Siswa SD di Boyolali dapat Pengakuan NASA Usai Menemukan Celah Sistem Keamanannya, Gubernur Jateng Beri Hadiah Laptop
- Tim tvOne - Tim tvOne
“Setelah menemukannya itu, saya menganggap sangat susah karena enam hari saya pakai komputer, bukan dua jam, tetapi tiga sampai empat jam setiap hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses identifikasi kerentanan dilakukan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan DeepSeek.
Sementara kemampuan coding yang dimilikinya diperoleh secara otodidak melalui internet, video pembelajaran di YouTube, komunitas daring, serta bimbingan orang tuanya yang berprofesi sebagai guru komputer di salah satu SMK di Boyolali.
Sebelum mendapatkan pengakuan dari NASA, Ibrahim juga pernah menemukan kerentanan pada sistem milik Pemerintah Provinsi Lampung dan menerima sertifikat penghargaan atas temuannya tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan, apresiasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merupakan bentuk dukungan agar pelajar berprestasi terus mengembangkan potensinya.
“Mas Ibrahim ini butuh laptop. Maka kami berikan laptop, tas, dan perlengkapan pendidikan. Anak seusia SD sudah mendapat penghargaan dari NASA. Tentu harus kita apresiasi agar nanti berkembang,” katanya.
Selain bantuan dari Pemprov Jawa Tengah, Ibrahim juga memperoleh beasiswa dari SMP Islam Al Abidin Surakarta untuk melanjutkan pendidikan.
Usai bertemu Gubernur, Ibrahim mengaku semakin termotivasi untuk mendalami dunia keamanan siber dan membangun portofolio yang lebih kuat di masa depan.
“Harapannya saya bisa berkembang lagi terus bisa membangun portofolio saya untuk ke depannya nanti,” ujarnya.
Prestasi Ibrahim menjadi bukti bahwa transformasi digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga investasi pada sumber daya manusia sejak usia dini.
Dari sebuah desa di Boyolali, talenta muda Jawa Tengah menunjukkan bahwa karya anak Indonesia mampu mendapat pengakuan dari salah satu lembaga antariksa paling bergengsi di dunia. (buz)
Load more