News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Satu Korban Tertimbun Longsor di Padalarang Bandung Barat Nihil Ditemukan Dihari Ketiga

Pada hari ketiga pasca hilangnya korban tertimbun longsor, Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya pencarian korban yang terjadi di Kampung Cimanggu, RT 01 RW 16, Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat(KBB) Jawa Barat, Minggu (28/4/2024). 
Senin, 29 April 2024 - 01:41 WIB
Satu Korban Tertimbun Longsor di Padalarang Bandung Barat Nihil Ditemukan Dihari Ketiga
Sumber :
  • Tim tvOne/Ilham

Bandung Barat, tvOnnews.com - Pada hari ketiga pasca hilangnya korban tertimbun longsor, Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya pencarian korban yang terjadi di Kampung Cimanggu, RT 01 RW 16, Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat(KBB) Jawa Barat, Minggu (28/4/2024). 

Korban bernama Opa yang berasal dari Kampung Tangkil, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongwetan tersebut tertimbun longsor saat menggarap ladang sawah pada, Jumat (26/4/2024). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Camat Padalarang, Agus Ahmad Setiawan, petugas tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban di lokasi kejadian longsor. 

"Tim SAR gabungan masih berupaya mencari korban yang tertimbun tanah longsor dan kita dari Porkopimcam bersama Pemdes Campamekar masih menunggu rekomendasi dari Basarnas," ujar Camat Padalarang, Agus Ahmad Setiawan di lokasi longsor. 

Agus mengatakan, pencarian korban dihari ketiga mengalami kendala dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan, sehingga pencarian korban dihentikan sementara. 

"Pencarian korban dihentikan sementara, karena cuaca hujan akan berbahaya bagi petugas yang berada dilokasi," katanya.

Selain masih menunggu rekomendasi dari Basarnas, Agus menyampaikan, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Mekarjaya sudah melakukan komunikasi dengan keluarga korban. 

Pasalnya, korban bukan warga Kecamatan Padalarang. 

Meski demikian, Agus mengaku, pihaknya bersama Pemdes setempat juga turut berkomunikasi dengan keluarga korban. 

"Keluarga korban berharap korban bisa ditemukan. Tetapi, sampai saat ini korban masih belum ditemukan oleh tim SAR gabungan,"ungkapnya.

Adapun seusai dengan standar operasional prosedur (SOP), Agus menegaskan, untuk tanggap darurat bencana akan dilakukan selama 7 hari. Bahkan, pencarian korban longsor akan lebih di maksimalkan. 

"Sesuai SOP tanggap darurat bencana itu 7 hari, tetapi kita di kewilayahan di Porkopimcam bersama Kapolsek Padalarang dan Danramil masih menunggu arahan lebih lanjut dari Basarnas," imbuhnya. 

Di tempat yang sama Kapolsek Padalarang, Kompol Darwan mengatakan, pencarian korban longsor terus dilakukan dengan kolaborasi bersama semua stakeholder yang ada diantaranya TNI-Polri, Pemda KBB, Kecamatan, Pemdes dan masyarakat setempat serta Karang Taruna dengan jumlah mencapai 100 orang. 

"Untuk pencarian korban petugas dibantu oleh Masyarakat dan Karang Taruna, tetapi dihari ketiga ini korban masih belum ditemukan," kata Kapolsek Padalarang, Kompol Darwan. 

Adapun terkait kendala pencarian korban longsor, Darwan menyebutkan, medan menuju lokasi cukup berat. Sehingga alat berat tidak bisa dapat masuk ke lokasi. 

"Pencarian korban menggunakan alat manual karena alat berat tidak bisa masuk menuju lokasi, kita terbantu dengan alat pompa alkon. Sehingga dapat menyemprot material tanah longsor dengan cepat, tetapi karena hujan pencarian dihentikan," ucapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, Darwan berharap, semangat petugas yang berjuang dalam pencarian korban longsor tetap terjaga dalam operasi kemanusiaan. 

"Karena ini operasi kemanusiaan, Kami berharap semangat seluruh petugas gabungan tetap terjaga," katanya.(iah/lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masuk Masa Penyusunan, Ini Kategori Individu yang Diizinkan Dwi Kewarganegaraan

Masuk Masa Penyusunan, Ini Kategori Individu yang Diizinkan Dwi Kewarganegaraan

Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut Rancangan Undang-Undang (RUU) Dwi Kewarganegaraan Terbatas dan Khusus sedang disusun.
Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut negara hemat Rp10,52 triliun dalam pengadaan alat-alat kesehatan.
Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dilaporkan telah diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH). 
Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler, Beri Dampak Ekonomi Hingga 200 Juta Per Tahun

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler, Beri Dampak Ekonomi Hingga 200 Juta Per Tahun

Kawasan Gang Hijau Cemara yang terletak di RW 01, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, kini tampil dengan wajah baru yang lebih teduh dan asri. 
Pertamina Lubricants Terus Perkuat Daya Saing melalui Otomatisasi Teknologi Produksi

Pertamina Lubricants Terus Perkuat Daya Saing melalui Otomatisasi Teknologi Produksi

Guna meningkatkan keunggulan kompetitif di industri pelumas dalam negeri, PT Pertamina Lubricants terus mengoptimalkan pengoperasian fasilitas produksi yang didukung oleh teknologi mutakhir.
Solusi Mandiri dari Bantul: Cara TPS 3R GO-SARI Atasi Masalah Sampah dari Sumbernya

Solusi Mandiri dari Bantul: Cara TPS 3R GO-SARI Atasi Masalah Sampah dari Sumbernya

Kebijakan Pemerintah Daerah untuk menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, ditambah dengan terus melonjaknya volume limbah rumah tangga, sempat menjadi tantangan besar bagi warga Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. 

Trending

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler, Beri Dampak Ekonomi Hingga 200 Juta Per Tahun

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler, Beri Dampak Ekonomi Hingga 200 Juta Per Tahun

Kawasan Gang Hijau Cemara yang terletak di RW 01, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, kini tampil dengan wajah baru yang lebih teduh dan asri. 
Pertamina Lubricants Terus Perkuat Daya Saing melalui Otomatisasi Teknologi Produksi

Pertamina Lubricants Terus Perkuat Daya Saing melalui Otomatisasi Teknologi Produksi

Guna meningkatkan keunggulan kompetitif di industri pelumas dalam negeri, PT Pertamina Lubricants terus mengoptimalkan pengoperasian fasilitas produksi yang didukung oleh teknologi mutakhir.
Solusi Mandiri dari Bantul: Cara TPS 3R GO-SARI Atasi Masalah Sampah dari Sumbernya

Solusi Mandiri dari Bantul: Cara TPS 3R GO-SARI Atasi Masalah Sampah dari Sumbernya

Kebijakan Pemerintah Daerah untuk menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, ditambah dengan terus melonjaknya volume limbah rumah tangga, sempat menjadi tantangan besar bagi warga Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. 
Lisa Mariana Ungkap Ada 5 Nama Artis Hingga Selebgram yang Terima Uang dari Ridwan Kamil, Sudah Diserahkan ke KPK

Lisa Mariana Ungkap Ada 5 Nama Artis Hingga Selebgram yang Terima Uang dari Ridwan Kamil, Sudah Diserahkan ke KPK

Selebgram Lisa Mariana kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkap adanya informasi tambahan yang ia berikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dilaporkan telah diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH). 
Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut negara hemat Rp10,52 triliun dalam pengadaan alat-alat kesehatan.
Presiden Prabowo Bocorkan Alasan LKPP Dijadikan Badan Pengadaan Pemerintah

Presiden Prabowo Bocorkan Alasan LKPP Dijadikan Badan Pengadaan Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto hendak mengubah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) ditingkatkan menjadi Badan Pengadaan Pemerintah. Selain itu,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT