Bukan hanya Tukang Pilah Sampah yang Heboh, Penjual Gorengan juga Berhasil Gaet Kursi Kades di Bekasi
- Antara
Kabupaten Bekasi, tvOnenews.com - Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi berhasil mencatatkan cerita baru yang menghebohkan publik. Dua sosok sederhana yang mencuri perhatian sukses mengamankan kursi kepala desa (kades).
Sebelumnya, sosok Surya (46), warga Kampung Rawa Banteng Kaum, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menggegerkan publik. Tukang pilah sampah atau pemulung itu berhasil terpilih menjadi Kades Mekarwangi periode 2026-2034.
Dari hasil pleno tingkat desa, pemilah sampah tersebut unggul 4.107 suara dari petahananya yang hanya meraih 4.015 suara. Perbedaan 92 suara menandakan tukang pilah sampah itu memenangkan dalam kontestasi Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi.
Salah satu hal menarik dari Surya lantaran dianggap mustahil menang. Ia juga mendapat penghinaan karena terbatas pada kondisi ekonomi sehingga dianggap tidak layak menjadi kepala desa.
Selain Surya, Ayatulloh juga mencuri perhatian publik. Aroma gorengan dari wajan menjadi teman sehari-harinya kini mulai berubah. Ia berhasil memenangkan Pilkades Serentak 2026 sehingga sukses merebut kursi Kades Pahlawan Setia, Kabupaten Bekasi.
Dalam pemilihan itu, Ayatulloh maju sebagai calon nomor urut 2 dalam kontestasi Pilkades Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penjual gorengan itu memperoleh 4.174 suara.
Menariknya, suara Ayatulloh mengungguli calon nomor urut 1, Zainal Abidin yang hanya memperoleh 3.434 suara. Selain itu, ada juga calon nomor urut 3, Zaid Husain dengan 2.248 suara.
Perolehan suara tersebut membuat dirinya diantarkan ke kantor desa sebagai kades. Padahal Ayatulloh sendiri kerap menjalani aktivitas sederhana dan kehidupannya hanya sebagai warga biasa yyang kerap berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Ayatulloh juga bersentuhan dengan berbagai persoalan sehari-hari. Pilkades membuat ruang kehidupannya berubah. Namun, kemenangan dalam kontestasi politik di tingkat desa membuka tahap baru yang berbeda.
Ia menerjemahkan gagasan selama masa pemilihan untuk dijadikan sebagai program dan pelayanan yang dapat dirasakan masyarakat. Kepmimpinan desa, kata dia, harus dimulai dari kesediaan mendengarkan masyarakat hingga mengerti persoalan dihadapi mereka.
"Yang saya mau itu mendengarkan suara masyarakat. Program apa yang memang turun dari masyarakat, itu yang harus diperhatikan," ujar Ayatulloh dikutip tvOnenews.com dari Antara, Kamis (24/9/2026).
Penjual gorengan tersebut menyampaikan bahwa, transparansi anggaran dan program sangat penting yang harus dijalani olehnya. Hal tersebut merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan desa.
"Transparansi anggaran, transparansi program. Masyarakat harus tahu programnya apa, anggarannya berapa, dan untuk apa," katanya.
Isu transparansi anggaran menjadi salah satu yang ditekankan olehnya. Informasi mengenai program dan penggunaan anggaran desa akan disampaikan secara rutin melalui media sosial resmi desa tersebut.
"Anggaran desa harus transparan. Program-program desa dan penggunaan anggarannya akan kami umumkan melalui media sosial resmi desa supaya masyarakat bisa mengetahui," tuturnya.
Ia tidak sekadar berbicara tata kelola pemerintahan. Sejumlah persoalan fisik di lingkungan desa juga menjadi perhatian, mulai dari perbaikan jalan, saluran air atau selokan, penerangan lingkungan hingga kebersihan sungai.
"Semua itu harus diperbaiki dan ditingkatkan secara bertahap," lanjutnya.
Berbagai agenda itu menandakan pekerjaan yang harus dihadapi pemerintahan desa di masa kepemimpinannya sangat luas. Sebagian berbicara pada infrastruktur, pelayanan publik, kepastian administrasi pertanahan, keterbukaan anggaran hingga keterlibatan masyarakat.
Menurut warga, persoalan itu tidak sekadar pada daftar program. Pemerintah desa juga harus menjalani pelaksanaannya karena akan menjadi bagian dari penilaian masyarakat.
Perjalanan Ayatulloh dari gerobak gorengan menuju balai desa tentu menyimpan cerita sendiri, mulai dari tentang perubahan hidup hingga perubahan tanggung jawab.
(hap)
Load more