News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Tangkap 3 Pelaku Peracik Petasan yang Tewaskan 1 Orang dan Lukai 5 Lainnya

Jajaran Sat Reskrim Polres Pekalongan, Jawa Tengah mengamankan tiga pelaku pembuat dan peracik petasan yang menyebabkan 1 orang meninggal dan 5 luka-luka.
Senin, 1 Mei 2023 - 21:58 WIB
Polisi gelar rilis kasus penangkapan tiga pelaku yang membuat dan meracik petasan, Senin (1/5/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Edi Mustofa

Pekalongan, tvOnenews.com - Jajaran Sat Reskrim Polres Pekalongan, Jawa Tengah mengamankan tiga pelaku pembuat dan peracik petasan yang menyebabkan 1 orang meninggal dan 5 luka-luka.

Sebelumnya, ledakan petasan berujung maut tersebut terjadi di Desa Jrebengkembang Kec. Karangdadap Kab. Pekalongan, Sabtu (29/04/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria saat konferensi pers yang digelar di lobi Mapolres Pekalongan mengatakan, bahwa ketiga pelaku yang diantaranya mempunyai hubungan kerabat dengan para korban, Senin (01/05/2023)

“Usai kejadian naas tersebut, kami bergegas melakukan penyelidikan terkait ledakan petasan yang telah menewaskan 1 orang dan melukai 5 lainnya. Dan tiga pelaku berhasil kami amankan diantaranya Saiful Bahri, Nanang Alfayet dan Ahmad Idris alias Bawon, kesemuanya adalah warga Desa Jrebengkembang. Para pelaku ini diantaranya adalah kakak dan paman korban,” kata Arief Fajar Satria. 

Ketiga pelaku tersebut yang saat ini sudah ditangkap, masing masing pelaku mempunyai peran masing-masing. 

Menurut Kapolres, pelaku Saiful Bahri (20) yang bertugas membeli membeli bahan obat petasan melalui onlineshop, kemudian meraciknya dan membuat selongsong mercon.

Selain itu, yang bersangkutan juga menarik iuran untuk pembuatan mercon tersebut sebanyak 30 orang anak yang masing-masing Rp. 30.000,- per anak. Sedangkan pelaku lainnya Nanang Alfayet (24) tahun yang menutup selongsong dengan pasir dan sandal, mengebor selongsong untuk lobang sumbu dan memasukkan bahan mercon ke dalam selongsong.

"Sementara itu pelaku Ahmad Idris (24) tahun yang bertugas menutup selongsong dengan campuran pasir dan malam serta membuat sumbu mercon,” ungkap Kapolres. 

Kapolres Pekalongan juga menyampaikan, bahwa dalam pembuatan petasan tersebut juga diisi dengan paku, dimana Saiful Bahri yang berperan memasukkan paku ke dalam petasan.

“Satu petasan ini diisi minimal 10 paku dan untuk diameter petasan paling kecil 5,7 cm dan yang terbesar berdiameter 14 cm dengan tinggi 38 cm. Ini kalau meledak di tengah-tengah kerumunan sangat berbahaya dan pasti menimbulkan korban jiwa,” tambahnya.

Sedangkan jumlah petasan yang dibuat sebanyak 12 petasan dimana memang dipersiapkan dinyalakan pada syawalan. Dimana 10 petasan berhasil diledakkan dengan urutan petasan kecil 8 buah terlebih dahulu berhasil meledak, baru kemudian 4 buah petasan ukuran besar.

“Untuk 2 petasan besar pertama berhasil diledakkan oleh pelaku Saiful Bahri dan pelaku Nanang Alfayet, namun untuk yang ketiga tidak meledak, kemudian Saiful Bahri mencoba memperbaiki sumbu dengan cara menusukkan sebatang lidi pada lobang sumbu namun tidak berhasil, sehingga oleh SB petasan tersebut diletakkan begitu saja di sawah (tepi jalan),” terangnya.

Menurut keterangan saksi, bahwa korban Muhammad Nafi (12) tahun berusaha memasukkan paku ke dalam lobang sumbu dengan cara dipukul menggunakan batu, sehingga membuat petasan meledak dan mengakibatkan korban Muhammad Nafi bersama 5 korban lainnya yang berada didekatnya mengalami luka – luka. 

Selanjutnya keenam korban dibawa ke RSI Pekajangan dan sampai di RSI, Muhammad Nafi dinyatakan meninggal dunia. 

Akibat tindakan tersebut, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 atau pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Dalam kesempatan itu pula, Kapolres Pekalongan menegaskan bahwa pihaknya sebelumnya sudah melakukan upaya persuasif dan preventif dengan melaksanakan razia petasan dan balon udara, dimana berhasil mengamankan 14 balon udara.

“Alhamdulillah, kemarin hampir seluruh Kecamatan tidak ada yang belum sempat menerbangkan, karena sudah kita lakukan penyitaan terlebih dahulu. Di Kecamatan di Kedungwuni, kita mengamankan 6 balon udara dengan diameter 5 meter, kemudian di Bojong 4. Sedangkan di Karangdadap ada 4 balon udara masing-masing 2 meter kemudian yang terbesar 15 m dan 30 meter berhasil disita,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, AKBP Arief mengharapkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tradisi-tradisi yang tidak baik seperti penerbangan balon yang disertai petasan. (hhm/buz)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Shio Naga Setelah Imlek 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Kesehatan, dan Cinta

Ramalan Shio Naga Setelah Imlek 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Kesehatan, dan Cinta

Ramalan shio Naga setelah Imlek 2026 di Tahun Kuda Api. Simak prediksi lengkap mulai dari karier, keuangan, kesehatan, sampai dengan cinta sepanjang tahun ini.
Inter Menggila di Kandang Sassuolo, Pernyataan Chivu Soal Juara Serie A Bikin Kaget

Inter Menggila di Kandang Sassuolo, Pernyataan Chivu Soal Juara Serie A Bikin Kaget

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan bahwa peluang timnya meraih gelar Serie A musim 2025-2026 masih “nol persen”, meski Nerazzurri tampil perkasa usai membantai Sassuolo dengan skor telak 5-0 pada laga tandang, Senin (9/2/2026).
5 Ide Bisnis Jualan Takjil Kukusan saat Ramadhan 2026, Modal Terjangkau dan Peminat Tinggi

5 Ide Bisnis Jualan Takjil Kukusan saat Ramadhan 2026, Modal Terjangkau dan Peminat Tinggi

Berikut 5 ide bisnis jualan takjil kukusan saat Ramadhan 2026, modal terjangkau, peminat tinggi,
Waspada Jalur Puncak Cianjur Dikepung Kabut Tebal, Polisi Beri Himbauan Penting Ini Bagi Pengendara

Waspada Jalur Puncak Cianjur Dikepung Kabut Tebal, Polisi Beri Himbauan Penting Ini Bagi Pengendara

Kepolisian Resor (Polres) Cianjur mengeluarkan peringatan bagi para pengguna jalan yang melintasi jalur utama Puncak-Cianjur. 
Seribu Siswa SMA dan Sederajat Ikuti Kegitan Edukasi Mengenai Perguruan Tinggi

Seribu Siswa SMA dan Sederajat Ikuti Kegitan Edukasi Mengenai Perguruan Tinggi

Seribu siswa tingkat SMA dan sederajatnya mengikuti kegiatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) EXPO Try Out 2026.
Rela Jadi Istri Kedua Pesulap Merah, Ratu Rizky Nabila Ngaku Naksir Duluan: Itu Kesalahan Aku Menyukai Dia

Rela Jadi Istri Kedua Pesulap Merah, Ratu Rizky Nabila Ngaku Naksir Duluan: Itu Kesalahan Aku Menyukai Dia

Ratu Rizky Nabila mengaku lebih dulu jatuh cinta kepada Pesulap Merah, padahal saat itu pria tersebut sudah memiliki istri. Simak informasi selengkapnya berikut

Trending

Sempat Cekcok dengan Pemain hingga Pelatih Arema FC di Akhir Pertandingan, Begini Pembelaan Mauricio Souza

Sempat Cekcok dengan Pemain hingga Pelatih Arema FC di Akhir Pertandingan, Begini Pembelaan Mauricio Souza

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, angkat bicara terkait insiden panas yang terjadi seusai laga kontra Arema FC pada lanjutan pekan ke-20 Super League 2025/2026.
Inter Menggila di Kandang Sassuolo, Pernyataan Chivu Soal Juara Serie A Bikin Kaget

Inter Menggila di Kandang Sassuolo, Pernyataan Chivu Soal Juara Serie A Bikin Kaget

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan bahwa peluang timnya meraih gelar Serie A musim 2025-2026 masih “nol persen”, meski Nerazzurri tampil perkasa usai membantai Sassuolo dengan skor telak 5-0 pada laga tandang, Senin (9/2/2026).
Sempat Ngebet Isbat Nikah, Inara Rusli Pasrah Insanul Fahmi Pilih Wardatina Mawa

Sempat Ngebet Isbat Nikah, Inara Rusli Pasrah Insanul Fahmi Pilih Wardatina Mawa

Harapan untuk bisa isbat nikah makin jauh, Inara Rusli pasrah jika Insanul Fahmi lebih pilih Wardatina Mawa ketimbang dirinya. Simak selengkapnya berikut ini!
Rela Jadi Istri Kedua Pesulap Merah, Ratu Rizky Nabila Ngaku Naksir Duluan: Itu Kesalahan Aku Menyukai Dia

Rela Jadi Istri Kedua Pesulap Merah, Ratu Rizky Nabila Ngaku Naksir Duluan: Itu Kesalahan Aku Menyukai Dia

Ratu Rizky Nabila mengaku lebih dulu jatuh cinta kepada Pesulap Merah, padahal saat itu pria tersebut sudah memiliki istri. Simak informasi selengkapnya berikut
Identitas Pelaku Penyiraman Air Keras Pelajar di Cempaka Putih Terungkap, Polisi Temukan Titik Terang

Identitas Pelaku Penyiraman Air Keras Pelajar di Cempaka Putih Terungkap, Polisi Temukan Titik Terang

Pihak kepolisian bergerak cepat mengusut insiden mengerikan yang melibatkan sesama pelajar di kawasan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. 
Fakta Mengejutkan Kabar Penyekapan 5 Karyawan Ekspedisi di Tanjung Priok, Polisi Temukan Ruangan Terbuka Tak Terkunci

Fakta Mengejutkan Kabar Penyekapan 5 Karyawan Ekspedisi di Tanjung Priok, Polisi Temukan Ruangan Terbuka Tak Terkunci

Aparat kepolisian Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengungkap fakta mengejutkan terkait kabar dugaan penyekapan 5 karyawan jasa pengiriman (ekspedisi). 
Seusai Dihajar China, Nova Arianto Bicara Jujur soal Kualitas Timnas Indonesua U-17

Seusai Dihajar China, Nova Arianto Bicara Jujur soal Kualitas Timnas Indonesua U-17

Pelatih timnas U-17 Indonesia Nova Arianto menyebut penampilan timnya masih jauh dari harapan saat menelan kekalahan telak 0-7 dari China pada laga uji coba di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (8/2/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT