News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tujuh Orang Pelaku Kasus Pembacokan di Jalan Bangkalan yang Telan Korban Jiwa Ditangkap Polisi, Ini Motifnya

Pelaku pembacokan di jalan Halim Perdana Kusuma Kabupaten Bangkalan, Madura Rabu lalu (5/4) yang menelan korban jiwa diketahui terdapat tujuh orang yang terlibat. Para pelaku tersebut ditangkap aparat kepolisian Bangkalan, Madura.
Kamis, 13 April 2023 - 18:41 WIB
Tujuh Orang Pelaku Kasus Pembacokan di Jalan Bangkalan yang Telan Korban Jiwa Ditangkap Polisi
Sumber :
  • tvOne - dimas farik

Bangkalan, tvOnenews.com - Pelaku pembacokan di jalan Halim Perdana Kusuma Kabupaten Bangkalan, Madura Rabu lalu (5/4) yang menelan korban jiwa diketahui terdapat tujuh orang yang terlibat. Para pelaku tersebut ditangkap aparat kepolisian Bangkalan, Madura.

Ketujuh orang itu diketahui berinisial G, TM, S, S, AR, MEH, dan J warga Desa Bulung Kecamatan Klampis, Kabupetan Bangkalan, Madura. Selain menangkap para pelaku, petugas mengamankan sejumlah senjata tajam jenis celurit dan plat nomor kendaraan bermotor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut AKBP Wiwit Ari Wbisono, Kapolres Bangkalan, Madura menuturkan, pasca kejadian pembacokan akibat perselisihan tahapan pemilihan kepala desa, petugas melakukan penangkapan seorang pelaku G, salah satu Kepala Desa Bulung, Bangkalan yang bertindak sebagai penghadang kendaraan korban.

"Setelah kejadian, kami melakukan penangkalan inisial G, Kelapa Desa Bulung Bangkalan. Pelaku terindikasi yang menghadang, dengan analisa kami plat nomor pelaku lepas hingga terjadi pembacokan kepada korban," tuturnya (13/4)

Lanjutnya, tindakan dilakukan karena pelaku tidak ingin salah satu keluarga yang mencalonkan diri sebagai kepala Desa Bator Kabupaten Bangkalan, dengan alasan dia tidak ingin tersaingi oleh orang lain.

"Iya, ada warga dari Desa Bulung yang mencalonkan kepala desa lain (Bator), timbul persoalan hingga menelan jiwa. Alasan tak ingin keluarga pelaku disaingi oleh orang lain," terangnya.

Para pelaku pembacokan dengan senjata tajam menurut Wiwit ditangkap di lokasi kejadian dan juga di rumah masing-masing.

"Dua orang pelaku ditangkap di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara empat orang pelaku lainnya ditangkap di rumah masing-masing. Diantara tujuh orang pelaku, G sebagai kades bertindak sebagai eksekutor," ucapnya.

Petugas kepolisian tak hanya menetapkan tujuh orang pelaku pembacokan. Dia masih terus mengembangkan kasus tersebut. 

"Tujuh pelaku yang ditangkap itu sementara, kami masih melakukan pengembangan kasus tersebut, kemungkinan para pelaku pembacokan masih bertambah," ujarnya.

Sebelumnya, video amatir telah beredar, Rabu lalu (5/4) terdapat tiga orang tergeletak di Jalan Raya Halim Perdana Kusuma, Bangkalan, Madura, akibat terkena sabetan senjata tajam. Satu orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Satu orang meninggal dunia di Rumah Sakit Bangkalan. Sementara satu orang lainnya kondisinya kritis dan masih dalam perawatan medis di RSUD Bangkalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus pengeroyokan diketahui dilatarbelakangi masalah seorang calon kepala desa Kakades  di Desa Bator, Kecamatan Klampis, Bangkalan, diduga karena tak lolos verifikasi tahapan Pilkades, hingga kemudian melebar menjadi konflik berdarah antar pendukung calon kades.(fds/gol)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diduga Dipicu Puntung Rokok, Karhutla Hanguskan Hampir 1 Hektare Lahan di JSC Palembang

Diduga Dipicu Puntung Rokok, Karhutla Hanguskan Hampir 1 Hektare Lahan di JSC Palembang

Dansatgas Darat Karhutla Sumsel yang juga Danrem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pemadaman. Sedikitnya puluhan personel gabungan dari TNI, pemadam kebakaran (Damkar), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikerahkan. Petugas juga menerjunkan hampir 10 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api.
Kuasa Hukum 86 Korban Buka-bukaan soal Kasus Dugaan Penipuan Emas, Sebut Ada Modus Beli 5 Gram Dapat Bonus 4 Gram

Kuasa Hukum 86 Korban Buka-bukaan soal Kasus Dugaan Penipuan Emas, Sebut Ada Modus Beli 5 Gram Dapat Bonus 4 Gram

Kuasa hukum 86 korban kasus dugaan penipuan investasi emas dan perak oleh PT DGJ memberikan keterangan di Bareskrim Polri, Jumat (9/10/2026). Ada beberapa modus yang digunakan dalam kasus ini.
Resmi Menikah dengan Jang Dong Yoon, Ini Daftar Film dan Drama yang Dibintangi Kim Seung Yoon

Resmi Menikah dengan Jang Dong Yoon, Ini Daftar Film dan Drama yang Dibintangi Kim Seung Yoon

Resmi menikah dengan Jang Dong Yoon, ini daftar film dan drama yang dibintangi aktris Kim Seung Yoon.
Rio Ferdinand dan Ryan Giggs Siap Hidupkan Rivalitas Manchester United Vs Arsenal di SUGBK

Rio Ferdinand dan Ryan Giggs Siap Hidupkan Rivalitas Manchester United Vs Arsenal di SUGBK

Meski hanya berstatus laga ekshibisi, legenda Manchester United, Rio Ferdinand tidak ingin sekadar datang untuk menikmati pertandingan.
Begini Kronologi Kasus Dugaan Penipuan Emas yang Menyeret Artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen

Begini Kronologi Kasus Dugaan Penipuan Emas yang Menyeret Artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen

Kirana Larasati maupun Jennifer Coppen sudah memberikan klarifikasi terkait kasus yang tengah menjadi sorotan publik ini. Simak selengkapnya dalam berita ini.
Dua Tokoh NU Bantah Kehadiran di Luar Agenda Muktamar

Dua Tokoh NU Bantah Kehadiran di Luar Agenda Muktamar

Rais Syuriah PWNU Kalimantan Barat (Kalbar) dan PCNU Kabupaten Kayong Utara turut meluruskan informasi terkait namanya yang disebut ikut serta dalam kegiatan Halaqoh Kebangsaan dan Silaturrahmi Alumni Ikapete di MPR RI beberapa waktu lalu.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT