Topang Ketahanan Pangan saat Musim Kemarau, TNI bersama Warga Sulap Lahan Mati Jadi Produktif
- tim tvone - tim tvone
Pacitan, tvOnenews.com – Musim kemarau yang identik dengan keterbatasan air justru dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Pacitan.
Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 934/Satya Buana Yudha bersama warga menyulap lahan-lahan tidur menjadi kebun produktif yang kini menghasilkan aneka tanaman, termasuk sorgum sebagai pangan alternatif pengganti padi.
Sedikitnya enam titik lahan di Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, yang sebelumnya dipenuhi semak belukar, tumpukan kayu hingga menjadi lokasi pembuangan sampah, kini berubah menjadi kawasan pertanian terpadu.
Komandan Yonif TP 934/Satya Buana Yudha, Mayor Infanteri Dian Nur Huda mengatakan pemanfaatan lahan mati tersebut merupakan bagian dari komitmen satuannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
"Di Desa Sukoharjo sudah ada enam lahan yang sebelumnya berisi tumpukan kayu dan menjadi tempat pembuangan sampah. Bersama masyarakat kami bersihkan, diratakan, lalu diolah menggunakan pupuk organik hingga siap ditanami berbagai komoditas," jelasnya.
Menurut Dian, lahan yang telah dibuka tidak hanya ditanami sayuran seperti cabai dan sawi, tetapi juga tanaman obat keluarga serta sorgum. Tanaman tersebut dipilih karena lebih tahan terhadap kondisi kering dan tidak membutuhkan banyak air sehingga cocok dikembangkan saat musim kemarau.
Selain menghasilkan bahan pangan, program tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang cara mengolah lahan kering agar tetap produktif. Warga Desa Sukoharjo, Dwi Setyawati, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam program tersebut. Menurutnya, lahan yang sebelumnya terbengkalai kini memberi manfaat nyata bagi warga.
"Dulu lahannya tidak dimanfaatkan, sekarang sudah menjadi kebun yang menghasilkan. Kami juga mendapat ilmu cara menanam yang baik. Hasil panennya bisa dimasak untuk kebutuhan keluarga, bahkan sebagian dijual sehingga menambah penghasilan," ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi. Dia menilai keberadaan Yonif TP 934/Satya Buana Yudha memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi pertahanan, tetapi juga pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.
"Keberadaan batalyon ini menjadi nilai tambah bagi Kabupaten Pacitan. Program seperti ini mampu menggerakkan masyarakat memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi sumber pangan dan sumber pendapatan," katanya.
Sementara itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Yonif TP 934/SBY, Efi Suraningsih, mengatakan hasil panen sorgum memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai gizi yang baik. Menurutnya, tanaman tersebut dapat menjadi alternatif pangan karena mudah dibudidayakan di musim kemarau.
"Sorgum tidak membutuhkan banyak air sehingga sangat cocok ditanam saat musim kemarau. Selain dikonsumsi sendiri, hasil panennya juga bisa dijual sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat," tuturnya.
Yonif TP 934/Satya Buana Yudha berencana terus memperluas pemanfaatan lahan tidur di sejumlah titik lainnya. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan melalui keterlibatan aktif masyarakat. (hen)
Load more