Kabar Gembira untuk Wali Murid di Jabar, Dedi Mulyadi Sebut Banyak Sekolah Negeri Sepi Peminat pada SPMB 2026
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
- Antara
Khusus bagi calon siswa yang bertempat tinggal di wilayah administrasi perbatasan, Dedi menyarankan agar mengoptimalkan keberadaan jaringan sekolah penyangga yang telah disiapkan secara matang oleh pemerintah daerah.
“Sekolah penyangga itu bisa dimanfaatkan. Yang penting anak-anak kita sekolah,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi bagi siswa yang terkendala mobilitas geografis atau memiliki keterbatasan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka secara reguler setiap hari, Dedi menyodorkan SMA Terbuka sebagai opsi alternatif yang tidak kalah mentereng.
“Bagi mereka yang anak-anaknya tidak bisa tiap hari ke sekolah, manfaatkan SMA Terbuka. Ini juga sekolah negeri,” terangnya.
Ia memberikan garansi penuh bahwa para lulusan SMA Terbuka akan tetap mengantongi dokumen ijazah negeri dengan legalitas yang sah dan setara dengan sekolah reguler lainnya.
Bahkan, fasilitas pembelajaran yang digunakan juga terafiliasi dengan sekolah-sekolah yang dinilai bergengsi.
Di sisi lain, apabila jatah bangku di sekolah negeri pada akhirnya tetap tidak mencukupi, Pemprov Jabar dipastikan tidak akan menelantarkan hak pendidikan anak-anak.
- jabarprov.go.id
Dinas Pendidikan Jabar dilaporkan telah sukses mengunci kerja sama taktis dengan 700 sekolah swasta di seluruh wilayah Jawa Barat.
Agar tidak membebani isi dompet wali murid, kehadiran sekolah swasta mitra ini akan disokong penuh oleh skema pendanaan dari program Beasiswa Pancawaluya.
Lewat subsidi ini, siswa yang bersekolah di swasta mitra tidak akan dipungut biaya operasional pendidikan sepeser pun.
“Kita nanti memasuki era di mana anak-anak sekolah negeri dan sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi tidak dipungut biaya oleh sekolah karena biayanya sudah diberikan dalam bentuk Beasiswa Pancawaluya,” papar Dedi menjamin transparansi anggaran.
Di penghujung arahannya, Dedi Mulyadi menegaskan esensi penting kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan dasar dan menengah.
Pemprov Jabar berkomitmen menghadirkan iklim pendidikan yang menjamin hak belajar anak bangsa tanpa perlu terganjal masalah finansial.
“Kita memasuki sebuah era di mana negara bertanggung jawab terhadap pendidikan warganya. Semoga sehat, berkah, dan penuh semangat untuk menyekolahkan anak-anak kita,” pungkas Dedi menyuntikkan motivasi.
Load more