News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anggota DPRD Jateng Fraksi PKB Protes Ganjar Pranowo yang Tak Hadir Sidang Paripurna

Salah satu anggota DPRD Jateng dari Fraksi PKB, Benny Karnadi, mempertanyakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tidak hadir pada sidang paripurna
Selasa, 1 November 2022 - 17:24 WIB
Anggota Fraksi PKB DPRD Jateng Benny Karnadi.
Sumber :
  • Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno

Semarang, Jawa Tengah - Sidang paripurna DPRD Jateng pada Senin (31/10) kemarin sedikit panas. Ini setelah salah satu anggota DPRD Jateng dari Fraksi PKB, Benny Karnadi, mempertanyakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tidak hadir pada sidang paripurna.

Menurut Benny, apa pun jenis rapatnya adalah penting bagi Dewan sebagai alat komunikasi Gubernur dengan Dewan. Tapi Gubernur Ganjar Pranowo terlalu sering mewakilkan.
Hal itu membuat pembahasan menjadi tidak efektif dan tidak cepat membuat keputusan karena pada lanjutannya harus disampaikan dulu ke Gubernur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini kan jadi lambat, dan jadi bahan pertanyaan pula, gubernur ini sering tidak hadir, tapi malah terkesan sibuk dengan kegiatan dan urusan di luar. Dan kegiatannya itu jelas mengesankan Pak Ganjar ini sedang mengejar upaya untuk pencalonan presiden. Ya saya bangga jika orang Jawa Tengah kemudian bisa menjadi presiden. Tapi kalau kemudian prosesnya seperti begini ya gimana?" jelas Benny saat dihubungi tvonenews, Selasa (1/11/2022).

Ia menegaskan bahwa sering mangkirnya Gubernur dan hanya diwakilkan dalam rapat dengan DPRD membuat komunikasi penting antara kepala daerah dengan wakil rakyat tidak lancar, dan itu bisa berdampak pada pembangunan masyarakat.

"Artinya, kemudian komunikasi tidak lancar, kemudian RKPD belum ditandatangani, APBD belum dibahas. Ini urgent, sebab jika RKPD belum ditandatangani, maka APBD tidak bisa dibahas. Jika itu terjadi maka yang dipakai APBD sebelumnya," ungkap Benny.

Persoalan apapun, lanjut Benny, akan clear kalau ada komunikasi dengan kehadiran Gubernur.

"Lha ini ono opo to? Kok nggak ditandatangani? Kan kita selalu bertanya tanya, karepe opo? Lha nek ora tahu ketemu, trus mung selalu diwakilke yo gak rampung-rampung," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kata Benny, seringkali yang mewakili tidak bisa memutuskan. Seperti RKPD yang sudah satu bulan molor belum ditandatangani.

"Ya memang ada rapat yang mau nggak mau beliau harus hadir, wajib hadir. Seperti penandatanganan APBD. Itu kan harus hadir. Tapi kalau rapat-rapat yang lain tidak hadir dan tidak dianggap penting ya itu bermasalah," tegas Benny lagi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.
Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Kekeringan Landa Tiga Kabupaten di Jawa Tengah, BNPB Minta Warga Hemat Air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah kini mulai merasakan dampak kekeringan akibat masuknya musim kemarau. 
Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Terungkap Identitas Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang, Apakah Pejabat Publik? Ini Fakta Sebenarnya

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heristiawan mengungkap pelaku penganiayaan terhadap caddy golf bukan pejabat publik, tetapi pekerja wiraswasta.
Jadwal Piala Dunia Tanggal 28 Juni 2026: Ada Laga Big Match Portugal dan Argentina di Minggu Pagi!

Jadwal Piala Dunia Tanggal 28 Juni 2026: Ada Laga Big Match Portugal dan Argentina di Minggu Pagi!

Di tengah sengitnya atmosfer persaingan di tanah Amerika Utara, perhatian utama pencinta sepak bola dunia tertuju pada dua tim raksasa, Portugal dan Argentina.
Ancaman Mengerikan Ari Lasso Jika Dearly Joshua Selingkuh, Singgung Soal Kematian Sampai Ditegur Luna Maya

Ancaman Mengerikan Ari Lasso Jika Dearly Joshua Selingkuh, Singgung Soal Kematian Sampai Ditegur Luna Maya

Kisah asmara musisi Ari Lasso dan Dearly Joshua kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataan sang penyanyi dalam sebuah obrolan podcast viral di media sosial.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT