Pemerintah Pastikan Harga Pangan di Jawa Stabil pada Awal 2026, Stok Aman hingga Tahun Depan
- Tim tvOne - Aditya Bayu
Salatiga, tvOnenews.com - Memasuki awal tahun 2026, pemerintah memastikan harga pangan relatif stabil dengan ketersediaan stok yang mencukupi di berbagai daerah, khsusnya masyarakat di Pulau Jawa.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan hasil pantauannya di sejumlah pasar tradisional, harga pangan terpantau terkendali.
“Alhamdulillah, hampir di seluruh Pulau Jawa dan Sumatera harga stabil dan stok cukup,” ujar Zulkifli Hasan.
Zulhas menyebutkan, hasil pengecekan di pasar menunjukkan harga sejumlah komoditas utama masih berada pada level aman.
Di Kota Semarang, harga daging sapi tercatat sekitar Rp130.000 per kilogram. Sementara telur ayam berada di kisaran Rp29.000 per kilogram, mengalami sedikit penurunan, dan daging ayam stabil di harga Rp38.000 per kilogram.
Tak hanya komoditas protein hewani, harga sayuran dan beras juga menunjukkan tren positif. Harga cabai merah yang sebelumnya sempat menyentuh Rp60.000 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp45.000 per kilogram. Adapun harga beras berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram.
Lebih lanjut, Zulhas optimistis kondisi pangan nasional pada 2026 akan semakin membaik. Ia memprediksi produksi beras akan meningkat signifikan sehingga Indonesia tidak perlu melakukan impor beras.
“Tahun ini surplus beras kita besar, jadi tidak impor. Tahun 2026 ini juga tidak impor dan stok cukup. Bahkan diperkirakan produksinya akan meningkat, jadi insyaallah stok aman,” pungkasnya.
Pemerintah pun terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sepanjang tahun 2026. (abc/buz)
Load more