News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dugaan Perselingkuhan Kepala Dusun di Mojoagung Mencuat, Dua Video Jadi Bukti

Seperti inilah detik-detik video oknum Kepala Dusun (Kasun) di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang kepergok diduga melakukan perselingkuhan dengan perempuan yang sudah bersuami.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 11 Februari 2026 - 20:54 WIB
detik-detik video oknum Kepala Dusun (Kasun) di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang
Sumber :
  • tvOne - rohmadi

Jombang, tvOnenews.com - Seperti inilah detik-detik video oknum Kepala Dusun (Kasun) di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang kepergok diduga melakukan perselingkuhan dengan perempuan yang sudah bersuami.

Terlihat dalam video yang viral di media sosial tersebut, oknum Kasun itu keluar kamar dengan tergesa-gesa sambil memakai pakaian. Mirisnya, aksi tidak terpuji itu direkam oleh anak dari perempuan yang sudah bersuami tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan salah satu oknum Kasun berinisial S ternyata telah berlangsung cukup lama. Hal itu diungkapkan J (48), suami dari P, perempuan yang diduga menjalin hubungan terlarang dengan S.

J mengaku dugaan perselingkuhan tersebut sudah terjadi sejak sekitar lima tahun lalu. Namun, selama itu pula ia kesulitan membuktikannya.

“Sudah sejak lima tahun yang lalu, saya sebenarnya tahunya. Kebetulan kan rumah kepala dusun itu mepet sama rumah saya,” ungkap J saat dikonfirmasi, Rabu (11/2).

J menjelaskan, kejadian pertama kali ia curigai saat S diduga naik ke kamar mandi rumahnya dengan tujuan masuk ke kamar sang istri, ketika dirinya sedang berjualan di luar rumah.

“Waktu itu saya pulang dari jualan, kelihatan ada kaki di atas tembok kamar mandi. Begitu ketahuan, dia langsung kabur. Tapi waktu itu saya nggak punya bukti rekaman,” jelasnya.

Tak hanya itu, J juga mengaku beberapa kali memergoki S mengintip istrinya dari samping jendela saat korban sedang tidur. Dugaan tersebut sempat diadukan ke kepala desa, namun tidak berlanjut karena minimnya alat bukti dan selesai secara damai.

“Sudah pernah saya laporkan ke kepala desa, tapi katanya buktinya nggak kuat. Akhirnya putus di jalan, dan selesai secara kekeluargaan,” kata J.

Kasus tersebut kembali mencuat beberapa waktu lalu, tepatnya pada (15/12/2025). Anak-anak J memergoki langsung kejadian tersebut dan merekamnya. Menurut J, kini terdapat dua bukti video yang memperkuat laporannya.

“Sekarang ada dua video. Yang pertama video kepala dusun itu keluar dari kamar berduaan dengan istri saya. Yang kedua dia lari dari kamar dan dikejar anak saya,” tegasnya.

Dengan bukti tersebut, J kembali melapor ke pemerintah desa. Dari pihak desa, kata J, sempat diberikan dua pilihan kepada S selaku kepala dusun setempat yang dilaporkan, yakni mengundurkan diri dari jabatan kepala dusun atau menghadapi proses hukum.

“Kalau dia mau turun dari jabatan, saya nggak lapor polisi. Tapi dia malah nantang. Ya sudah, saya lanjut ke jalur hukum,” ujarnya.

Laporan awal dibuat ke Polsek Mojoagung sebelum akhirnya diarahkan ke Polres Jombang. Hingga kini, J dan dua anaknya telah dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Harapan saya satu, dipenjara saja. Biar nggak mentang-mentang di kampung,” ucap J dengan nada emosional.

Ia juga menegaskan menolak segala bentuk upaya damai. Menurutnya, dampak kasus ini telah menghancurkan keluarganya.

“Keluarga saya sudah morat-marit. Istri saya sudah saya pulangkan, tiga anak ikut saya semua. Nggak bisa damai,” tegasnya.

Sementara itu, kepala desa setempat membenarkan adanya laporan masyarakat terkait dugaan perselingkuhan tersebut. Saat diwawancarai di kantor desa pada Kamis (5/2/2026), ia menyebut sekitar 9 hingga 10 warga mendatangi balai desa untuk menyampaikan aspirasi.

“Memang kejadian itu betul, saya dengar langsung dari yang bersangkutan dan juga dari masyarakat saat mediasi itu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihaknya mengakui telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan di atasnya dan mengaku menyerahkan semua kepada proses hukum yang masih berlangsung.

“Kami sudah melaporkan ke pimpinan tingkat kecamatan dan kabupaten. Kami menunggu hasil resmi dari kepolisian, kejaksaan, atau pengadilan. Kalau sudah jelas, baru kami tindak lanjsuti sesuai keputusan dan kewenangan kami, serta aturan yang berlaku” pungkasnya. (roi/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia Yakin Bisa Raih Medali Emas di Asian Games 2026

Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia Yakin Bisa Raih Medali Emas di Asian Games 2026

Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia, Deni Fianda mengaku optimistis bahwa tim Merah Putih bisa meraih medali emas di Asian Games 2026. Rasa percaya diri ini ditunjukkan usai skuad Garuda mampu tampil apik.
Thom Haye Dikartu Merah, Maarten Paes Sebut Suporter Bantu Timnas Indonesia Amankan Clean Sheet Hadapi Malaysia

Thom Haye Dikartu Merah, Maarten Paes Sebut Suporter Bantu Timnas Indonesia Amankan Clean Sheet Hadapi Malaysia

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, memberikan apresiasi kepada suporter setelah skuad Garuda menahan Malaysia di lanjutan ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Musim Ketiga di Korea, Megawati Hangestri Ungkap Lebih Suka Tempat Seperti ini untuk Dikunjungi

Musim Ketiga di Korea, Megawati Hangestri Ungkap Lebih Suka Tempat Seperti ini untuk Dikunjungi

Bukan Seoul, Megawati Hangestri ternyata lebih suka tempat seperti ini saat punya waktu luang di Korea. Simak pilihan favorit Megatron di musim ketiganya.
Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Giovanna Milana 'Lupakan' Megawati Hangestri, Kini Punya Tandem Baru Pemain Bintang di Liga Voli Jepang 2026-2027

Giovanna Milana 'Lupakan' Megawati Hangestri, Kini Punya Tandem Baru Pemain Bintang di Liga Voli Jepang 2026-2027

Tak lagi bermain dengan Megawati Hangestri, Giovanna Milana kini memiliki tandem baru. Ia nantinya akan bertandem dengan pemain kelas bintang di Liga Voli Jepang 2026-2027.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT