Minim Penindakan, Truk dan Bus Besar Masih Terobos Jalur Kota Probolinggo
- tvOne - m syahwan
Probolinggo, tvOnenews.com – Akibat minimnya penindakan tegas, puluhan truk dan bus besar masih nekat melintas di jalur dalam Kota Probolinggo, meski rambu larangan telah terpasang. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap efektivitas pengawasan dan penegakan aturan lalu lintas oleh instansi terkait.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan bertonase besar dari arah timur masih bebas masuk kota, terutama pada waktu malam hari. Puluhan hingga ratusan kendaraan besar tersebut seharusnya melalui Jalan Lingkar Utara (JLU).
Sesuai arahan Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Pudi Tjahjo Wahono, mengatakan bahwa kendaraan besar dari arah timur dialihkan sebelum traffic light Randupangger untuk berbelok ke arah utara dan tidak memasuki jalur kota.
“Namun fakta di lapangan menunjukkan pengalihan tersebut kerap diabaikan,” katanya.
Hal serupa juga terjadi dari arah barat. Truk dan bus besar yang datang dari arah Pasuruan maupun Surabaya tetap menerobos masuk ke kawasan perkotaan, meskipun sudah ada pos pantau kepolisian.
“Padahal Jalur Lingkar Utara telah ditetapkan sebagai lintasan alternatif guna menghindari kepadatan, risiko kecelakaan, serta kerusakan infrastruktur jalan dalam kota,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Riyadus Sholihin Firdaus, menuturkan bahwa diduga minimnya penjagaan dan hampir tidak adanya penindakan langsung di titik-titik rawan membuat sopir kendaraan besar seolah tidak takut melanggar.
“Pihak terkait harus bertindak tegas, seperti operasi rutin, penilangan, maupun penghalauan tegas di lapangan, sehingga larangan truk dan bus masuk kota terkesan hanya sebatas formalitas,” terangnya, Rabu (7/1/2026).
Akibat kondisi yang disinyalir dibiarkan ini, sejumlah warga mengeluhkan meningkatnya potensi kecelakaan, kemacetan, serta kerusakan jalan yang baru diperbaiki.
“Pembangunan proyek dua ruas jalan arteri sudah selesai, di sepanjang Jalan Panglima Soedirman hingga Sukarno Hatta (Pilang), mari kita jaga bersama agar tidak kembali rusak, salah satunya agar Truk/Bus besar tidak ada lagi melintas kecuali di jalur yang ditetapkan yaitu Jalan Lingkar Utara (JLU),” pungkasnya.
Jika tanpa langkah konkret dan pengawasan ketat, pelanggaran dipastikan akan terus terjadi, sementara keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan warga Kota Probolinggo terus dipertaruhkan. (msn/gol)
Load more