Puncak Arus Mudik di Nagreg Diperkirakan Hari Ini
- Antara
tvOnenews.com - Puncak arus mudik yang melintas di Jalan Raya Nagreg, diperkirakan akan terjadi hari ini seiring melonjaknya volume kendaraan yang melintas.
Humas Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo di Bandung, Kamis, menjelaskan kondisi arus lalu lintas saat H-2 Lebaran tahun lalu menunjukkan lonjakan tertinggi dan pihaknya memprediksi pola serupa terjadi tahun ini.
“Kalau grafik kendaraan meningkat atau stabil sampai jam 12 malam, puncak arus mudik kemungkinan besar terjadi di H-2 Lebaran, seperti tahun lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan jalur Nagreg sempat mengalami kepadatan dan antrean kendaraan beberapa kali, tetapi durasinya relatif singkat berkat pengaturan kepolisian.
"Beberapa titik memang sempat macet, tapi cepat terurai karena ada pengaturan dari petugas di lapangan,” ucapnya.
Dalam pantauan ANTARA pada Kamis pukul 14.00 WIB petugas gabungan dari Ops Ketupat Lodaya 2026 melakukan rekayasa lalu lintas satu lajur (one-way) dari arah Bandung menuju Tasikmalaya untuk mengatasi kemacetan.
Berdasarkan data Dishub Kabupaten Bandung, volume kendaraan yang melintas hingga pukul 12.00 WIB mencapai 89.474 kendaraan atau sekitar 65 persen dari total kendaraan 24 jam pada hari sebelumnya yang menyentuh 137.032 kendaraan.
Jika dihitung sejak H-7 Lebaran, total kendaraan yang melintasi jalur Nagreg ke arah timur hingga saat ini mencapai 272.255 unit.
Pihaknya memprediksi puncak arus mudik kemungkinan besar akan tercapai pada malam ini jika grafik jumlah kendaraan yang melintas stabil.
“Jika grafik kendaraan tetap meningkat atau stabil hingga malam nanti, puncak arus mudik kemungkinan besar akan tercapai malam ini," kata Eric.
Pada kesempatan tersebut ia menekankan sejumlah imbauan bagi pengendara, seperti menghindari penggunaan kendaraan roda dua dan memanfaatkan fasilitas kendaraan umum yang tersedia.
“Kami menyarankan anggota keluarga memanfaatkan fasilitas mudik gratis yang tersedia, karena perjalanan jauh dengan sepeda motor dan beban berlebih sangat berisiko,” katanya.
Hingga saat ini petugas gabungan dari kepolisian dan Dishub masih bersiaga di titik-titik rawan kemacetan untuk memastikan kelancaran arus menuju wilayah Priangan Timur, terutama sepanjang jalur dari Pos Cicalengka hingga Pasar Limbangan Kabupaten Garut.(chm)
Load more