News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ruangan Terlihat Bersih, Tapi Bagaimana dengan Kualitas Udaranya? Perubahan Udara Ruang Pasien Kini Diprediksi AI

Kualitas udara ruang pasien dapat berubah tanpa terlihat. Teknologi IoT dan AI kini digunakan untuk memantau NO2, CO2, dan TVOC sekaligus memprediksi kondisinya.
Rabu, 23 September 2026 - 23:11 WIB
Ilustrasi Ruangan Terlihat Bersih, Tapi Bagaimana dengan Kualitas Udaranya? Perubahan Udara Ruang Pasien Kini Diprediksi AI
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Udara di ruang perawatan pasien tidak selalu bisa dinilai hanya dari apa yang terlihat atau tercium. Ruangan yang tampak bersih belum tentu memiliki kondisi udara yang optimal. Aktivitas manusia, sirkulasi udara, emisi gas, material interior, hingga penggunaan sejumlah peralatan dapat memengaruhi kualitas udara tanpa memberikan tanda yang mudah dikenali.

Karena itu, pemantauan kualitas udara menjadi persoalan yang lebih kompleks ketika diterapkan di lingkungan rumah sakit. Kondisi udara di ruang pemulihan perlu diamati melalui sejumlah parameter secara bersamaan agar perubahan yang terjadi dapat diketahui lebih cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) mulai digunakan untuk menjawab persoalan tersebut. Sensor dapat mengumpulkan data kondisi udara secara real-time, sementara model AI mengolah pola data tersebut untuk memperkirakan kondisi berikutnya.

Pendekatan semacam ini memungkinkan pemantauan tidak berhenti pada pertanyaan apakah udara saat ini aman, tetapi juga bagaimana kondisinya berpotensi berubah.

Tiga Parameter untuk Membaca Kondisi Udara

Salah satu penelitian yang mengembangkan pendekatan tersebut dilakukan di Rumah Sakit Daerah Dradjat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang, Banten.

Penelitian ini memantau tiga parameter utama, yaitu nitrogen dioksida (NO2), karbon dioksida (CO2), dan Total Volatile Organic Compound (TVOC). Ketiganya dipilih karena dapat memberikan gambaran berbeda mengenai kondisi udara dalam ruangan.

CO2, misalnya, dapat berkaitan dengan aktivitas manusia dan sirkulasi udara. Sementara NO2 berkaitan dengan keberadaan emisi tertentu, sedangkan TVOC dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk material interior dan sejumlah produk atau peralatan yang digunakan di dalam ruangan.

Ketua peneliti Dede Brahma Arianto menjelaskan penelitian tersebut berangkat dari masih terbatasnya kajian kualitas udara rumah sakit yang mengintegrasikan sejumlah indikator udara klinis secara bersamaan.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan dan prediksi kualitas udara pada ruang pemulihan pasien berbasis Internet of Things (IoT) dan deep learning, dengan mempertimbangkan prinsip material low-emission,” kata Dede.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bahwa kualitas udara ruang pasien tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan. Kondisi lingkungan di dalam ruangan dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mendukung keselamatan dan proses pemulihan pasien.

Sensor Tidak Hanya Membaca, AI Mencari Polanya

Untuk mengumpulkan data, peneliti mengembangkan perangkat IoT bernama FALHORA atau Faletehan Hospitals Indoor Air Quality. Perangkat tersebut menggunakan sensor untuk menangkap kondisi udara di dalam ruangan. 

Data kemudian dikirimkan secara real-time ke aplikasi monitoring sehingga perubahan parameter dapat dipantau. Namun, sistem tidak berhenti pada penyajian angka. Data yang dikumpulkan kemudian diproses menggunakan model AI dengan algoritma Bidirectional Gated Recurrent Unit (Bi-GRU).

Algoritma tersebut digunakan untuk membaca pola data dan melakukan prediksi terhadap kondisi kualitas udara. Hasilnya kemudian diterjemahkan menjadi empat kategori, yakni baik, rawan, peringatan, dan bahaya.

Sistem juga memberikan rekomendasi tindakan berdasarkan kategori yang terdeteksi. Dengan cara tersebut, informasi yang dihasilkan tidak sekadar menunjukkan kondisi yang sedang terjadi, tetapi dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan respons terhadap perubahan kualitas udara.

Berdasarkan hasil penelitian, model Bi-GRU memperoleh nilai F1-Score sebesar 0,91 dengan loss 0,26. Hasil pengujian menunjukkan model tersebut memiliki performa yang cukup baik dalam melakukan prediksi kualitas udara.

Diuji di Tiga Ruangan Rumah Sakit

Teknologi tersebut kemudian diuji langsung di lingkungan rumah sakit. Peneliti melakukan pengujian pada tiga lokasi di RSDP Kabupaten Serang, yakni Unit Gawat Darurat (UGD), ruang kelas II, dan ruang kelas III.

Pengujian dilakukan untuk melihat apakah perangkat IoT, aplikasi monitoring, serta sistem prediksi dapat berjalan dalam kondisi nyata. Hasil yang diperoleh menunjukkan ketiga komponen tersebut dapat berfungsi dengan baik selama pengujian.

Penelitian berlangsung sekitar satu tahun, dari April hingga Desember 2026. Tim penelitinya berasal dari tiga bidang berbeda di Universitas Faletehan, yakni Dede Brahma Arianto, S.Kom., M.Kom. dari Program Studi Informatika sebagai ketua, Dedih Nuryatna, S.Kp., M.Kep. dari Program Studi Ilmu Keperawatan, serta Venia Setyarandini, S.Ars., M.Ars. dari Program Studi Arsitektur.

Keterlibatan tiga bidang tersebut membuat penelitian tidak hanya melihat persoalan kualitas udara dari sisi perangkat dan algoritma. Aspek keperawatan serta karakter ruang juga masuk dalam proses pengembangan sistem.

Penelitian ini merupakan bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dan memperoleh pendanaan melalui skema Penelitian Dosen Pemula 2026 setelah lolos program hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dede menyampaikan apresiasi kepada pihak yang mendukung penelitian tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang telah memberi kesempatan untuk mendapatkan hibah pendanaan penelitian dosen pemula tahun 2025. Saya juga berterima kasih pada pihak kampus Universitas Faletehan yang telah memberikan dukungan dan motivasi pada kami,” ujar Dede.

Ruangan Terlihat Bersih, Tapi Bagaimana dengan Kualitas Udaranya Perubahan Udara Ruang Pasien Kini Diprediksi AI
Ruangan Terlihat Bersih, Tapi Bagaimana dengan Kualitas Udaranya Perubahan Udara Ruang Pasien Kini Diprediksi AI
Sumber :
  • ist

Pada akhirnya, penelitian ini menunjukkan perubahan pendekatan dalam memantau lingkungan ruang pasien. Kondisi udara yang sebelumnya harus diketahui melalui pengukuran dapat dipantau secara real-time, sementara data historisnya dapat digunakan AI untuk mengenali pola dan memperkirakan perubahan.

Artinya, teknologi yang dikembangkan tim dosen Universitas Faletehan tidak sekadar membuat alat pengukur kualitas udara. FALHORA dirancang untuk menghubungkan sensor, pengolahan data, dan prediksi AI sehingga perubahan kondisi udara di ruang pasien dapat diketahui lebih dini dan menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil tindakan. (udn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

RDTR Wilayah Perencanaan Miangas-Marampit Dibahas, BNPP RI dan ATR/BPN Perkuat Penataan Kawasan Perbatasan

RDTR Wilayah Perencanaan Miangas-Marampit Dibahas, BNPP RI dan ATR/BPN Perkuat Penataan Kawasan Perbatasan

BNPP dan ATR/BPN bahasa sinkronisasi tata ruang pulau-pulau kecil terluar, pengembangan ekonomi, hingga rencana pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan.
Mengapa Koneksi Internet Stabil Penting Saat Puluhan Perangkat Terhubung Bersamaan?

Mengapa Koneksi Internet Stabil Penting Saat Puluhan Perangkat Terhubung Bersamaan?

Ketika puluhan perangkat terhubung bersamaan, WiFi menjadi bagian penting dari operasional cafe. Ini faktor yang perlu diperhatikan sebelum memilih internet
Industri Arsitektur Tak Lagi Sekadar Soal Desain, Kolaborasi Jadi Kunci di Tengah Perubahan Properti

Industri Arsitektur Tak Lagi Sekadar Soal Desain, Kolaborasi Jadi Kunci di Tengah Perubahan Properti

Industri arsitektur dan konstruksi global menghadapi tuntutan digitalisasi, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor. Bagaimana peluangnya di Indonesia?
5 Anime Isekai Action Terbaik yang Karakter Utamanya Overpowered

5 Anime Isekai Action Terbaik yang Karakter Utamanya Overpowered

5 rekomendasi Anime isekai action dengan karakter utama overpower, mulai dari Rudeus, Ainz, Cid, Subaru hingga Rimuru yang punya kekuatan unik.
Vanja Bukilic Bicara Jujur soal Rencana Hadapi Megawati Hangestri, Beri Pesan Khusus untuk Megatron

Vanja Bukilic Bicara Jujur soal Rencana Hadapi Megawati Hangestri, Beri Pesan Khusus untuk Megatron

Eks tandem Megawati Hangestri di Red Sparks, Vanja Bukilic, bicara jujur soal tantangan musim baru klubnya. Singgung soal Megatron yang kini jadi rival baru.
Pesangon Ruben Amorim usai Dipecat MU Akhirnya Terbongkar

Pesangon Ruben Amorim usai Dipecat MU Akhirnya Terbongkar

MU mengungkap pesangon Ruben Amorim setelah dipecat. Nilainya mencapai sekitar Rp201 miliar, lebih kecil dari perkiraan awal klub di laporan.

Trending

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Pevoli China, Zhong Hui yang menggantikan Megawati Hangestri sebagai pemain Asia di Red Sparks, mendapatkan banyak dukungan dari volimania jelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026-2027.
Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Video mesum a day in my life berseliweran di medsos, dengan banyak potongan pendek video. Namun hal ini masih menunggu keterangan selanjutnya dari Kepolisian.
Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Kurang lebih setahun dijaga oleh Ko Hee-jin, kini nomor punggung 8 milik Megawati Hangestri di Red Sparks secara resmi diberikan kepada pemain lain musim depan.
Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Inilah kumpulan fakta dari kasus Savanna Azzahra atau Anne, gadis yang kakaknya akui berselingkuh dengan calon suaminya hanya H-3 sebelum prosesi pernikahan.
Deretan Calon Bestie Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, 4 Nama Ini Paling Sering Jadi Sorotan

Deretan Calon Bestie Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, 4 Nama Ini Paling Sering Jadi Sorotan

Megawati Hangestri kini menjalani petualangan baru bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea. Mengenal empat pemain yang bisa menjadi calon bestie Megatron.
Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, merasa cukup beruntung dengan kembalinya para pemain diaspora ke skuadnya. Meski begitu, Jay Idzes dan Dony Tri Pamungkas gagal tampil akibat cedera.
Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Kurang lebih Rp7 miliar dana yang harus dikeluarkan Hyundai Hillstate pada musim depan demi menduetkan Megawati Hangestri dengan Jordan Wilson di V-League.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT