GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

WOW! Ada Kampung Sultan di Garut, Rumah Gedong Bergaya Eropa Berderet di Sepanjang Jalan Desa

Sebuah kampung di Garut, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial (medsos). Puluhan rumah megah bergaya Eropa berdiri kokoh berjejer di sepanjang jalan desa.
Selasa, 25 Juli 2023 - 18:30 WIB
Salah satu "Rumah Sultan" di Dusun Pangauban, Garut, Jawa Barat
Sumber :
  • timtvOnenews.com - Taufiq Hidayah

Garut, tvOnenews.com - Sebuah kampung di Garut, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial (medsos). Puluhan rumah megah bergaya Eropa berdiri kokoh berjejer di sepanjang jalan desa. Banyak yang mengira yang tinggal di tempat itu adalah "sultan", tapi pemiliknya adalah penduduk desa yang sukses berdagang tas. 

Pemandangan di Dusun Pangauban yang berada di Desa Jangkurang Kecamatan Leles Garut, Jawa Barat, sangat berbeda jika dibandingkan dengan desa lain di Garut. Di Dusun pangauban terdapat puluhan rumah besar dan mewah berjejer di sepanjang jala desa. Kondisi di Dusun Pangauban mendadak ramai menjadi perbincangan di medsos karena disebut sebagai "Desa Sultan". 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari hasil penelusuran, ternyata sebagian besar warga di Dusun Panaguban adalah berprofesi sebagai pedagang tas. Mereka sukses bergelut dibidangnya sehingga bisa membangun rumah yang besar dan mewah di kampungnya. 

Salah seorang pemilik rumah sultan yang berhasil ditemui adalah Haji Amang, ia satu dari puluhan pedagang tas yang sukses hingga memiliki rumah mewah. Ia mengaku bisa seperti sekarang bukan lah secara tiba - tiba, melainkan penuh dengan perjuangan dan air mata.

"Jualan tas, awalnya saya ikut menjahit tas, produksi sendiri kemudian dipasarkan sendiri. Ya cara jualannya keliling, sampe ke Sumatera, Lampung, bahkan ke Bali. Jadi gak tiba-tiba begini, sempat jatuh juga usahanya, sempat tertipu juga," kata H Amang, Selasa (25/07/2023).

Ia menambahkan bahwa penyematan Kampung sultan dianggap biasa saja, sudah sejak tahun 2000, Dusun Pangauban memang seperti ini.

"Dari tahun 2000 juga begini, jadi ya biasa saja gak ada yang istimewa. Intinya kita yang dagang nah istri yang pegang uangnya, kalo laki-laki pegang uang soalnya habis terus," tambahnya sambil tersenyum.

Kepala Dusun Pangauban menyatakan, bahwa terdapat 70 pedagang tas keliling yang memang dianggap sukses hingga memiliki rumah mewah. Di Kampung ini ia menyatakan tak ada yang menganggur, bahkan menyerap tenaga kerja sebagai penjahit tas dari luar kampung.

"Disini tak ada yang menganggur, pemuda, ibu rumah tangga ikut bantu suaminya menjahit juga. Jadi misal kalo anak keluar sekolah langsung belajar menjahit tas langsung kerja, jadi gak ada istilah lulus sekolah warga sini bekerja ke luar kota atau bekerja ke pabrik," kata Deni Ramdani, Kepala Dusun Pangauban.

Ia menambahkan bahwa pemberian nama Kampung Sultan dianggap biasa saja, karena memang sudah sejak lama Dusun Pangauban seperti ini. 

"Biasa saja pak, gak ada keistimewaan disebut kampung sultan. Intinya mau bekerja keras, sehingga bisa sukses, mereka warga sebagai pedagang tas sekolah dan berdagang keliling sampe luar Jawa," tutupnya.

Menyimak fenomena Kampung Sultan di Garut, mengajarkan bahwa setiap manusia yang mau bekerja keras maka hasilnya tak akan mengecewakan. Selain membutuhkan pengorbanan yang perih, contoh pedagang tas sekolah di Dusun Pangauban memberi makna, bahwa tak ada yang datang tiba-tiba kepada kita, sehingga perlu proses dan perjuangan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

(thh/ fis)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berkat Aturan FIFA Ini Timnas Indonesia Bisa Makin Gacor, Skuad Garuda Berpotensi Diperkuat Jebolan Piala Dunia yang Cetak 70 Gol Jelang Piala AFF

Berkat Aturan FIFA Ini Timnas Indonesia Bisa Makin Gacor, Skuad Garuda Berpotensi Diperkuat Jebolan Piala Dunia yang Cetak 70 Gol Jelang Piala AFF

Berkat regulasi FIFA, lini depan Timnas Indonesia makin tajam menjelang Piala AFF. Skuad Garuda disebut-sebut siap menyambut kedatangan jebolan Piala Dunia.
Jelang Ramadhan, Sidak BAPANAS Temukan Harga Cabai Masih Tinggi di Bojonegoro

Jelang Ramadhan, Sidak BAPANAS Temukan Harga Cabai Masih Tinggi di Bojonegoro

Mendekati tiga hari raya besar Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Pangan Nasional (BAPANAS) RI bersama Tim Saber Pangan Kabupaten Bojonegoro melakukan pemantauan ketat terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar kota, ritel, dan gudang BULOG Bojonegoro, Jawa Timur.
Curhat Dikritik Publik Gegara Sibuk Urusi Persija, Gubernur Pramono: Kemarin Kalah Lawan Arema Saja Enggak Bisa Tidur

Curhat Dikritik Publik Gegara Sibuk Urusi Persija, Gubernur Pramono: Kemarin Kalah Lawan Arema Saja Enggak Bisa Tidur

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku kerap dikritik publik lantaran dianggap terlalu mengurusi Persija, klub sepakbola Jakarta.
Empat Bayi dan Balita Diperjualbelikan di Jambi, LPSK Buka Suara

Empat Bayi dan Balita Diperjualbelikan di Jambi, LPSK Buka Suara

Dua bayi dan dua balita menjadi korban perdagangan anak di Jambi beberapa waktu lalu. Kasus perdagangan anak ini terungkap berawal dari temuan transaksi balita di Tamansari, Jakarta Barat.
Soal Syarat Damai Harus Minta Maaf ke Keluarga Angkat Ressa, Ini Respons Kuasa Hukum Denada

Soal Syarat Damai Harus Minta Maaf ke Keluarga Angkat Ressa, Ini Respons Kuasa Hukum Denada

Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, menanggapi syarat damai dari pihak Ressa yang meminta agar Denada terlebih dulu meminta maaf kepada Ibu Ratih dan Pak Dino.
Fakta Lama Kembali Terbongkar, Teddy Pardiyana Ungkap Alasan Lina Jubaedah Tinggalkan Sule Demi Dirinya

Fakta Lama Kembali Terbongkar, Teddy Pardiyana Ungkap Alasan Lina Jubaedah Tinggalkan Sule Demi Dirinya

Polemik antara Sule dan Teddy Pardiyana seakan tak ada habisnya. Perseteruan terkait sengketa harta warisan mendiang Lina Jubaedah hingga kini masih bergulir.

Trending

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
John Herdman Blak-blakan Ungkap Sebercak Kutukan saat Menjabat Pelatih Timnas Indonesia, Apa Itu?

John Herdman Blak-blakan Ungkap Sebercak Kutukan saat Menjabat Pelatih Timnas Indonesia, Apa Itu?

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara blak-blakan mengakui bahwa menjadi juru taktik skuad Garuda ibarat pisau bermata dua.
Hasil Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Cs Tikung Popsivo, Jakarta Pertamina Enduro Resmi Lolos ke Final Four

Hasil Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Cs Tikung Popsivo, Jakarta Pertamina Enduro Resmi Lolos ke Final Four

Hasil Proliga 2026 putri, di mana Jakarta Pertamina Enduro berhasil lolos ke babak final four usai Megawati Hangestri dan kawan-kawan mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan.
Luciano Spalletti dan Bos Juventus Ngamuk kepada Wasit usai Inter Milan Diuntungkan Lewat Kartu Merah Pierre Kalulu

Luciano Spalletti dan Bos Juventus Ngamuk kepada Wasit usai Inter Milan Diuntungkan Lewat Kartu Merah Pierre Kalulu

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, direktur Giorgio Chiellini, dan CEO Damien Comolli meluapkan amarah kepada wasit Federico La Penna yang mengartu merah Pierre Kalulu.
Penunjuk Wasit Liga Italia Diminta Mundur usai Kontroversi di Laga Inter Milan Kontra Juventus, La Penna Dituntut Sanksi Berat

Penunjuk Wasit Liga Italia Diminta Mundur usai Kontroversi di Laga Inter Milan Kontra Juventus, La Penna Dituntut Sanksi Berat

Penunjuk wasit Liga Italia diminta mundur seiring dengan kontroversi di laga Inter Milan melawan Juventus. Hal itu disampaikan Giorgio Chiellini dan jurnalis Alfredo Pedulla.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT