News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Sampai Gunakan Teknik 'Sun Tzu' Sebelum Tertibkan PKL Cicadas: Berikanlah Tawaran yang Tidak Bisa Ditolak!

Sebelum melakukan penertiban PKL Cicadas, Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat itu memilih pendekatan berbeda saat menghadapi penolakan para pedagang. Pakai teknik
Jumat, 22 Mei 2026 - 15:10 WIB
Dedi Mulyadi Sampai Gunakan Teknik 'Sun Tzu' Sebelum Tertibkan PKL Cicadas Berikanlah Tawaran yang Tidak Bisa Ditolak!
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

tvOnenews.com - Kemacetan, trotoar semrawut, hingga lapak yang menutupi toko-toko lama menjadi persoalan menahun di kawasan Cicadas, Kota Bandung. Selama puluhan tahun, kawasan ini dikenal padat oleh pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar dan bahu jalan. 

Kondisi tersebut membuat akses pejalan kaki terganggu, sementara wajah kawasan perdagangan legendaris itu perlahan kehilangan daya tariknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum melakukan penertiban PKL Cicadas, KDM, Gubernur Jawa Barat itu memilih pendekatan berbeda saat menghadapi penolakan para pedagang. 

Alih-alih hanya mengandalkan penertiban, ia justru menawarkan solusi yang tak biasa: mengajak pedagang menjadi petugas kebersihan dengan penghasilan harian yang dinilai lebih pasti.

Strategi komunikasi Dedi Mulyadi pun ramai diperbincangkan publik setelah ia mengunggah pesan bernada filosofi di media sosialnya. 

“Teknik NEGOSIASI; Berikanlah tawaran yang tidak bisa ditolak. Sun Tzu berkata ‘Menangkanlah peperangan tanpa harus melalui pertempuran’,” tulisnya melalui Instagram pribadi. 

Dedi Mulyadi Sampai Gunakan Teknik  Sun Tzu  Sebelum Tertibkan PKL Cicadas Berikanlah Tawaran yang Tidak Bisa Ditolak!
Dedi Mulyadi Sampai Gunakan Teknik 'Sun Tzu' Sebelum Tertibkan PKL Cicadas Berikanlah Tawaran yang Tidak Bisa Ditolak!
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

Pendekatan persuasif tersebut dianggap menjadi cara unik dalam meredam konflik sosial yang selama ini kerap muncul saat penertiban PKL dilakukan pemerintah daerah.

Strategi Negosiasi ala Dedi Mulyadi untuk PKL Cicadas

Penataan kawasan Cicadas dilakukan setelah pemerintah menilai trotoar di wilayah tersebut sudah terlalu lama berubah fungsi menjadi area berdagang. Penertiban dilakukan oleh Satpol PP Jawa Barat bersama aparat gabungan pada Senin, 18 Mei 2026.

Dalam prosesnya, Dedi Mulyadi turun langsung berdialog dengan para pedagang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Hartoyo atau Abah Hartoyo, pedagang kopi, rokok, gorengan, dan minuman ringan yang telah berjualan selama 23 tahun di Pasar Cicadas.

Saat berbincang dengan pedagang tersebut, Dedi menawarkan pekerjaan baru sebagai petugas kebersihan kawasan. 

Menurutnya, pekerjaan itu bisa menjadi solusi sementara agar para pedagang tetap memiliki penghasilan setelah lapaknya dibongkar.

“Kan ini mau dibongkar, Bapak jadi petugas kebersihan di pasar. Para pedagang di sini berubah, yang awalnya jualan rokok dapat Rp40 ribu, jadi tukang sapu dapat Rp130 ribu. Kota jadi bersih, rakyat dapat kerja,” ujar Dedi Mulyadi.

Tawaran itu langsung diterima Hartoyo. “Mau Pak, siap,” jawabnya singkat.

Langkah tersebut kemudian dianggap sebagai bentuk negosiasi sosial yang cukup efektif. Dalam ilmu tata kota modern, pendekatan persuasif memang dinilai lebih berkelanjutan dibanding penertiban yang bersifat represif. 

Pemerintah tidak hanya memindahkan persoalan, tetapi juga menawarkan alternatif mata pencaharian bagi warga terdampak.

Cicadas yang Semrawut Selama Puluhan Tahun

Kawasan Cicadas sebenarnya sudah lama menjadi perhatian warga Bandung. Sejak krisis moneter 1997, jumlah PKL di kawasan itu terus bertambah hingga hampir seluruh trotoar dipenuhi lapak dagangan.

Akibatnya, kawasan yang dulu dikenal sebagai pusat pertokoan legendaris berubah menjadi padat dan sulit diakses. Banyak toko lama kehilangan pelanggan karena bagian depan bangunan tertutup kios PKL.

Beberapa toko legendaris seperti Toko Hen, Toko Hajar, Toko King, Toko Setia Kawan, hingga Toko Timur disebut ikut terdampak kondisi tersebut. Warga juga mengeluhkan kemacetan dan buruknya tata ruang kawasan.

Pada masa pemerintahan sebelumnya, sempat dibuat lapak khusus berbentuk kubus untuk PKL. Namun kebijakan itu justru dinilai membuat kawasan semakin kumuh karena deretan kios menutup tampilan toko permanen di sepanjang jalan.

Setelah penertiban dilakukan, trotoar Cicadas kini terlihat lebih lega dan kembali bisa digunakan pejalan kaki. Deretan toko yang selama ini tertutup lapak pun mulai terlihat dari jalan utama.

Dedi Mulyadi Sampai Gunakan Teknik  Sun Tzu  Sebelum Tertibkan PKL Cicadas Berikanlah Tawaran yang Tidak Bisa Ditolak!
Dedi Mulyadi Sampai Gunakan Teknik 'Sun Tzu' Sebelum Tertibkan PKL Cicadas Berikanlah Tawaran yang Tidak Bisa Ditolak!
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

Pendekatan Persuasif dan Solusi Pekerjaan Baru

Kasus Cicadas memperlihatkan bahwa penataan kota tidak hanya soal pembongkaran bangunan liar, tetapi juga menyangkut aspek sosial dan ekonomi masyarakat kecil. Karena itu, pendekatan dialog menjadi salah satu strategi yang kini mulai banyak diterapkan pemerintah daerah.

Dedi Mulyadi sendiri mengakui bahwa para pedagang membutuhkan ruang untuk mencari nafkah. Namun menurutnya, fungsi trotoar tetap harus dikembalikan untuk kepentingan publik.

Selain memberi kompensasi kepada beberapa pedagang, pemerintah juga mencoba membuka peluang kerja baru agar warga tetap bisa bertahan secara ekonomi. Salah satunya melalui pekerjaan kebersihan lingkungan.

Pendekatan tersebut menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian menilai cara itu cukup manusiawi karena tidak sekadar menggusur, tetapi juga memberi alternatif pekerjaan. Namun ada pula yang menilai solusi jangka panjang tetap perlu dipikirkan, termasuk relokasi usaha yang lebih layak dan berkelanjutan.

Di sisi lain, penataan kawasan seperti Cicadas dinilai penting untuk mengembalikan kualitas ruang publik di Kota Bandung. 

Trotoar yang bersih, akses pejalan kaki yang aman, serta kawasan perdagangan yang tertata diyakini dapat meningkatkan kenyamanan warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi kota secara lebih sehat. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Indonesia Dituntut Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: ASEAN Itu Sulit

Timnas Indonesia Dituntut Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: ASEAN Itu Sulit

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyadari tekanan untuk meraih trofi di FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, dia juga menekankan bahwa bertarung di level Asia Tenggara tidaklah mudah.
Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Raih Perunggu usai Dibantai China di Semifinal Asian Games 2026

Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Raih Perunggu usai Dibantai China di Semifinal Asian Games 2026

Tim bulu tangkis beregu putri Indonesia menyumbangkan medali perunggu di Asian Games 2026. Kepastian ini didapatkan setelah kalah telak dari China di babak semifinal.
Pedagang Gugat UU Jaminan Produk Halal, Minta Syarat Sertifikasi Halal Dipermudah

Pedagang Gugat UU Jaminan Produk Halal, Minta Syarat Sertifikasi Halal Dipermudah

Langkah ini ia tempuh bukan untuk menolak sertifikasi halal, melainkan agar dirinya sebagai pelaku usaha mikro dan kecil (UMK)
Buka Latpraops Sikat I Musi 2026, Kapolda Sumsel: Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

Buka Latpraops Sikat I Musi 2026, Kapolda Sumsel: Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho membuka Latihan Praoperasi (Latpraops) Sikat I Musi 2026 untuk persiapan penanggulangan kejahatan jalanan.
Polisi Sebut Ada Banyak yang Join Membership Pasangan Sesama Jenis, Mau Akses Video "A Day in My Life" Lainnya

Polisi Sebut Ada Banyak yang Join Membership Pasangan Sesama Jenis, Mau Akses Video "A Day in My Life" Lainnya

Polisi menyebut ada banyak orang atau akun yang join membership untuk mendapatkan video mesum dari pasangan gay yang viral dengan konten "A Day in My Life"-nya. 
Reaksi Persija Jakarta usai Shin Tae-yong Diduga Disebut Pendatang oleh Dirtek Java United Resal Octavian

Reaksi Persija Jakarta usai Shin Tae-yong Diduga Disebut Pendatang oleh Dirtek Java United Resal Octavian

Persija Jakarta memberikan reaksi soal dugaan insiden diskriminatif yang dialami oleh Shin Tae-yong. Dalam laga kontra Java United, sang pelatih asal Korea Selatan diduga disebut pendatang.

Trending

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Pevoli China, Zhong Hui yang menggantikan Megawati Hangestri sebagai pemain Asia di Red Sparks, mendapatkan banyak dukungan dari volimania jelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026-2027.
Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Kurang lebih setahun dijaga oleh Ko Hee-jin, kini nomor punggung 8 milik Megawati Hangestri di Red Sparks secara resmi diberikan kepada pemain lain musim depan.
Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, merasa cukup beruntung dengan kembalinya para pemain diaspora ke skuadnya. Meski begitu, Jay Idzes dan Dony Tri Pamungkas gagal tampil akibat cedera.
Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Inilah kumpulan fakta dari kasus Savanna Azzahra atau Anne, gadis yang kakaknya akui berselingkuh dengan calon suaminya hanya H-3 sebelum prosesi pernikahan.
Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Video mesum a day in my life berseliweran di medsos, dengan banyak potongan pendek video. Namun hal ini masih menunggu keterangan selanjutnya dari Kepolisian.
Pasangan Sesama Jenis Pembuat Video Mesum "A Day in My Life" Jalin Hubungan Usai Berkenalan di Media Sosial

Pasangan Sesama Jenis Pembuat Video Mesum "A Day in My Life" Jalin Hubungan Usai Berkenalan di Media Sosial

Pasangan sesama jenis yang membuat video mesum bertajuk “A Day in My Life” ternyata menjalin hubungan. 
Tak Puas dengan Gelar Piala AFF, Pelatih Vietnam Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026: Saya Telah Menjadi Raja

Tak Puas dengan Gelar Piala AFF, Pelatih Vietnam Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026: Saya Telah Menjadi Raja

Pelatih Vietnam Kim Sang-sik belum puas dengan sederet gelar yang telah diraihnya bersama tim. Kini, ia membidik trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus berambisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT