Memutus Kutukan Kemarau, Listrik Pertamina Menghidupkan Sawah di Desa Jatimunggul Indramayu
- Opi Riharjo/tvOne
Meski demikian, keberlanjutan manfaat fasilitas tersebut tetap membutuhkan pengelolaan pompa, pemeliharaan jaringan listrik, serta pengaturan distribusi air yang baik.
Bagi Roup, ketersediaan listrik membuka peluang untuk meningkatkan produktivitas pertanian di desanya. Rata-rata sawah di Jatimunggul mampu menghasilkan sekitar tujuh ton gabah kering per hektare. Dengan akses pengairan yang lebih mudah, lahan yang sebelumnya sulit ditanami saat kemarau berpeluang kembali menghasilkan panen.
"Produksi padi bisa meningkat," tutur Roup.
Peluang untuk meningkatkan frekuensi tanam menjadi dua kali setahun kini mulai terbuka. Namun, realisasi peningkatan produksi tetap bergantung pada kecukupan air, kondisi lahan, jadwal tanam, serta keberhasilan petani dalam mengelola budidaya.
Camat Terisi, Boy Billy Prima, turut mengapresiasi dukungan tersebut. Ia mengatakan, keterbatasan pasokan listrik sebelumnya menjadi kendala dalam pengoperasian pompa. Pasokan listrik dari warga juga tidak selalu stabil karena harus memenuhi kebutuhan rumah tangga.
"Suplai listrik kita susah, mengambil pasokan dari warga kurang stabil karena kebutuhan listrik digunakan sendiri. Sekarang, alhamdulillah, ketersediaan listrik sudah ada. Saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi Pertamina yang memberikan listrik. Ini sejalan dengan upaya swasembada pangan Presiden," jelas Boy.
Head of Comrel & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, mengatakan bantuan instalasi gardu listrik tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan bertajuk Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan (Jari Tangan). (oro/muu)
Load more