Dari Pesantren untuk Lingkungan, Santri Denanyar Jombang Kelola Sampah Demi Masa Depan Berkelanjutan
- timtvOne
“Pengelolaan sampah di pesantren ini merupakan kegiatan sosial dan bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga sustainable environment atau keberlanjutan lingkungan. Fokus utama kami bukan semata-mata pada aspek ekonomi, tetapi bagaimana membangun budaya peduli lingkungan, kebersihan, dan tanggung jawab bersama di kalangan santri,” ujar Hilmy, Minggu (10/5).
Menurut Hilmy kesadaran menjaga lingkungan harus dibangun sejak dini terutama di lingkungan pendidikan seperti pesantren yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda.
Pria yang akrab disapa Gus Hilmy menyebut apabila ke depan pengelolaan sampah mampu menghasilkan nilai ekonomi, hal itu merupakan bonus dari gerakan sosial yang sedang dibangun bersama.
“Jika nantinya rumah sampah ini memiliki income atau pendapatan dari hasil pengelolaan sampah maka itu merupakan nilai tambah dari kegiatan sosial lingkungan yang sedang kami bangun bersama,” tambahnya.
Rumah Pengelolaan Sampah tersebut dirancang menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu. Sistemnya meliputi pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot dan kompos, hingga pengumpulan sampah bernilai ekonomi yang dapat didaur ulang.
Tak hanya itu, program tersebut juga diarahkan sebagai pusat edukasi lingkungan bagi para santri dan masyarakat sekitar. Para santri diharapkan tidak hanya memahami pentingnya kebersihan secara teoritis tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Di tengah persoalan sampah nasional yang kian kompleks langkah kecil dari lingkungan pesantren ini menjadi gambaran bahwa perubahan dapat dimulai dari komunitas terkecil. Pesantren yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan keagamaan kini juga mengambil peran dalam isu lingkungan hidup.
"Melalui kolaborasi antara pesantren, komunitas, dan dunia industri, Rumah Pengelolaan Sampah Denanyar diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis pesantren yang mampu memberi dampak sosial, lingkungan, sekaligus ekonomi secara berkelanjutan," harapnya. (timtvOne)
Load more