Gubernur Jabar Murka! Dedi Mulyadi Sebut Pelaku Kerusuhan Harus Disadarkan: Pagi yang ndah Tidak Boleh Dirusuh-rusuhkan
- instagram Dedimulyadi71 / Antara
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti aksi anarkistis yang dinilai mencederai makna perjuangan buruh di Bandung.
Suasana peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day Bandung yang seharusnya berlangsung damai justru berubah mencekam.
Kerusuhan pecah di sejumlah titik Kota Bandung pada malam 1 Mei 2026, memicu reaksi keras dari Dedi Mulyadi.
Melalui akun Instagram Dedimulyadi71 pada Sabtu (2/5/2026), Dedi Mulyadi menyampaikan keprihatinannya.
Ia menegaskan bahwa peringatan May Day seharusnya menjadi momentum solidaritas, bukan justru diwarnai kerusuhan yang meresahkan masyarakat.
Bahkan, ia secara tegas mengkritik aksi yang muncul tiba-tiba tanpa pemberitahuan dan berujung pada tindakan perusakan.
“Pagi yang indah tidak boleh dirusuh-rusuhkan, karena cinta takkan hadir pada hati para perusuh,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi Soroti Kerusuhan May Day Bandung yang Tiba-Tiba Meledak
Dedi Mulyadi mengaku prihatin atas situasi yang terjadi. Menurutnya, kerusuhan tersebut muncul secara mendadak tanpa pola aksi demonstrasi yang lazim, seperti orasi atau pemberitahuan resmi kepada pihak berwenang.
- Antara/HO-Polda Jabar
“Kita turut prihatin. Masih dalam suasana memperingati Hari Buruh, tadi malam tiba-tiba muncul tanpa pemberitahuan, tanpa orasi, melakukan aksi geruduk dan pembakaran,” ungkapnya.
Meski begitu, ia mengapresiasi respons cepat aparat keamanan.
“Namun, situasi masih bisa dikendalikan oleh jajaran Polda Jabar dan Polrestabes Bandung,” lanjutnya.
Dedi berharap para pelaku segera disadarkan agar tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Semoga para perusuh ini segera disadarkan, tidak terus-menerus menimbulkan rasa cemas di lingkungan masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan keyakinannya terhadap penegakan hukum.
“Saya yakin jajaran Polda Jabar akan mampu mengusut tuntas tindakan kriminal tersebut dan memprosesnya secara hukum,” tambahnya.
Kerusakan Masif Capai Rp400 Juta, 75 Persen Fasilitas Terdampak
Dampak dari kerusuhan May Day Bandung tidak hanya dirasakan secara sosial, tetapi juga secara materiil.
Dinas Perhubungan Kota Bandung mencatat kerusakan fasilitas publik mencapai tingkat yang cukup parah, yakni sekitar 75 persen dari total aset di lokasi kejadian.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengungkapkan bahwa kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta.
“Kerusakan meliputi lampu APILL serta box fiber optic node termination dan controller dengan estimasi kerusakan mencapai 75 persen atau sekitar Rp400 juta,” jelasnya.
Sebagai perbandingan, angka ini setara dengan biaya pembangunan ulang beberapa titik sistem lalu lintas modern. Kerusakan tersebut berdampak langsung pada pengaturan arus kendaraan serta sistem pengawasan di kawasan strategis Bandung.
Rasdian menambahkan bahwa pihaknya kini melakukan langkah darurat agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
“Kami upayakan agar lalu lintas tetap berjalan dengan lancar pasca kerusuhan demo semalam meskipun kondisinya terbatas,” ujarnya.
CCTV Lumpuh, Jaringan Pengawasan Bandung Terputus Total
Salah satu dampak paling krusial dari kerusuhan ini adalah lumpuhnya sistem CCTV di sejumlah titik penting.
Komandan Teknisi Dishub Kota Bandung, Rustandi Arvey, menyebut bahwa kerusakan terjadi akibat vandalisme, bukan pencurian.
“Sampai penyok ini (box), hardwarenya dirusak, ini bukan dicuri tapi dirusak,” tegasnya.
Kerusakan tersebut memutus jaringan pengawasan dari kawasan Tamansari hingga Pasteur. Setidaknya 20 unit perangkat mengalami gangguan, dengan beberapa titik seperti Pasteur mengalami kerusakan lebih dari satu unit.
“Dampaknya dari Pasteur sampai sini terputus CCTV dan jaringannya,” kata Rustandi.
Ia memastikan bahwa perangkat yang rusak tidak bisa digunakan kembali karena kerusakan internal yang cukup parah.
“Ini dirusak, otomatis tidak bisa berfungsi,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak kepolisian mengungkap fakta berbeda terkait pelaku kerusuhan. Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menegaskan bahwa massa yang terlibat bukan berasal dari kelompok buruh, melainkan kelompok tidak dikenal.
Menurutnya, sekitar 150 orang dengan pakaian serba hitam dan menutup wajah diduga telah mempersiapkan aksi tersebut, termasuk membawa bahan bakar yang menyerupai bom molotov.
“Ini adalah perbuatan kriminal dan kami berkewajiban melindungi masyarakat,” tegas Rudi.
Meski sempat memanas, kondisi Bandung kini telah berangsur kondusif. Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah masih bersiaga untuk memastikan keamanan tetap terjaga.
Kerusuhan May Day Bandung menjadi pengingat bahwa aksi damai bisa berubah menjadi chaos jika disusupi pihak tak bertanggung jawab.
Dalam konteks ini, pernyataan Dedi Mulyadi menjadi refleksi penting bahwa ketertiban dan keamanan publik harus tetap dijaga, terutama dalam momentum besar seperti Hari Buruh. (udn)
Load more