GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Edarkan Uang Palsu, Tiga Pemuda Diringkus Polisi Satu Masih dibawah Umur

Tiga pemuda asal Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen diringkus polisi usai edarkan uang palsu (upal). Satu diantara pelaku ialah masih di bawah umur.
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 30 Mei 2025 - 13:52 WIB
Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi (tengah) didampingi Kasatreskrim AKP Isnovim Chodariyanto (kanan) saat menunjukkan batang bukti berupa uang Palsu
Sumber :
  • tvOne - Mahfira Putri

Sragen, tvOnenews.com - Tiga pemuda asal Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen diringkus polisi usai edarkan uang palsu (upal). Satu diantara pelaku ialah masih di bawah umur.

Ketiga pelaku ialah RWW (19), BMS (21) sementara satu pelaku anak berinisial MBR (17). Ketiganya terbukti menyimpan dan mengedarkan uang palsu berbagai pecahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka ditangkap polisi seusai membelanjakan selembar upal Rp100.000 untuk beli rokok senilai Rp 29.000 di warung kelontong di wilayah Made, Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen (7/5/2025) siang.

Di warung tersebut pelaku MBR membelanjakan satu lembar pecahan 100.000 dari uang palsu itu untuk membelikan rokok. 

Rokok itu seharga Rp 29.000 sehingga terdapat sisa kembaliannya Rp 71.000. Usai membeli rokok, pelaku anak kembali ke mobil. 

Kemudian para pelaku berangkat ke tempat-tempat lainnya dan pada saat pergi, baru disadari oleh korban bahwasanya setelah diperiksa uangnya palsu.

"Atas informasi tersebut kami dari pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku," kata Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan didampingi Kasatreskrim AKP Isnovim Chodariyanto, Jumat (30/5/2025).

Kapolres mengatakan, di hari yang sama ketiga pelaku beserta uang palsu dan kendaraan berhasil di amankan kepolisian.

Dari hasil penyelidikan, ketiga pelaku ini mendapatkan uang dari salah satu ayah pelaku, yakni orang tua dari pelaku RWW yang berada di Wonosari, Jogjakarta.

"Uang itu diberikan ayah pelaku pada hari Selasa (6/5) dini hari di Wonosari, Yogyakarta. Ayahnya memberikan segepok uang, uang palsu melalui anaknya," kata Kapolres.

Kapolres mengatakan ketiga pelaku berencana mengedarkan uang palsu (upal) kertas senilai Rp24,19 juta berupa pecahan uang kertas Rp 100.000 Rp 50.000, Rp20.000-an, dan Rp5.000-an dan upal dolar Amerika US$250.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Petugas kami sedang melaksanakan pengembangan mencari keberadaan pelaku yang merupakan ayah dari salah seorang pelaku yang sudah kita amankan," kata Kapolres.

Ketiga pelaku dijerat Pasal 36 Junto pasal 26 ayat 3 undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun, dan pidana penjara sebanyak-banyaknya Rp50 miliar. (uti/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Prancis Tak Habis Pikir Lihat Performa Calvin Verdonk Usai Bantu Lille Lolos ke Liga Champions

Media Prancis Tak Habis Pikir Lihat Performa Calvin Verdonk Usai Bantu Lille Lolos ke Liga Champions

Calvin Verdonk kembali mencuri perhatian di Prancis usai membantu Lille lolos ke Liga Champions musim depan. Performa bek Timnas Indonesia itu mendapat pujian khusus.
Survei Nasional Ungkap Kepuasan Publik ke Pertamina Tembus 83,7 Persen, Digitalisasi hingga SPBU Jadi Sorotan

Survei Nasional Ungkap Kepuasan Publik ke Pertamina Tembus 83,7 Persen, Digitalisasi hingga SPBU Jadi Sorotan

Survei nasional mencatat 83,7 persen publik puas terhadap kinerja Pertamina, terutama soal distribusi energi, pelayanan SPBU, dan digitalisasi MyPertamina.
Momen Neymar Murka Setelah Wasit Keempat Salah Lakukan Pergantian Pemain, Pamerkan Kertas ke Kamera

Momen Neymar Murka Setelah Wasit Keempat Salah Lakukan Pergantian Pemain, Pamerkan Kertas ke Kamera

Neymar sedianya memaksimalkan kesempatan terakhir untuk menarik perhatian Carlo Ancelotti jelang pemanggilan skuad Brasil. Sayangnya, hal ini gagal dilakukan setelah Santos kalah 0-3 dari Coritiba. 
Usai Pesta Double Winners, Presiden Inter Milan Beri Sinyal Lepas Sejumlah Pemain Senior dan Fokus Regenerasi Skuad

Usai Pesta Double Winners, Presiden Inter Milan Beri Sinyal Lepas Sejumlah Pemain Senior dan Fokus Regenerasi Skuad

Inter Milan siapkan skuad untuk musim depan usai meraih gelar Serie A dan Coppa Italia 2025/2026. Presiden klub, Giuseppe Marotta, memberi sinyal perubahan.
Ekosistem Bisnis dan Komunitas Dinilai Jadi Fondasi Baru Pertumbuhan Ekonomi Digital Asia

Ekosistem Bisnis dan Komunitas Dinilai Jadi Fondasi Baru Pertumbuhan Ekonomi Digital Asia

AIMS raih penghargaan Asia Trusted Trading Platform usai 11 tahun membangun ekosistem bisnis lintas industri dan komunitas di 21 negara.
Heboh Isu Gubernur Dedi Mulyadi Bakal Ganti Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, Ini Penjelasan Diskominfo

Heboh Isu Gubernur Dedi Mulyadi Bakal Ganti Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, Ini Penjelasan Diskominfo

Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh rumor Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana mengubah nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda.

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

Pemilik WO pernah kecewa dengan sikap Shindy Lutfiana, MC Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat. Kondisi Josepha Alexandra setelah diduga mendapat ancaman
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kaget karena tiba-tiba didatangi pendeta dan akademisi dari Papua. Dedi Mulyadi heran padahal dirinya bukan menteri, hanya gubernur
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT