GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Konsep Masjid Tajug yang Digagas Dedi Mulyadi: Perpaduan Budaya Sunda dan Islam

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi akan memprioritaskan pembangunan 'tajug' atau masjid berukuran kecil di berbagai ...
Minggu, 14 Juni 2026 - 11:28 WIB
Kolase foto Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - Ilustrasi Tajug yang digagas KDM
Sumber :
  • Jabar Prov - Gemini Generated

tvOnenews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi akan memprioritaskan pembangunan 'tajug' atau masjid berukuran kecil di berbagai pelosok daerah. 

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat menghadiri acara "Peringatan Hari Besar Islam Muharram 1448 Hijriyah" bertajuk Menguatkan Cinta Islam dan Islam Cinta di 1448 H, yang bertempat di Ruang Utama Masjid Raya Al-Jabbar, Selasa (9/6/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya dalam setiap waktu. Kan kalau masjid-masjid yang megah sudah banyak di Jawa Barat,” ujar KDM menerangkan visi kebijakannya.

Ilustrasi tajug, masjid dengan perpaduan budaya sunda dan Islam ala Dedi Mulyadi
Ilustrasi tajug, masjid dengan perpaduan budaya sunda dan Islam ala Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Gemini Generated AI

Menurut penjelasan KDM, pengembangan tajug yang sudah eksis di tengah lingkungan pemukiman warga akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan merangkul bantuan dari semua pihak.

Melalui skema ini, tajug-tajug kampung yang direvitalisasi dipastikan tidak perlu membentuk struktur Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang baru.

“Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak ngaji, tempat ibadah rakyat di situ," tutur pria yang lekat dengan ciri khas iket putih di kepalanya tersebut.

KDM Sentil Masjid Megah yang Bergeser Jadi Tempat Selfie dan Rekreasi

Lebih lanjut, mantan Bupati Purwakarta ini melayangkan kritik tajam terkait adanya pergeseran fungsi masjid di era modern saat ini.

Ia menilai, esensi tempat suci yang seharusnya menjadi ruang bertafakur, bersujud, serta membangun keheningan hubungan spiritualitas antara mahluk dengan Allah SWT, kini justru kerap berubah sekadar menjadi sarana rekreasi publik.

“Kalau masjid sarana rekreasi bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat selfie bukan tempat tafakur,” semprot KDM tajam.

Bagi KDM, esensi utama dari sebuah ibadah mutlak terletak pada kualitas kedekatan hubungan seseorang dengan Sang Pencipta, bukan diukur dari kemegahan arsitektur tempat yang dikunjungi.

Bertafakur disebutnya bisa diaplikasikan di mana saja, mulai dari kamar tidur, surau kecil, bawah pohon, tepi sawah, danau, gunung, hingga pinggir samudra. Tempat fisik tidak memiliki makna jika jiwa tidak mampu menghadirkan Tuhan dalam keheningan.

Oleh karena itu, fungsi masjid tidak boleh direduksi sekadar menjadi simbol kemegahan atau komoditas kunjungan wisata religi semata, melainkan harus dikembalikan sebagai ruang yang membangun spiritualitas, memperkuat kohesi sosial, serta melahirkan perubahan perilaku nyata di tengah masyarakat.

Indikator keberhasilan syiar Islam, menurut KDM, tidak bisa diukur dari seberapa besarnya bangunan fisik atau ramainya pengunjung yang datang, melainkan dari perubahan sikap konkret setelah seseorang keluar dari rumah ibadah tersebut dalam kehidupan sehari-hari, contoh terkecilnya adalah dengan menjaga kebersihan.

"Kalau datang ke Al-Jabbar tidak meninggalkan sampah, tidak membuat kesemrawutan, pulang dengan hati penuh kebahagiaan dan cinta kasih, itulah orang yang benar-benar masuk masjid," tegasnya.

Memanfaatkan momentum Tahun Baru Hijriah, KDM mengajak seluruh umat untuk menjadikannya sebagai sarana introspeksi diri.

Ia menandaskan bahwa syiar Islam sejati harus berjalan selaras dengan perubahan perilaku umat yang tidak temperamental, tidak emosional, tidak menebar kebencian, dan mampu menahan diri.

Makna, Filosofi, dan Konsep Utama Gerakan Tajug ala Dedi Mulyadi

Sebagai informasi, rekam jejak KDM dalam mengonsep rumah ibadah lokal ini sebelumnya sudah diwujudkan melalui pembangunan Masjid Tajug Gede Cilodong di Purwakarta.

Istilah tajug sendiri diserap dari bahasa Sunda yang memiliki arti masjid atau musala berukuran kecil yang digunakan sebagai tempat beribadah dan mengaji.

Berikut adalah tiga pilar makna dan konsep utama dari pembangunan gerakan Tajug ala Dedi Mulyadi:

1. Pemberdayaan Tajug Kampung: Selaku orang nomor satu di Jawa Barat, KDM memprioritaskan agenda revitalisasi dan pembangunan tajug di pelosok-pelosok desa ketimbang mendirikan masjid raya yang megah.

Tujuannya agar rumah ibadah berada dekat dengan radius aktivitas harian masyarakat dan terintegrasi langsung dengan kehidupan mereka.

2. Transformasi Kawasan Jabar: Secara filosofis, tajug diarsiteki sebagai episentrum spiritualitas yang mampu menggerakkan perubahan sosial yang positif.

Contoh konkretnya terlihat pada pembangunan Tajug Gede Cilodong di Purwakarta yang sengaja didirikan di atas lahan eks-lokasi prostitusi, guna menyulap tempat kelam tersebut menjadi pusat wisata religi, edukasi, sekaligus penggerak ekonomi warga.

3. Perpaduan Budaya Sunda dan Religi Islam: Struktur arsitektur Tajug Gede dirancang dinamis dengan memadukan konsep modern tanpa menanggalkan kearifan lokal Sunda serta nilai-nilai keislaman.

Bangunan tajug sengaja didesain tidak menggunakan kubah bulat seperti masjid pada umumnya, melainkan menggunakan bentuk atap limas bersusun yang sarat akan makna filosofi spiritualitas Sunda. 

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kabar Gembira, Sherly Tjoanda Raih Penghargaan dari Kemendagri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Kabar Gembira, Sherly Tjoanda Raih Penghargaan dari Kemendagri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Diketahui Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda meraih banyak penghargaan. Mulai 2 untuk Pemprov Maluku Utara. Lalu Penghargaan untuk Kabupaten Halmahera Tengah
Rusia Perlu Modernisasi Pesawat dan Infrastruktur Bandara

Rusia Perlu Modernisasi Pesawat dan Infrastruktur Bandara

Rusia perlu untuk melakukan modernisasi dan memperluas armada pesawat, serta infrastruktur bandara dalam negeri. Hal ini dikatakan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Diabaikan Belanda dan Belgia, Bek Grade A Inggris Ini Berpeluang Besar Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia

Diabaikan Belanda dan Belgia, Bek Grade A Inggris Ini Berpeluang Besar Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia

John Herdman bisa sumringah! Pascal Struijk kembali tak dipanggil Belanda dan Belgia, membuka peluang bek Premier League itu untuk membela Timnas Indonesia.
Link Nonton Drama Korea The Scandal Full Episode 1-8 Sub Indo: Adegan Ji Chang Wook dan Nana Jadi Sorotan

Link Nonton Drama Korea The Scandal Full Episode 1-8 Sub Indo: Adegan Ji Chang Wook dan Nana Jadi Sorotan

Link nonton drama Korea The Scandal full episode 1-8 subtitle Indonesia, yang diperankan Son Ye Jin, Ji Chang Wook, hingga Nana.
Road to HKBP 165 Padel Series Medan Meriah, Effendi Simbolon: Ajang Silaturahmi dan Sportivitas

Road to HKBP 165 Padel Series Medan Meriah, Effendi Simbolon: Ajang Silaturahmi dan Sportivitas

Road to HKBP 165 Padel Series di Kota Medan berlangsung meriah. Semangat sportivitas lintas kalangan menggema di Hala Ground Academy, Jalan Dwikora No.26-20,
Artis Julia Prastini Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba! Jule Diciduk di Apartemen Jaksel

Artis Julia Prastini Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba! Jule Diciduk di Apartemen Jaksel

Artis Julia Prastini ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta terkait kasus narkoba. Penangkapan Jule diduga berkaitan dengan kasus narkoba etomidate.

Trending

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia mendapat panggilan mengejutkan ke Jerman U-21, membuka babak baru dalam perebutan jasanya di level internasional.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung 20 September 2026: Ada yang Ketiban Rezeki Tak Terduga

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung 20 September 2026: Ada yang Ketiban Rezeki Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada 20 September 2026: Ada yang ketiban rezeki tak terduga. Zodiakmu termasuk?
Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Pasangan suami istri (pasutri) yang menyiram air kotor ke warga yang menuju masjid untuk shalat Jumat di Kutabaru, Pasar Kemis, Tangerang digeruduk oleh warga.
Lamine Yamal Blak-blakan soal Rasisme: Terjadi Setiap Hari Tanpa Disadari

Lamine Yamal Blak-blakan soal Rasisme: Terjadi Setiap Hari Tanpa Disadari

Bintang Barcelona, Lamine Yamal, mengungkap pengalaman pahitnya menghadapi rasisme yang disebut telah terjadi ribuan kali. Ia menyoroti komentar dan tatapan.
Artis Julia Prastini Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba! Jule Diciduk di Apartemen Jaksel

Artis Julia Prastini Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba! Jule Diciduk di Apartemen Jaksel

Artis Julia Prastini ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta terkait kasus narkoba. Penangkapan Jule diduga berkaitan dengan kasus narkoba etomidate.
Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Indonesia mengamankan dua tiket semifinal Asian Games 2026 Aichi-Nagoya melalui cabang olahraga teqball dan soft tennis beregu putra.
Mbah Hosen Wafat Usai Saksikan Madura United Menang, Laga Kontra PSIM Jadi yang Terakhir

Mbah Hosen Wafat Usai Saksikan Madura United Menang, Laga Kontra PSIM Jadi yang Terakhir

Mbah Hosen, suporter ikonik Madura United, wafat setelah sempat hadir di stadion menyaksikan laga kontra PSIM yang menjadi pertandingan terakhirnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT