Kebakaran Ruko Laundry di Kabupaten Malang, Satu Orang Tewas dan Tiga Luka Bakar
- tvOne - Edy Cahyono
Malang, tvOnenews.com - Kebakaran hebat melanda sebuah ruko untuk usaha laundry di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Dalam kejadian tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Ir. Soekarno, Dusun Sidoayu, Desa Sidorejo, Senin (16/3). Petugas dari Polsek Pagelaran bersama tim gabungan langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Suliadi (48), pemilik usaha laundry. Sementara tiga korban lainnya mengalami luka bakar dan telah mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan kebakaran diduga dipicu oleh percikan api dari kompor pemanas air untuk setrika uap yang menyambar uap bensin.
"Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga terjadi akibat percikan api dari kompor yang menyambar uap bensin saat korban memindahkan bahan bakar, sehingga api dengan cepat membesar," kata AKP Bambang, saat dikonfirmasi, Selasa (17/3).
Ia menjelaskan, saat kejadian korban tengah memindahkan bensin dari jerigen ke botol di dalam ruko. Namun, uap bensin yang mudah terbakar tersulut api dan menyebabkan kobaran api membesar hingga membakar bangunan serta kendaraan di sekitar lokasi.
Sejumlah barang dilaporkan ikut terbakar, diantaranya satu unit bangunan ruko, tiga sepeda motor, serta peralatan dan pakaian laundry milik pelanggan. Total kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
AKP Bambang menambahkan petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan serangkaian tindakan, mulai dari pengamanan tempat kejadian perkara, evakuasi korban, hingga berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
"Petugas segera mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, keluarga korban meninggal dunia menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
AKP Bambang menyebut masih melakukan penyelidikan untuk memastikan ada tidaknya unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut. (eko/ias)
Load more