News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketersediaan Vaksin Jadi Kendala Vaksinasi Dosis Keempat di Kudus

Vaksinasi dosis keempat atau booster kedua mulai diberikan untuk tenaga kesehatan (nakes) di Kudus. Namun, pelaksanaan vaksinasi terkendala ketersediaan vaksin.
Kamis, 4 Agustus 2022 - 11:17 WIB
Pelaksanaan Vaksinasi untuk Tenaga Kesehatan di RS Mardi Rahayu Kudus.
Sumber :
  • Tim tvOne - Galih Manunggal

Kudus, Jawa Tengah - Vaksinasi dosis keempat atau booster kedua mulai diberikan untuk tenaga kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah. Salah satunya bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus.

Sedikitnya 1300 nakes mulai menerima vaksinasi booster ke-2 secara bertahap. Hanya saja, pelaksanaan vaksinasi terkendala ketersediaan vaksin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vaksinasi booster kedua di Kudus hari ini masih berlangsung di Rumah Sakit Mardi Rahayu kudus. Ketua Tim Vaksinasi RS Mardi Rahayu, Eliata Setiawati Purwaningtyas, menjelaskan ada sekitar 1300 tenaga kesehatan di RS Mardi Rahayu yang akan menerima suntikan vaksin booster kedua ini. Suntikan vaksin tersebut dimulai sejak tanggal 2 hingga 6 Agustus mendatang.

"Kami melayani booster kedua untuk para nakes. Nah ini totalnya sekitar 1.300, per hari melayani 224 nakes. Mulainya sejak Selasa kemarin, target sampai tanggal 6 Agustus 2022. Nanti kalau ada vaksin lagi akan kita buka," kata Eliata kepada wartawan ditemui di lokasi vaksinasi, Rabu (3/8/2022).

Eliata mengatakan sejauh ini pelaksanaan vaksinasi untuk nakes tidak ada kendala, hanya sejumlah nakes melaporkan merasa nyeri hingga meriang setelah mendapatkan vaksin booster kedua. Namun kondisi ini dipastikan aman.

Eliata menambahkan pihak rumah sakit terkendala dengan stok vaksin booster. Oleh karena itu, suntikan booster kedua ini dilakukan secara bertahap.

"Kendala mungkin vaksin, kita pakai moderna dari DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten) hanya 40 vial kita ambil untuk vaksin, 40 vial itu hanya seribu nakes, jadi memang kurang ya. Jadi memang kendala di situ," jelasnya.

Dia berharap agar vaksinasi ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

"Harapan kami semoga vaksin ini meningkatkan kekebalan tubuh, karena nakes kami melayani pasien Covid-19 dapat menjadi kekebalan tubuh dan melayani pasien kami dengan penuh kasih," pungkas dia.

Sementara itu, salah seorang nakes, Maria Nurrohman Sutanti mengatakan telah menerima suntikan booster kedua. Menurutnya suntikan booster kedua ini sangat penting karena meningkatkan kekebalan nakes. Terlebih mereka kontak langsung dengan pasien yang terpapar virus Corona.

"Ini vaksin booster yang kedua yang diselenggarakan oleh RS Mardi Rahayu untuk tenaga kesehatan. Senang sekali bisa mendapatkan booster kedua terutama untuk tenaga kesehatan karena ini sangat penting, karena kami yang berhubungan langsung dengan pasien, sehingga kami sendiri merasa aman dan kami sendiri dapat memberikan pelayanan terbaik untuk pasien. Keempat belum ada efeknya," jelas Tanti yang bekerja sebagai petugas di laboratorium RS Mardi Rahayu. (gml/dan)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.
Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko soroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait perlindungan anak, buntut kasus anak bunuh diri...
Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi skema bantuan sosial (bansos) yang dikhususkan menyasar anak.
Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang menyatakan dua terdakwa kasus korupsi pengelolaan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Palang Merah

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT