GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gubernur Khofifah Lepas Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Gubernur Khofifah lepas 1790 murid program magang kerja luar negeri, serta alumni sebagai pekerja migran dari SMK wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:04 WIB
Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran
Sumber :
  • Tim tvone - tim tvone

Tulungagung, tvOnenews.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas sebanyak 1790 murid peserta program magang kerja luar negeri serta alumni sebagai pekerja migran dari SMK wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan di SMKS Sore Tulungagung, Kamis (14/5).

Pelepasan ini menjadi bukti nyata kesiapan SDM vokasi Jawa Timur menembus pasar kerja global, sekaligus penguatan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif, kompetitif, dan terhubung langsung dengan kebutuhan industri internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa penguatan kualitas pendidikan vokasi terus dilakukan agar lulusan SMK Jawa Timur memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan. Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jumlah peserta yang diberangkatkan pada kegiatan tersebut mencapai 1790 orang. Terdiri dari 1067 murid SMK kelas XII dan XIII peserta magang kerja luar negeri serta 723 alumni SMK yang bekerja sebagai pekerja migran di berbagai negara.

Adapun negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, hingga Thailand. Dari sejumlah negara tersebut, Jepang masih menjadi tujuan dominan dengan jumlah peserta mencapai 1216 orang, disusul Korea Selatan sebanyak 460 orang.

Sementara untuk wilayah asal peserta magang kerja luar negeri, Kabupaten Tulungagung menjadi daerah dengan kontribusi terbesar, yakni 898 peserta. Disusul Kabupaten Trenggalek sebanyak 54 peserta dan Kabupaten Pacitan sebanyak 15 peserta.

Berdasarkan status sekolah, peserta berasal dari SMK swasta sebanyak 597 orang dan SMK negeri sebanyak 470 orang.

Khofifah juga memaparkan sejumlah sekolah dengan kontribusi terbesar dalam program penempatan kerja luar negeri tersebut. SMKS Sore Tulungagung menjadi penyumbang terbanyak dengan total 717 peserta, terdiri dari 517 peserta magang dan 200 alumni pekerja migran.

Selanjutnya SMK Negeri 1 Bandung Tulungagung sebanyak 259 peserta, SMKN 1 Tulungagung sebanyak 250 peserta, SMKN 2 Tulungagung sebanyak 171 peserta, serta SMKN 2 Boyolangu sebanyak 57 peserta.

Khofifah menjelaskan, program ini menjadi bukti bahwa SMK di Jawa Timur tidak hanya mencetak lulusan siap kerja di dalam negeri, tetapi juga mampu menjadi penyuplai talenta vokasi untuk pasar kerja internasional.

“Ini menunjukkan bahwa SMK di Jawa Timur tidak hanya mencetak lulusan siap kerja di dalam negeri, tetapi juga menjadi penyuplai talenta vokasi untuk pasar kerja internasional,” katanya.

Selain itu, Khofifah menyebut para murid dan alumni tersebut memiliki peluang bekerja di berbagai sektor strategis global, seperti manufaktur, perkapalan, teknologi, perhotelan, kesehatan, konstruksi, logistik, hingga sektor pertanian modern.

"Mereka berpotensi bekerja di beberapa sektor seperti manufaktur, perkapalan, teknologi, perhotelan, kesehatan, konstruksi dan logistik," ungkapnya. 

Khofifah pun mencontohkan, Jerman saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang pengelasan bawah laut, sementara Jepang membuka banyak peluang pada sektor pertanian dan industri.

Karena itu, Khofifah menekankan pentingnya penguatan kompetensi keahlian, kedisiplinan, serta kemampuan bahasa asing bagi murid SMK agar mampu bersaing di dunia kerja internasional.

"Selain bawa rezeki, bawa pulang ilmunya karena kalian pahlawan devisa serta jaga nama baik Bangsa Indonesia," pesan Khofifah.  

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur terus mendorong pendidikan vokasi yang link and match dengan kebutuhan industri global. Menurutnya, lulusan SMK Jawa Timur harus mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang memiliki daya saing internasional.

"Kita ingin generasi muda Jawa Timur tidak sekadar pencari kerja, tetapi menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas jejaring dan membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat serta bangsa Indonesia," tuturnya. 

Pada kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik yang telah mendampingi dan membimbing para murid hingga mampu menembus pasar kerja global.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan vokasi tidak lepas dari peran para guru yang terus menanamkan karakter, kompetensi, semangat kerja keras, dan daya juang kepada para murid.

"Kepala sekolah dan guru telah menyiapkan murid yang go global dengan tetap menjadi figur yang menjaga nama bangsa Indonesia di kancah global," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa kontribusi SMK swasta dalam program penempatan kerja luar negeri menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur berkembang secara kolaboratif antara sekolah negeri dan swasta.

Menurutnya, tingginya penyerapan lulusan SMK Jawa Timur di dunia kerja internasional menjadi bukti nyata kualitas pendidikan vokasi yang terus diperkuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Ini menjadi kebanggan dan pahlawan negara karena sebaran di berbagai wilayah di Jatim merata dan itu bukti nyata kualitas pendidikan yang diinisiasi Pemprov Jatim berkualitas dan bermutu," kata Aries. 

Aries menambahkan, peluang kerja global bagi lulusan SMK masih sangat terbuka lebar, terutama bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan etos kerja yang baik. Selain itu membangun koneksi bekerja sehingga peluang global terbuka bagi peserta didik SMK. 

"Kepercayaan dunia industri internasional harus dijaga dan tunjukkan lulusan SMK bisa dan hebat," pungkasnya. (hen)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi! Teja Paku Alam Masuk Pertimbangan John Herdman untuk Dipanggil ke Timnas Indonesia setelah Tampil Impresif di Persib

Resmi! Teja Paku Alam Masuk Pertimbangan John Herdman untuk Dipanggil ke Timnas Indonesia setelah Tampil Impresif di Persib

Teja Paku Alam resmi masuk pertimbangan John Herdman ke Timnas Indonesia setelah tampil impresif bersama Persib Bandung dengan catatan clean sheet terbanyak.
FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya.
LPG Mahal, KDM Ajak Warga Jabar Masak Pakai Kayu atau Gas dari Kotoran Sapi: Yang di Kota Pakai Kompor Listrik

LPG Mahal, KDM Ajak Warga Jabar Masak Pakai Kayu atau Gas dari Kotoran Sapi: Yang di Kota Pakai Kompor Listrik

Kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi yang terjadi belakangan ini memantik respons dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM ini menilai
Kepala Sekolah Berkomentar Menohok soal Lomba Cerdas Cermat MPR: SMAN 1 Sambas Terpojok

Kepala Sekolah Berkomentar Menohok soal Lomba Cerdas Cermat MPR: SMAN 1 Sambas Terpojok

Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas, Syafaruddin lontarkan komentar menohok terkait Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Menangkal Ancaman Krisis Iklim yang Kian Nyata, Puluhan Anak Muda Antusias Tanam Mangrove di Pesisir Jakarta

Menangkal Ancaman Krisis Iklim yang Kian Nyata, Puluhan Anak Muda Antusias Tanam Mangrove di Pesisir Jakarta

Selain sebagai upaya menangkal krisis iklim, penanaman mangrove bertajuk Garden of Memory: From Moscow to Jakarta ini juga menjadi simbol diplomasi hijau antara Rusia dan Indonesia.
Kapolri Paparkan Hasil Panen Raya Jagung Polri Kuartal I dan II

Kapolri Paparkan Hasil Panen Raya Jagung Polri Kuartal I dan II

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan hasil panen raya jagung Polri pada kuartal I dan II. Menurutnya, semua capaian adalah komitmen semangat untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. 

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT