34 Tahun Perjuangan Ponpes Assalam, Cetak Santri Berprestasi Dunia dari Pedalaman Kutai Barat
- Istimewa
Dyvana tampil dalam ajang ASCI Open 3 International Archery Championship 2026. Dalam kompetisi tersebut, ia berhadapan dengan atlet dari berbagai negara, termasuk India, Amerika Serikat, dan Singapura.
Dyvana mengungkapkan bahwa kerja keras, latihan rutin, serta dukungan dari orang tua dan pihak pesantren menjadi bagian penting dalam persiapannya menghadapi kejuaraan tersebut.
"Prinsip saya, kalau mau jadi juara harus berlatih sekeras mungkin. Waktu ikut kejuaraan internasional, saya masih atlet baru, namun langsung didukung oleh pesantren dan orang tua. Fasilitas ekstrakurikuler panahan di Ponpes sangat memadai dan dilatih oleh pelatih berprestasi. Untuk persiapannya, kami menjalani pemusatan latihan (TC) selama 2 hingga 3 bulan dengan latihan fisik rutin serta menembak," ujar Dyvana penuh semangat.
Pencapaian Dyvana memperlihatkan bahwa santri dari daerah pedalaman juga memiliki kesempatan untuk bersaing dalam kompetisi internasional. Dukungan fasilitas, pembinaan, dan latihan yang terarah menjadi faktor penting dalam mengembangkan kemampuan santri di luar kegiatan akademik.
Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan di pesantren dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bakat dan minat. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan di berbagai bidang.
Menyiapkan Kemandirian dan Perguruan Tinggi Islam
Memasuki usia ke-34 tahun, Ponpes Assalam Arya Kemuning mulai mempersiapkan berbagai langkah pengembangan untuk masa depan. KH Arief menekankan pentingnya membangun kemandirian agar keberlangsungan pendidikan dan dakwah tetap terjaga meskipun generasi perintis tidak lagi memimpin pesantren.
Saat ini, sejumlah pengajar dan alumni Assalam telah menempuh pendidikan hingga jenjang magister atau S2 dan bersiap melanjutkan studi doktoral atau S3. Pesantren juga tengah mematangkan rencana pendirian perguruan tinggi Islam di wilayah tersebut.
Rencana itu diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat setempat sekaligus memperkuat peran pesantren dalam mencetak sumber daya manusia yang berilmu dan berakhlak.
"Harapan besar kami adalah menanamkan ruh, kail, dan biji dakwah pada para santri. Kami siap mendirikan perguruan tinggi ke depan. Harapannya, ketika para perintis dan pendiri sudah tiada, pesantren ini tetap mandiri, jauh lebih maju di segala bidang, dan tetap solid untuk generasi penerus," tutup KH Arief.
Load more