Warga Puncu Kediri Tolak Tambang Pasir, Khawatir Mata Air dan Pipa Air Bersih Terancam
- tim tvone - imron
Mesji (75), warga Lingkungan Yani 2, Desa Satak, mengatakan ribuan warga bergantung pada sumber air tersebut.
"Sekitar 4000 jiwa di Desa Satak bergantung pada mata air ini. Saluran air ini dibangun murni dari swadaya masyarakat, tidak pernah memakai dana renovasi pemerintah. Dulu airnya sangat melimpah dan bersih, tapi belakangan ini kalau pasokan keruh, warga harus keluar biaya beli air galon,” papar Mesji.
Ia menuturkan, warga pernah mengalami kondisi kekeringan hingga membutuhkan bantuan distribusi air bersih menggunakan tangki BPBD.
Warga berharap pemerintah dan instansi berwenang segera mengambil langkah untuk memastikan keberlangsungan sumber air serta mengevaluasi aktivitas penambangan yang mereka nilai berpotensi mengganggu lingkungan.
“Kami hanya ingin penggalian ini segera dihentikan total dan tidak dilanjutkan lagi. Biarkan sumber air ini tetap mengalir lancar agar bisa menghidupi anak, cucu, dan generasi masa depan kami,” kata Mesji.
Penolakan terhadap aktivitas tambang pasir di wilayah Puncu sebelumnya juga telah disampaikan warga melalui audiensi dengan Komisi D DPRD Jawa Timur pada 19 Januari 2026. (min/hen)
Load more