GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tetangga Jadi Otak Perampokan Bos Sembako di Sukolilo Pati, Ancam Korban Pakai Pistol Korek Api

Polda Jateng mengungkap kasus perampokan bersenjata terhadap bos sembako bernama Zuhdi Utsman (44) warga Sukolilo, Kabupaten Pati Jawa Tengah.
Rabu, 12 Februari 2025 - 17:57 WIB
Ditreskrimum Polda Jateng saat rilis kasus perampokan bos sembako asal Sukolilo Pati, di Mapolda Jateng, Rabu (12/2/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Didiet Cordiaz

Semarang, tvOnenews.com - Polda Jateng mengungkap kasus perampokan bersenjata terhadap bos sembako bernama Zuhdi Utsman (44) warga Sukolilo, Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Dalam kasus ini, Tim Resmob Polda Jateng berhasil menangkap tiga pelaku. Ketiga pelaku masing-masing BW alias Komeng (33) warga Sukolilo, AK alias Pikek (39) warga Mayong dan FR alias Gondes (33) warga Kalinyamatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Otak dari aksi perampokan ini adalah BW, yang merupakan tetangga korban. Pria berusia 33 tahun ini telah memantau aktivitas korban mulai dari transaksi hingga menyimpan uang ketika berpura-pura membeli di tokonya.

“Pelaku utama BW merupakan tetangga kampung korban. Jadi BW ini sudah merencanakan untuk perampokan terlebih dahulu,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio saat rilis kasus di Mapolda Jateng, Rabu (12/2/2025).

Kombes Dwi menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Senin (20/1/2025) 01.30 WIB. Sebelum melancarkan aksinya, BW memantau aktivitas korban selama dua bulan.

Ketik berpura-pura membeli di toko korban, BW juga mencari tahu dimana korban menyimpan hartanya. Setelah informasi dikumpulkan, BW kemudian mengajak teman-temannya untuk melakukan perampokan.

“BW dapat data kemudian dia ajak temannya FR dan AK untuk merampok. Pelaku FR menjaga di luar, memonitor situasi, BW dan AK masuk ke rumah korban atau eksekusi. AK mendobrak pintu kemudian mematikan sekring listrik,” katanya

Setelah berhasil masuk, BW dan AK kemudian mengancam korban dan keluarganya dengan menggunakan pistol korek api. BW seolah-olah membuat mainan itu seperti senjata sungguhan. Selain pistol korek api, BW dan AK juga membawa golok dan parang untuk menakut-nakuti korban dan keluarganya.  

Sempat terjadi perlawanan dari korban. Namun karena BW dan AK mengancam akan membunuh, korban dan keluarganya akhirnya mau tak mau menurut.

“Kemudian pelaku mengikat dan mengancam para korban dengan kata-kata kamu milih bondo apa nyowo (kamu pilih harta apa nyawa).  Kemudian korban dan saksi menunjukan hartanya. Kerugian Rp. 261 juta dan handphone,” terangnya.

Setelah berhasil merampok, para pelaku melarikan diri. Korban kemudian juga membuat laporan di Polresta Pati. Menerima informasi itu, kepolisian berhasil menangkap para pelaku di Kabupaten Jepara.

Dari penangkapan, petugas juga menyita sejumlah barang bukti termasuk motor dan perhiasan yang dibeli para pelaku dari hasil perampokan.

“Kita sita cincin emas, liontin, baju handphone dan uang tunai 27 juta dari tersangka BW. Dari FR kita sita handphone dan sepeda motor pcx. Kemudian AK kita sita pistol, motor CBR,  handphone, jaket dan uang sisa Rp. 7 juta,” paparnya.

Dari pendalaman, ternyata ketiga pelaku merupakan residivis tindak pidana. BW dan AK merupakan residivis kasus pencurian sedangkan FR kasus narkotika.

“Para pelaku dijerat Pasal 362 KUHPidana terancam 12 tahun penjara,” paparnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementaa itu, BW mengaku menggunakan hasil kejahatan tersebut untuk berfoya-foya. Dia juga membeli sound horeg dari uang hasil rampokan itu.

“Digunakan untuk beli motor dan sound system. Kadang ada senang-senang seperti dugem,” ucapnya.(dcz/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai fenomena pemain diaspora yang merapat ke klub-klub Super League Indonesia sebagai proses yang wajar.
DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR mendesak agar akses menuju kolam ikonik Pancuran 13 dikembalikan menjadi gratis demi memulihkan ekonomi warga dan menarik kembali kunjungan wisatawan yang sempat merosot drastis.
Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ressa Rossano disebut mengalami perubahan sikap usai diakui anak kandung oleh Denada.
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, wonderkid Arsenal berdarah Jakarta, Indonesia yang tengah mencuri perhatian lewat performa gemilang. Simak profilnya hingga peluangnya bela Timnas Indonesia.
Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang dimulainya gelaran MotoGp 2026 dalam waktu dekat, Tim Ducati Lenovo kini tengah diselimuti optimisme tinggi terkait performa dari Francesco Bagnaia.
Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Seorang balita perempuan berusia 4 tahun di Kota Surabaya diduga menjadi korban penyiksaan oleh paman dan bibinya di sebuah kamar kos kawasan Bangkingan Timur. 

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT