GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tas Anyaman Plastik Tetap Eksis di Tengah Gempuran Produk Kain

Tas anyaman plastik tetap eksis dan diminati, di tengah banyaknya produk tas berbahan kain di Kabupaten Jombang. 
Kamis, 20 Maret 2025 - 12:51 WIB
Tas Anyaman Plastik
Sumber :
  • tim tvone - umar sanusi

Jombang, tvOnenews.com – Tas anyaman plastik tetap eksis dan diminati, di tengah banyaknya produk tas berbahan kain di Kabupaten Jombang. 

Di tangan Indah Wahyuni, seorang pengrajin tas anyaman plastik asal Desa Plandi, Kecamatan Jombang, masih konsisten memproduksi tas ekonomis ini tanpa kehilangan pelanggan setianya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tas yang diproduksi oleh Indah dikenal awet, multifungsi, dan lebih ramah di kantong. Banyak yang memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tas belanja, hampers, hingga souvenir acara seperti hajatan keluarga dan pengajian.

"Kebanyakan pelanggan membeli untuk kebutuhan lebaran, hajatan, atau acara pengajian," kata Indah, saat ditemui pada Kamis (20/3).

Meskipun banyak tas berbahan kain yang kini mendominasi pasaran dengan harga yang relatif mahal, Indah tetap bertahan dengan produk tas plastiknya. Bahkan, ia dibantu oleh empat karyawan untuk memenuhi permintaan. Dalam sehari, Indah bisa memproduksi 30 hingga 50 tas, namun jika ada pesanan besar untuk acara tertentu, produksinya bisa mencapai 100 tas per hari.

"Kalau ada pesanan khusus, bisa sampai 100 tas sehari," lanjutnya.

Harga tas hasil produksi Indah cukup terjangkau, mulai dari Rp 7000 hingga Rp 20.000 per buah, tergantung ukuran dan model yang dipesan. Berkat ketekunannya, Indah mampu meraup omzet hingga Rp 10 juta per bulan, terutama pada saat pesanan sedang ramai.

"Alhamdulillah, per bulan saya bisa kumpulkan Rp 10 juta, kalau lagi ramai," ungkapnya.

Usahanya yang sudah berjalan bertahun-tahun ini dipasarkan melalui mulut ke mulut. Pelanggan setianya langsung memesan melalui telepon tanpa perlu menggunakan media sosial, karena mereka sudah tahu lokasi tempat usahanya.

"Pelanggan biasanya langsung telepon saja, nanti tinggal ambil kalau sudah jadi," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tas anyaman yang dibuat Indah menggunakan bahan dasar plastik bekas seperti kresek atau botol plastik. Bahan ini diolah dan dianyam menjadi tas multifungsi yang ramah lingkungan. Proses pembuatan tas membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit, tergantung ketelitian dan kecepatan si pengrajin.

“Semoga dengan tetap mempertahankan produk ini, saya dapat terus melayani pelanggannya serta berkontribusi dalam mengurangi limbah plastik melalui kreasi tas anyaman yang unik dan ekonomis,” harapnya. (roi/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan ke Mercedes, Eks Pembalap F1 ini Sarankan Max Verstappen Gabung ke Ferrari jika Tinggalkan Red Bull

Bukan ke Mercedes, Eks Pembalap F1 ini Sarankan Max Verstappen Gabung ke Ferrari jika Tinggalkan Red Bull

Mantan pembalap F1, David Coulthard, menilai Max Verstappen akan lebih pas berlabuh ke Scuderia Ferrari ketimbang Mercedes jika berniat meninggalkan Red Bull.
Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab PJU Mabes Polri dan Kapolda, Sejumlah Jenderal Dapat Jabatan Strategis

Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab PJU Mabes Polri dan Kapolda, Sejumlah Jenderal Dapat Jabatan Strategis

Kadiv Humas Polri menyatakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk mendukung pembinaan karier serta memperkuat kelembagaan.
Temui Kemensos RI, DEMA PTKIN Siap Kolaborasi dalam Bidang Pendidikan, Berfokus pada Sekolah Rakyat

Temui Kemensos RI, DEMA PTKIN Siap Kolaborasi dalam Bidang Pendidikan, Berfokus pada Sekolah Rakyat

DEMA PTKIN melaksanakan pertemuan bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia pada Senin, 19 Mei 2026, bertempat di kantor kementerian sosial di Jakarta.
Megawati Hangestri Belum Juga Berangkat ke Hyundai Hillstate, Ternyata Ini Penyebabnya

Megawati Hangestri Belum Juga Berangkat ke Hyundai Hillstate, Ternyata Ini Penyebabnya

Meski sudah resmi diperkenalkan Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri ternyata belum juga berangkat ke Korea Selatan. Agen sang pemain akhirnya membongkar alasanya
Gojek Resmi Ubah Skema Bagi Hasil GoRide, Driver Kini Dapat 92 Persen

Gojek Resmi Ubah Skema Bagi Hasil GoRide, Driver Kini Dapat 92 Persen

Gojek resmi mengubah skema bagi hasil GoRide menjadi 92 persen untuk driver dan 8 persen untuk perusahaan mengikuti Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
Mahasiswi Teknik Unhas Ditemukan Meninggal di Area Kampus Gowa, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Korban

Mahasiswi Teknik Unhas Ditemukan Meninggal di Area Kampus Gowa, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Korban

Kabar duka menyelimuti lingkungan Fakultas Teknik Unhas Gowa. Seorang mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur 2024 berinisial PTJ ditemukan tewas di area kampus

Trending

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung penataan kawasan eks Hibisc Fantasy dan meminta penambahan personel guna mempercepat proses reboisasi.
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 
Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Pink Spiders semakin menunjukkan ambisinya jelang musim baru setelah merekrut Yensy Kindelán, usai sebelumnya juga mendatangkan sahabat Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT