Jual Mobil dengan STNK Aspal, Sindikat Pemalsuan Dokumen Kendaraan Dibekuk di Surabaya
- tvOne - zainal azkhari
Dari tangan kelima pelaku, penyidik menyita puluhan barang bukti yang sangat mencengangkan. Tak hanya kendaraan yang diperjualbelikan secara ilegal, polisi juga menemukan bengkel percetakan dokumen palsu bergerak.
Barang bukti yang diamankan antara lain 318 lembar surat pajak, 7 lembar KTP palsu, 22 lembar STNK palsu, 2 lembar SIM palsu, serta peralatan pembuatnya seperti 1 unit printer, stempel, penggaris, solatip, pensil warna, gunting, dan kertas khusus.
Selain dokumen, polisi juga menyita 4 unit sepeda motor dan 4 unit mobil yang menjadi objek perdagangan ilegal, meliputi Suzuki XL7, Mercy tahun 1995, Kijang, dan Honda CRV tahun 2002 yang menjadi titik awal pengungkapan kasus ini.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Heriyanto, membenarkan pengungkapan kasus ini. Menurutnya, sindikat ini terbukti meresahkan masyarakat karena memproduksi dan memperjualbelikan dokumen kendaraan palsu yang berbahaya jika beredar di jalan raya.
"Benar, kami telah mengamankan lima orang tersangka beserta barang bukti yang sangat lengkap. Mereka kami jerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 591 KUHP, Pasal 391 KUHP, dan atau Pasal 492 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait persekongkolan, tadah barang, pemalsuan surat, dan penipuan," tegas AKBP Edy Heriyanto saat dikonfirmasi.
Edy menjelaskan, peran masing-masing tersangka saling berkaitan membentuk mata rantai kejahatan. Ada yang bertugas menjual, ada yang memasok kendaraan bodong, ada yang menyediakan bahan, hingga ada yang bertindak sebagai pencetak dokumen palsu.
"Modusnya sangat merugikan konsumen dan melanggar hukum. Kendaraan yang dibeli masyarakat ternyata suratnya palsu, padahal nilainya mahal. Kami imbau masyarakat lebih teliti dan pastikan keaslian dokumen kendaraan di Samsat sebelum bertransaksi," tambahnya.
Saat ini, kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Surabaya. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun jaringan yang lebih luas dari sindikat pemalsuan dokumen ini. (zaz/gol)
Load more