Terungkap: Modus Sabu Bisa Masuk ke Rutan Depok, Pegawai Jadi Kurir dan Dibayar Rp1 Juta Sekali Antar
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Terungkap setelah video pesta narkoba viral
Kasus tersebut mencuat setelah sebuah video yang diduga direkam di dalam Rutan Depok beredar di media sosial pada 3 Oktober 2026.
Dalam rekaman itu, beberapa pria terlihat berada di ruangan yang diterangi lampu berwarna-warni. Mereka berjoget mengikuti musik dengan suara keras. Salah seorang di antara mereka tampak membawa botol yang diduga digunakan sebagai alat pengisap sabu atau bong.
Kepala Rutan Depok Ario Galih Maduseno kemudian membenarkan bahwa lokasi dalam video tersebut memang berada di Rutan Depok.
“Ya, setelah kami investigasi apa yang beredar di video tersebut memang berada di Rutan Depok,” ujar Ario kepada wartawan.
Ario juga menyebut terdapat petugas rutan yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Pihak rutan kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah warga binaan dan petugas.
Polisi juga melakukan pengembangan untuk mengetahui dari mana narkoba tersebut berasal. Kapolres Metro Depok Kombes Christian Rony Putra sebelumnya mengatakan dua petugas diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam peristiwa tersebut.
“Kami akan melakukan pemeriksaan secara mendalam dari mana asal sabu tersebut,” kata Christian, Selasa (6/10/2026).
Hasil pendalaman sementara menunjukkan adanya dugaan peran berbeda dari dua petugas. Salah satunya disebut berkaitan dengan penyediaan sabu, sedangkan petugas lainnya diduga menyediakan alat musik yang digunakan dalam pesta tersebut.
Meski demikian, polisi menyatakan hasil pemeriksaan urine terhadap dua petugas tersebut negatif narkoba.
Celah pengamanan Rutan Depok ikut menjadi sorotan
Pengungkapan modus ini kemudian memunculkan persoalan yang lebih besar mengenai pengawasan di dalam rumah tahanan.
Polisi mengaku telah melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan Rutan Depok. Namun, saat penggeledahan dilakukan pada 4 Oktober, barang bukti narkoba tidak ditemukan.
Dua narapidana yang menjalani pemeriksaan urine diketahui positif narkoba. Keduanya kemudian dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Di sisi lain, Kepala Rutan Depok juga mengungkap persoalan keterbatasan sumber daya manusia dalam pengamanan. Saat ini terdapat sekitar 1.279 warga binaan sementara jumlah petugas yang berjaga hanya sekitar 10 orang dalam satu shift.
Load more