News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Aman Yani, Buron Rp750 Juta Kasus Pembunuhan Haji Sahroni Indramayu yang Disayembarakan KDM

Sosok Aman Yani mendadak menjadi pusat perburuan publik setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengumumkan sayembara fantastis bernilai Rp750 juta bagi
Jumat, 22 Mei 2026 - 20:56 WIB
Dedi Mulyadi Ternyata Punya Satu Misi Besar di Balik Pencarian Aman Yani
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

tvOnenews.com – Sosok Aman Yani mendadak menjadi pusat perburuan publik setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengumumkan sayembara fantastis bernilai Rp750 juta bagi siapa saja yang berhasil menemukannya.

Publik pun dibuat penasaran, siapakah sebenarnya pria yang kini tengah dicari-cari ini KDM?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Aman Yani mencuat ke permukaan setelah dituding secara langsung oleh salah satu terdakwa sebagai otak intelektual di balik pembunuhan Haji Sahroni dan keluarga di Desa Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang terjadi pada Agustus 2025 lalu.

Satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu ditemukan tewas terkubur dalam satu lubang di pepohonan dekat rumahnya
Satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu ditemukan tewas terkubur dalam satu lubang di pepohonan dekat rumahnya
Sumber :
  • Kolase Antara/Fathnur Rohman & Instagram/@indramayuterkini

Aksi pembantaian keji tersebut diketahui merenggut lima nyawa sekaligus dalam satu rumah. Para korban adalah Haji Sahroni (75), Budi (45) yang merupakan anak Sahroni, Euis (40) selaku istri Budi, serta dua anak mereka yang masih sangat kecil, yakni RK (7) dan B yang baru berusia 8 bulan.

Jasad kelima korban baru ditemukan pada 1 September 2025. Terkait peristiwa berdarah ini, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua orang tersangka yang kini berstatus terdakwa, yaitu Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30).

Pengakuan Terdakwa di Persidangan: Seret Nama Aman Yani Soal Utang Piutang

Dalam jalannya persidangan yang digelar baru-baru ini, sebuah pengakuan mengejutkan meluncur dari mulut para terdakwa. Ririn menyebut bahwa eksekutor pembunuhan tersebut sebenarnya berjumlah lima orang.

Terdakwa lainnya, Priyo, kemudian membeberkan nama-nama aktor utama yang ditudingnya sebagai pelaku pembunuhan, yakni Aman Yani, Joko, Yoga, dan Hadi.

Di hadapan majelis hakim, Priyo mengklaim bahwa Aman Yani sempat terlibat cekcok hebat dengan salah satu korban, Budi, terkait masalah utang piutang sebesar Rp120 juta yang mandek sejak tahun sebelumnya.

Priyo berkilah bahwa dirinya hanya diminta membantu menguburkan kelima jasad korban dalam satu liang lahat serta membersihkan ceceran darah di lokasi kejadian. Ia juga mengaku diberikan uang tutup mulut sebesar Rp8 juta, perhiasan, serta dijanjikan upah tambahan Rp100 juta oleh Aman Yani agar tetap bungkam.

Keluarga Ragukan Kesaksian: Aman Yani Sudah Hilang 10 Tahun Lalu

Dedi Mulyadi dan Adik Kandung Aman Yani
Dedi Mulyadi dan Adik Kandung Aman Yani
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71

Mendengar jalannya persidangan, pihak keluarga Aman Yani justru merasa janggal dan meragukan kesaksian para terdakwa.

Pasalnya, Aman Yani diketahui sudah hilang misterius tanpa kabar sejak bulan Maret tahun 2016 silam—jauh sebelum pembunuhan berdarah di Paoman terjadi.

Kala itu, Aman Yani yang baru saja memutuskan mundur (resign) dari pekerjaannya di salah satu bank pelat merah, sempat berpamitan kepada sang ibu untuk merantau mengadu nasib ke Kota Bandung.

Sejak hari itu, ia bak ditelan bumi. Pihak keluarga bahkan sempat menyebarkan pengumuman orang hilang secara masif pada tahun 2020, namun hasilnya tetap nihil.

Anehnya, sejak Aman Yani menghilang, rentetan kejanggalan mulai bermunculan. Adik kandung Aman Yani Uyat Suratman membeberkan bahwa dirinya pernah didatangi seseorang yang memintanya berpura-pura menjadi sosok Aman Yani demi mencairkan dana pensiun, lengkap dengan instruksi memalsukan surat kuasa.

Tak hanya itu, pada 2018, keluarga juga sempat menerima pesan singkat dari orang tak dikenal yang mengaku-ngaku sebagai pengacara perwakilan Aman Yani.

KDM Turun Tangan, Gelar Sayembara Hidup atau Mati

Sengkarut misteri inilah yang memicu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi turun tangan secara langsung mengawal kasus ini.

Melalui akun Instagram pribadinya, pria yang akrab disapa KDM ini mengunggah momen pertemuannya dengan adik kandung Aman Yani untuk memperlihatkan foto sang buron ke hadapan publik.

"Saya bertemu adiknya Pak Aman Yani yang hari ini tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat atau memang sudah tidak bisa dilihat atau sudah meninggal dunia," cetus Dedi Mulyadi, Jumat (22/5/2026).

Dedi menyoroti tajam keanehan proses pencairan dana pensiun milik Aman Yani yang diduga dicairkan oleh oknum pengacara bernama Khotibul atas arahan terdakwa Ririn.

Di mana dalam berkas tersebut tertera tanda tangan kuasa Aman Yani, padahal sang pengacara mengaku tidak pernah bertatap muka langsung dengan sang pemberi kuasa.

"Yang pertama apabila Pak Aman Yani masih ada di Indonesia atau di luar negeri, bapak tahu sudah ada pengakuan dari pengacara Khotibul bahwa dana pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari bapak. Walaupun si pemberi kuasa dengan yang berkuasa tidak pernah bertemu ini peristiwa paling aneh," tegas KDM.

Sebagai penutup, KDM meminta Aman Yani segera pulang jika memang masih bernyawa untuk meluruskan titik terang kasus Paoman.

Ia berjanji akan mengganti uang pensiun senilai Rp400 juta yang hilang tersebut menjadi Rp750 juta tunai untuk modal hidup bersama keluarganya di Indramayu.

Namun jika ada pihak lain atau masyarakat yang berhasil melacak keberadaan Aman Yani, hadiah jumbo senilai Rp750 juta tersebut akan diserahkan utuh kepada sang penemu.

"Silakan kembali bawa Pak Aman Yani ke Indramayu. Itu pesan saya untuk semua nanti mudah-mudahan masalah ini harus cepat selesai dan Pak Aman Yani harus ditemukan, hidup ataupun sudah meninggal," pungkas Dedi Mulyadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Dalami Aliran Permintaan Uang Bupati Pemalang Non Aktif Anom Widiyanto

KPK Dalami Aliran Permintaan Uang Bupati Pemalang Non Aktif Anom Widiyanto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait dugaan korupsi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang, Jawa -
Pengamat Senior Ini Tiba-tiba Prediksi Marc Marquez Bisa Pensiun dari MotoGP Lebih Cepat Gara-gara Hal Ini

Pengamat Senior Ini Tiba-tiba Prediksi Marc Marquez Bisa Pensiun dari MotoGP Lebih Cepat Gara-gara Hal Ini

Pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat, melontarkan prediksi mengejutkan mengenai masa depan dari juara bertahan musim ini, Marc Marquez.
Panggung AMI Awards 2026 Bertabur Musisi, dari Opick hingga SMASH Meriahkan Arena Tren Musik di Indonesia

Panggung AMI Awards 2026 Bertabur Musisi, dari Opick hingga SMASH Meriahkan Arena Tren Musik di Indonesia

Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 tidak hanya menjadi momentum pengumuman para pemenang, tapi juga menggelar rangkaian pertunjukan musik, termasuk sejumlah kolaborasi yang melibatkan musisi lintas generasi.
Hasil Melbourne Victory Vs Persib di Babak Pertama: Skor 0-0, Tendangan Balsa Sekulic Hantam Mistar Gawang

Hasil Melbourne Victory Vs Persib di Babak Pertama: Skor 0-0, Tendangan Balsa Sekulic Hantam Mistar Gawang

Persib Bandung dominan saat menghadapi Melbourne Victory, tetapi peluang Balsa Sekulic dan Eliano Reijnders belum mengubah skor 0-0 sampai akhir babak pertama.
Nusron Wahid Rampung Diperiksa KPK, Bungkam Soal Materi Dugaan Suap Lahan HGB

Nusron Wahid Rampung Diperiksa KPK, Bungkam Soal Materi Dugaan Suap Lahan HGB

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid rampung menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (4/11/2026). Nusron keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekira ...
Drama Charles Leclerc dan Lewis Hamilton di F1 GP Meksiko Terus jadi Sorotan, Legenda Formula 1 Sampai Bilang Begini

Drama Charles Leclerc dan Lewis Hamilton di F1 GP Meksiko Terus jadi Sorotan, Legenda Formula 1 Sampai Bilang Begini

Perseteruan Lewis Hamilton dan Charles Leclerc saat F1 GP Meksiko masih menjadi perbincangan hingga mendapatkan komentar dari salah satu legenda Formula 1.

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan biang kerok anak asuhnya bisa menelan kekalahan di laga perdana mereka di Liga Voli Korea 2026-2027. Ia juga turut menyoroti performa sejumlah pemain terutama Megawati Hangestri.
Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar bin Smith buka suara soal aksi unjuk rasa penolakan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Habib Bahar mengatakan penolakan konser ada sebab dan alasannya.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Konten kreator Herri Pras menuai kecaman karena konten-kontennya ada yang menghina tokoh agama atau pihak tertentu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT