News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Satu Keluarga Komplotan Pencuri asal Pakistan Dideportasi Imigrasi Tanjung Perak Surabaya

Satu keluarga WNA Pakistan yang kerap kali melakukan pencurian dan penipuan di sejumlah wilayah, diantaranya Jakarta, Semarang, Surabaya dan Bali akhirnya dideportasi ke negara asalnya, Jumat (4/1) lalu.
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 8 Januari 2024 - 16:47 WIB
Satu Keluarga Komplotan Pencuri asal Pakistan Dideportasi Imigrasi Tanjung Perak Surabaya
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

Surabaya, tvOnenews.com - Satu keluarga WNA Pakistan yang kerap kali melakukan pencurian dan penipuan di sejumlah wilayah, diantaranya Jakarta, Semarang, Surabaya dan Bali akhirnya dideportasi ke negara asalnya, Jumat (4/1) lalu.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak mendeportasi satu keluarga terdiri tiga orang Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan. MT (21), MRJ (45) dan RZ (50), ketiganya dipulangkan ke negara asalnya setelah ditahan selama empat bulan oleh Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mereka telah selesai menjalani masa hukuman, dan kami deportasi ke negara asalnya,” kata Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Perak, Verico Sandi, Senin (8/1). 

Dia menjelaskan, tiga WNA itu dideportasi karena dianggap telah melakukan kegiatan yang membahayakan keamanan dan ketertiban umum.

“Serta tidak menghormati dan tidak mentaati peraturan perundang-undangan,” tambah Verico.

Dipimpin Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Arief Satriawan, tiga warga Pakistan itu dipulangkan petugas imigrasi melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta. Mereka transit terlebih dulu di Bangkok, Thailand, sebelum diterbangkan ke negara asalnya.

Untuk diketahui, para WNA ini adalah satu keluarga komplotan pelaku aksi pencurian di sejumlah wilayah. Di ntaranya di Jakarta, Bali, sejumlah daerah di Jawa Tengah, Surabaya, dan lainnya. Sasarannya adalah toko pakaian hingga waralaba dan supermarket.

Dalam aksinya, mereka mencuri uang di kasir dengan modus pura-pura menukar mata uang asing. Salah satu pelaku berusaha mengalihkan perhatian kasir. Sedangkan pelaku lainnya beraksi mengambil uang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Aksi mereka berakhir di Surabaya. Mereka ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya seusai mencuri di sebuah toko milik pengusaha muda Tomy Liwafa di kawasan Kedung Cowek Surabaya,” pungkasnya. (zaz/gol) 

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Layvin Kurzawa Siap-siap Saja, Bos Persib Janji Bakal Bikin Eks Pemain PSG Itu Betah di Bandung

Layvin Kurzawa Siap-siap Saja, Bos Persib Janji Bakal Bikin Eks Pemain PSG Itu Betah di Bandung

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar membagikan kisah di balik caranya membangun kedekatan emosional dengan para pemain asing Maung Bandung. Sosok yang akrab ...
12 Pegawai Bea Cukai Ditangkap saat OTT KPK

12 Pegawai Bea Cukai Ditangkap saat OTT KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) amankan belasan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Mulai Hari ini Tolong Amalkan Istighfar, Kata Ustaz Adi Hidayat Punya 3 Keistimewaan yang Tak Terduga

Mulai Hari ini Tolong Amalkan Istighfar, Kata Ustaz Adi Hidayat Punya 3 Keistimewaan yang Tak Terduga

Merugi jika kita tidak mengamalkan istighfar. Sebab ada 3 keistimewaannya, simak selengkapnya
Bagaimana Jika Rajin Shalat tapi Tidak Tahu Arti Bacaannya? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Bagaimana Jika Rajin Shalat tapi Tidak Tahu Arti Bacaannya? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Bagaimana jika rajin shalat tapi tidak mengerti arti bacaan shalat? Ternyata begini penjelasan dari Ustaz Abdul Somad.
OTT di Depok Sasar Hakim, Uang Ratusan Juta Diamankan

OTT di Depok Sasar Hakim, Uang Ratusan Juta Diamankan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Depok, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).
Ada Kabar Buruk, Siklon Makin Dekat Ancam Hujan Ekstrem Jawa-Sumatera

Ada Kabar Buruk, Siklon Makin Dekat Ancam Hujan Ekstrem Jawa-Sumatera

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan ancaman hujan ekstrem di Indonesia berpotensi terjadi semakin sering dan bahkan bisa menjadi normal baru akibat perubahan iklim.

Trending

Ada Kabar Buruk, Siklon Makin Dekat Ancam Hujan Ekstrem Jawa-Sumatera

Ada Kabar Buruk, Siklon Makin Dekat Ancam Hujan Ekstrem Jawa-Sumatera

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan ancaman hujan ekstrem di Indonesia berpotensi terjadi semakin sering dan bahkan bisa menjadi normal baru akibat perubahan iklim.
OTT di Depok Sasar Hakim, Uang Ratusan Juta Diamankan

OTT di Depok Sasar Hakim, Uang Ratusan Juta Diamankan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Depok, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).
Mulai Hari ini Tolong Amalkan Istighfar, Kata Ustaz Adi Hidayat Punya 3 Keistimewaan yang Tak Terduga

Mulai Hari ini Tolong Amalkan Istighfar, Kata Ustaz Adi Hidayat Punya 3 Keistimewaan yang Tak Terduga

Merugi jika kita tidak mengamalkan istighfar. Sebab ada 3 keistimewaannya, simak selengkapnya
Bagaimana Jika Rajin Shalat tapi Tidak Tahu Arti Bacaannya? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Bagaimana Jika Rajin Shalat tapi Tidak Tahu Arti Bacaannya? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Bagaimana jika rajin shalat tapi tidak mengerti arti bacaan shalat? Ternyata begini penjelasan dari Ustaz Abdul Somad.
12 Pegawai Bea Cukai Ditangkap saat OTT KPK

12 Pegawai Bea Cukai Ditangkap saat OTT KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) amankan belasan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Blak-blakan 5 Pemain Asing Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia, Ada Bintang Grade A Eropa

Blak-blakan 5 Pemain Asing Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia, Ada Bintang Grade A Eropa

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membuka peluang besar bagi kehadiran pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. 5 pemain asing ini siap jadi WNI?
Terungkap! Siswa SD Bunuh Diri di NTT Ternyata Terdaftar PIP tapi Tak Bisa Cair, Bupati Ngada: KTP Orang Tua Bukan Warga Sini

Terungkap! Siswa SD Bunuh Diri di NTT Ternyata Terdaftar PIP tapi Tak Bisa Cair, Bupati Ngada: KTP Orang Tua Bukan Warga Sini

Sebagai informasi, PIP adalah bantuan tunai pendidikan untuk peserta didik usia 6-21 tahun yang berasal dari keluarga miskin/rentan miskin, pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau peserta PKH. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT