News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sudah 12 Nyawa Melayang tapi Dukun Pengganda Uang Mbah Slamet Mengaku Lupa dengan Identitas Para Korbannya

keterangannya berubah-ubah, dukun pengganda uang di Banjarnegara Mbah Slamet mengaku lupa dengan indentitas korban yang telah Ia bunuh dan kubur di lahannya.
Rabu, 5 April 2023 - 06:53 WIB
Dukun pengganda uang Slamet Tohari saat dihadirkan di TKP, Selasa (4/4/2023)
Sumber :
  • Tim tvOne - Ronaldo Bramantyo

Banjarnegara, tvOnenews.com - Polisi terus mendalami pengakuan dari Slamet Tohari alias Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara, Jawa Tengah yang telah menghabisi 12 korbannya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Polisi, diketahui Mbah Slamet memulai aksinya sejak tahun 2020. Namun demikian keterangan pelaku masih didalami karena sering berubah-ubah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mbah Slamet juga mengaku tidak ingat dengan identitas maupun jumlah pasti seluruh korbannya.

"Ditanya ini lubang atas nama siapa dia lupa, tapi di lubang paling atas yang ditemukan hari ini dia masih ingat, namanya Irsad. Tapi saya belum bisa memastikan karena ketika diinterogasi keterangannya berubah-ubah" Kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto, Selasa (4/4/2023).

"Tapi yang pasti ditanya hari ini dia bilang namanya Irsad dan istrinya, dia lupa namanya" lanjut Kapolres

Sejauh ini dari total 12 korban yang telah dievakuasi dari lokasi TKP di lahan milik Slamet di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, dari pengakuan pelaku, mereka berasal dari luar Jawa Tengah.

"Para korban berasal dari luar Jawa Tengah, ada dari Jakarta, Palembang, Lampung, Yogyakarta dan Jawa Barat. Tapi keterangannya ini masih didalami karena berubah-ubah " ungkap Kapolres.

Dalam pengakuan Slamet mengatakan Ia siap bertobat dan tidak akan melakukan hal seperti itu lagi. Ia juga menyatakan siap menjalani proses hukum.

"Siap, Bertobat. Sebenarnya sudah gak tega sama sekali. Saya siap menjalani hukuman. Yang sudah-sudah tidak terulang lagi" kata Mbah Slamet.

Dalam melakukan pemebunuhan para korban, Mbah Slamet beraksi seorang diri. Ia mulai membawa korban ke lokasi pembunuhan sejak pukul 4 sore, lalu kemudian menghabisi para korban pada pukul setengah 8 malam usai ritual dan meracuni korbannya.

"Berangkat dari rumah jam 4 sore, karena saya gak berani kalau berangkat dari rumah sudah malam." Kata Slamet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski dalam melakukan pemebunuhan Mbah Slamet beraksi seorang diri, namun untuk menggaet korban, Slamet menggunakan jasa BS yang berperan sebagai pihak yang memasarkan jasa Mbah Slamet melalui media sosial Facebook.

Sebagai kompensasi, BS mendapat bagian antara 5 hingga 10 juta rupiah.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Kasus anak bunuh diri di NTT, negara seharusnya tidak boleh kecolongan hanya karena jalur komunikasi antara masyarakat dan pemerintah tersumbat, baik secara administratif maupun sosial.
Bahar Bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar Bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar bin Smith minta penundaan pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Banser Kota Tangerang hari ini.
Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Prabowo Subianto menurunkan instruksi penggunaan genteng untuk program 3 juta rumah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) seluruh
Tiket Arus Balik H+1 Lebaran 2026 Mulai Dijual Malam Ini, Simak Jadwalnya!

Tiket Arus Balik H+1 Lebaran 2026 Mulai Dijual Malam Ini, Simak Jadwalnya!

PT KAI mulai melakukan penjualan tiket kereta api untuk periode arus balik H+1 Lebaran 2026 pada Kamis (5/2/2026). Ini jadwal lengkap pemesanan tiket arus balik
Surya Insomnia Ungkap Pengalaman Bahayanya Buka M-Banking Pakai WiFi Publik, Ini yang Terjadi!

Surya Insomnia Ungkap Pengalaman Bahayanya Buka M-Banking Pakai WiFi Publik, Ini yang Terjadi!

Surya Insomnia bagikan pengalamannya tentang bahaya membuka M-Banking lewat WiFi publik. Ia mengingatkan risiko pencurian data hingga penyusupan akun.
esan 'Khusus' Michael Carrick Gagal: Marcus Rashford Lebih Pilih Barcelona Ketimbang Pulang ke Manchester United

esan 'Khusus' Michael Carrick Gagal: Marcus Rashford Lebih Pilih Barcelona Ketimbang Pulang ke Manchester United

Michael Carrick sangat terbuka untuk menyambut Marcus Rashford kembali ke Manchester United. Namun, Rashford telah memberi tahu Barcelona bahwa ia tidak berniat

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT