk listrik berbaterai untuk menggantikan armada diesel di tambang bawah tanah Kankberg berpotensi menurunkan emisi karbon dioksida lebih dari 30 persen apabila seluruh truk yang dimaksud diganti.
Angka tersebut merupakan proyeksi perusahaan, bukan hasil pengurangan emisi yang sudah dicapai secara menyeluruh. Contoh ini memperlihatkan bahwa elektrifikasi memiliki peluang mengurangi emisi, tetapi hasil akhirnya bergantung pada jenis kendaraan, pola kerja, dan infrastruktur yang digunakan.
Elektrifikasi Alat Berat Jadi Tantangan Baru Industri Tambang
Mengurangi emisi dari operasional pertambangan tidak cukup hanya dengan mengganti kendaraan bermesin diesel menjadi kendaraan listrik. Perusahaan perlu mempertimbangkan kapasitas angkut, jarak tempuh, medan operasional, waktu pengisian energi, hingga kebutuhan menjaga produktivitas.
Pada tambang terbuka, misalnya, truk harus mengangkut material dalam jumlah besar melalui jalur yang dapat memiliki tanjakan curam dan kondisi permukaan yang berat.
Karena itu, pengembangan teknologi elektrifikasi dilakukan melalui beberapa pendekatan. Ada kendaraan yang sepenuhnya menggunakan baterai, ada pula sistem trolley assist yang memanfaatkan aliran listrik dari kabel di atas jalur angkut, serta teknologi hibrida yang mengombinasikan penggerak listrik dengan sumber energi lain.
Load more