Dedi Mulyadi 'Bongkar' Dugaan Setoran Tambang Tanah Ilegal di Subang: Galian Tanah Beroknum, Bikin Segala Hal Berharga Maksimum
- instagram Dedimulyadi71
tvOnenews.com - Aktivitas galian tanah merah ilegal kembali menjadi sorotan di Jawa Barat. Kali ini, Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi tambang tanah di Desa Margahayu dan Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang.
Kedatangannya langsung menyita perhatian warga setelah video inspeksinya viral di media sosial. Dalam unggahan Instagram pribadinya pada Jumat (22/5/2026), Dedi memperlihatkan kondisi lokasi galian tanah yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Aktivitas tambang ilegal itu disebut telah berlangsung cukup lama dan diduga melibatkan praktik setoran kepada oknum aparat.
“Galian tanah beroknum, bikin segala hal berharga maksimum,” tulis Dedi Mulyadi dalam unggahan videonya.
Fenomena tambang tanah merah ilegal memang bukan persoalan baru di Subang. Meningkatnya kebutuhan material untuk proyek pembangunan, termasuk akses menuju Pelabuhan Patimban, membuat aktivitas pengerukan tanah semakin marak.
Namun di balik keuntungan ekonomi tersebut, warga mengeluhkan dampak serius seperti jalan rusak, debu, kemacetan, hingga ancaman keselamatan akibat lalu-lalang dump truk bertonase besar di jalan kampung.
Dedi Mulyadi Soroti Dugaan Setoran ke Oknum
Saat berada di lokasi, Dedi Mulyadi berbincang langsung dengan para pekerja tambang. Dalam dialog tersebut, ia menyinggung soal status tambang yang tidak memiliki izin resmi namun tetap beroperasi.
“Ini yang nambang tanah di Bendungan, Margahayu. Kategorinya ilegal. Karena menjual tanah ke proyek Patimban tanpa izin,” ujar Dedi dalam video yang diunggah di Instagram.
Meski begitu, Dedi juga mengakui ada sisi manfaat dari aktivitas tersebut. Menurutnya, sebagian pengerukan dilakukan untuk membuka lahan persawahan baru bagi masyarakat. Namun persoalan muncul karena aktivitas ekonomi itu tidak masuk dalam sistem resmi pemerintah.
- instagram Dedimulyadi71
Ia kemudian menanyakan dugaan adanya setoran rutin kepada oknum aparat agar aktivitas tambang tetap berjalan.
“Kalau dihitung lumayan, puluhan juta tiap bulan?” tanya Dedi.
“Lebih Pak,” jawab pekerja di lokasi.
“Iya puluhan juta itu satu lubang kan? Pernah ditutup Satpol PP kemudian dibuka lagi. Setelah dikasih? Ngomong jangan diem aja,” lanjut Dedi.
“Dikasih duit,” jawab pekerja sambil tertawa malu.
Load more