Update Kambing Makan Kertas, Dinkes Probolinggo: Ini Penjelasannya
- m syahwan
Probolinggo, tvOnenews.com - Fenomena kambing makan kertas di Pulau Gili Ketapang bukanlah hal baru. Bahkan kondisi itu sudah terjadi sejak dahulu kala, masyarakat setempat pun menganggapnya sebagai pemandangan biasa.
Kabid Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Probolinggo, drh. Nicolas menyampaikan, terlepas dari keadaan itu, ada penjelasan ilmiah mengapa kambing di Pulau Gili sampai memakan kertas, sebuah insting alami hewan tersebut, Rabu (14/6).
“Jadi yang tercium dalam indra kambing itu adalah bau makanan yang terbungkus dalam kertas. Baik itu kertas nasi atau kertas koran di tumpukan sampah. Karena bau makanan, ya secara naluriah dia makan,” jelasnya.
Soal dampak dari makan kertas itu, Nicolas menambahkan, jelas ada dampaknya di dalam sistem pencernaan kambing. Kertas memang bisa dicerna, namun membutuhkan waktu yang lebih lama dari pada bahan makanan pada umumnya.
“Belum lagi kalau kambingnya makan plastik. Pasti ada senyawa kimia yang tercampur dan berdampak negatif pada kesehatan. Kesehatan ternak sendiri maupun yang mengonsumsi dagingnya,” tambahnya.
Berdasarkan penjelasan itulah, daging kambing yang memakan kertas tidak disarankan untuk dikonsumsi. Khawatir menimbulkan efek samping pada yang mengonsumsi.
"Jika memang akan dikonsumsi, alangkah baiknya jika dilakukan treatment terlebih dahulu. Berupa membenahi konsumsi pakan ternaknya. Dalam kurun waktu tertentu, sebelum akhirnya disembelih dan dimakan dagingnya," tandasnya.
Diketahui wilayah geografis Pulau Gili Ketapang merupakan daerah pesisir pantai dan memang tersebar sampah. Baik itu sampah organik maupun anorganik. Termasuk bekas makanan masyarakat, berupa bekas nasi bungkus. (msn/far)
Load more