GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diwarnai Aksi Saling Dorong dengan Petugas, Ratusan Warga di Lumajang Gelar Aksi Demo Tambak Udang

Ratusan warga yang berasal dari Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, Desa Darungan, Desa Kraton dan Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang Jawa Timur, menggelar aksi demo ke lokasi tambak udang PT Bumi Subur
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 30 Desember 2024 - 15:56 WIB
Ratusan Warga di Lumajang Gelar Aksi Demo Tambak Udang
Sumber :
  • tvOne - wawan sugiarto

Lumajang, tvOnenews.com – Ratusan warga yang berasal dari Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, Desa Darungan, Desa Kraton dan Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang Jawa Timur, menggelar aksi demo ke lokasi tambak udang PT Bumi Subur, di Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun, Senin (30/12).

Pantauan tvOnenews.com di lokasi aksi, nampak ratusan massa yang merupakan para petani dan nelayan dari 4 desa tersebut, datang dengan menggunakan satu mobil pick up lengkap dengan sound system, serta ratusan motor. Sementara itu, puluhan petugas gabungan dari unsur TNI-Polri dan Satpol PP, nampak telah berjaga-jaga di pintu masuk area tambak udang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketegangan antara massa aksi dengan petugas keamanan, sempat terjadi di depan pintu masuk area tambak udang, ketika massa berusaha masuk namun dihalangi oleh petugas, sehingga terjadi aksi saling dorong.

Karena situasi semakin memanas dan massa terus berusaha memaksa masuk ke dalam area tambak, akhirnya setelah dilakukan koordinasi dengan manajemen perusahaan tambak udang, perwakilan warga akhirnya diperboleh masuk dan ditemui oleh manager PT Bumi Subur.

Koordinator lapangan aksi demo, Ali Ridho menyatakan bahwa aksi demo yang digelar kali ini merupakan aksi lanjutan dari serangkaian aksi demo sebelumnya, yang menuntut pihak pengelola tambak udang segera melakukan revitalisasi aliran sungai serta memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Tuntutan kita tetap tetap seperti tuntutan sebelumnya yang juga belum direalisasikan oleh pihak tambak udang. Aksi seperti ini sudah kami lakukan sebanyak 8 kali, namun belum ada realisasi. Sebab, dengan adanya tambak udang ini ada penyempitan aliran sungai yang disengaja oleh perusahaan (tambak udang) pada waktu itu, yang sangat berdampak buruk pada petani dan nelayan,” kata Ali kepada sejumlah wartawan, Senin (30/12).

“Kami menuntut pihak perusahaan tambak udang segera melakukan revitalisasi sungai seperti semula, disamping itu kita juga agar ipal difungsikan secara sesuai sebagaimana mestinya. Bukan yang seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Edi Purwoko selaku manager PT Bumi Subur, mengaku belum bisa memberikan keputusan atas tuntutan warga, sebab hal ini akan disampaikan kepada pimpinan perusahaan.

“Kita menghargai tuntutan yang disampaikan warga tadi ya, kalau memang terdampak dan kita bisa mengatasi untuk membantu kita akan bantu. Yang dituntutkan pelebaran sungai yang di area tambak, nah itu nanti akan kita sampaikan pada pimpinan kami. Karena saya juga bukan pembuat keputusan. Terkait Ipal nanti akan kita sempurnakan. Jadi kami mohon waktu 5 hari untuk menyampaikan hal ini kepada pimpinan,” terang Edi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum meninggalkan tambak udang, massa mengancam akan menggelar aksi demo susulan dengan massa yang lebih besar, jika tuntutan mereka tidak direalisasikan.

“Kita akan tunggu keputusannya, jika masih belum direalisasikan, kita akan menggelar aksi lagi dengan massa yang lebih besar. Dan aksi ini akan kita lakukan setiap 10 hari sekali, jika perlu kita tahun baruan di tambak udang,” tegas Ali Ridho. (wso/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Ketar-ketir John Herdman akan Bawa Timnas Indonesia Balik ke Era Shin Tae-yong

Media Vietnam Ketar-ketir John Herdman akan Bawa Timnas Indonesia Balik ke Era Shin Tae-yong

Media Vietnam mulai khawatir John Herdman akan membawa Timnas Indonesia kembali ke era Shin Tae-yong dari segi penggunaan taktik di atas lapangan. Apa katanya?
Kronologi Pesaing Persib di ACL Two Dapat Sanksi WO oleh AFC, Ternyata Musim Lalu Sudah Untungkan Klub Singapura

Kronologi Pesaing Persib di ACL Two Dapat Sanksi WO oleh AFC, Ternyata Musim Lalu Sudah Untungkan Klub Singapura

Keputusan itu diambil AFC setelah CAHN terbukti menurunkan dua pemain yang tidak memenuhi syarat tampil.
Sebut Ditipu Vicky Prasetyo Rp700 Juta, Nunun sampai Cerai dengan Suaminya: Rumah Tangga Saya Hancur

Sebut Ditipu Vicky Prasetyo Rp700 Juta, Nunun sampai Cerai dengan Suaminya: Rumah Tangga Saya Hancur

Vicky Prasetyo terlibat kasus dugaan penipuan. Korban mengungkapkan sang artis meminjam uang Rp700 juta dan menjanjikan suaminya jadi cawabup Bandung Barat.
Geger! Mal Ciputra Cibubur Kebakaran, Damkar Pastikan Api Sudah Padam

Geger! Mal Ciputra Cibubur Kebakaran, Damkar Pastikan Api Sudah Padam

Insiden kebakaran melanda pusat perbelanjaan di Mal Ciputra Cibubur, Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi, Selasa (17/2/2026).
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Tiga Amalan Pokok Ramadhan, Bukan Sekadar Tahan Lapar dan Haus

Ustaz Adi Hidayat Ungkap Tiga Amalan Pokok Ramadhan, Bukan Sekadar Tahan Lapar dan Haus

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan tiga amalan pokok Ramadhan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh agar puasa menghasilkan takwa dan ampunan Allah SWT.
Tim Gabungan Intensifkan Pemadaman dan Patroli Karhutla

Tim Gabungan Intensifkan Pemadaman dan Patroli Karhutla

Tim gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengintensifkan pemadaman dan patroli titik api di sejumlah wilayah rawan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT