News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bung Tomo yang Bersahaja, Pejuang yang Tak Ingin Dimakamkan di Makam Pahlawan

Pertempuran di Surabaya ini tidak lepas dari peran Sutomo atau yang lebih dikenal dengan Bung Tomo.
Senin, 10 November 2025 - 12:30 WIB
Peringatan Hari Pahlawan
Sumber :
  • tim tvone - sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com - Perang yang terjadi di Kota Surabaya diakui merupakan pertempuran yang paling sengit yang pernah terjadi di Indonesia. Pertempuran di Surabaya ini tidak lepas dari peran Sutomo atau yang lebih dikenal dengan Bung Tomo. Teriakan takbirnya mampu membakar semangat juang para pemuda. Kini dia telah gugur, namun tak banyak yang tahu jika jasadnya tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, melainkan di tempat pemakaman umum. 

Pertempuran 10 November 1945 di Kota Surabaya tidak bisa dilepaskan dari peran besar Bung Tomo. Bung Tomo yang dikenal dengan takbirnya. Saat itu, dia mampu membakar semangat para pejuang, arek-arek Suroboyo bertempur melawan Sekutu untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan takbirnya para pemuda berjuang hingga titik darah penghabisan, mengorbankan nyawa, untuk satu kata Merdeka. Indonesia Tetap Merdeka dan berdaulat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena perjuangan dan pengabdiannya itulah, Bung Tomo mendapatkan gelar pahlawan nasional pada peringatan Hari Pahlawan tahun 2008 lalu di Istana Merdeka, Jakarta. Penghargaan gelar Pahlawan Nasional ini diterima langsung oleh istrinya, Ny Sulistina.

Lelaki bersahaja dan dikenal hidup dengan sederhana ini wafatnpada 7 Oktober 1981, ketikan menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Sesuai dengan wasiatnya, Bung Tomo tidak ingin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, melainkan di Taman Pemakaman Umum Ngagel Surabaya.

Hal ini sempat memunculkan perdebatan di kalangan khalayak karena Bung Tomo dikenal sebagai pejuang dan pahlawan nasional, meski begitu keluarga Bung Tomo tetap memakamkan di TPU Ngagel Rejo. bukan di Taman Makam Pahlawan yang lokasinya hanya berseberangan dipisah oleh jalan raya saja.

Terkait mengapa Bung Tomo dimakamkan di TPU Ngagel Rejo Surabaya, hal ini karena Bung Tomo yang semasa hidupnya dikenal bersahaja dan sederhana, ingin selalu dekat dengan rakyat yang dicintainya. Sehingga saat meninggal pun dia memilih dimakamkan satu kompleks di TPU Ngagel Rejo. 

Salah seorang penjaga makam B kompleks TPU Ngagel Rejo menyebutkan, pada hari biasa, makam Bung Tomo ini sepi kunjungan. Namun menjadi ramai, saat hari nasional, seperti Hari Kemerdekaan, Hari Sumpah Pemuda, dan Hari Pahlawan. 

"Jika hari biasa memang sepi, mungkin yang keluarga dan kerabat-kerabatnya saja. Namun saat momen hari nasional seperti Agustusan, Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, banyak pendatang berziarah. Seperti rombongan sekolah dan ormas-ormas yang datang ziarah," ungkap penjaga makam, Mursyidi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menilainya wajar kalau hari biasa sepi dan hari nasional cukup ramai. Bahkan parkiran motor dan mobil penuh. 

“Biasanya di hari nasional, para pemuda dan masyarakat lainnya mengingat para pahlawan, seperti Bung Tomo yang memang dikenal sebagai pejuang di Surabaya," tandasnya. (msi/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai

Trending

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT