Tingkatkan Pelayanan Haji, Kemenhaj dan Fk KBIHU Jatim Gelar Sertifikasi Profesional untuk Pembimbing Haji
- Sandi Irwanto
Surabaya, tvOnenews.com - Pelayanan ibadah haji pada tahun ini dinilai bagus dan mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Hal ini tidak lepas dari peran petugas dan pembimbing haji saat pelaksanaan ibadah haji. Untuk terus meningkatkan pelayanan ibadah haji, digelar pelatihan dan sertifikasi pembimbing haji dan umroh profesional. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pembimbing haji dan umroh agar mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai.
Pelatihan dan sertifikasi
pembimbing ibadah haji yang digelar di sebuah hotel di Surabaya selama sepekan ini, diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh atau FK KBIHU Jawa Timur, bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Katim dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung.
Sertifikasi yang bersifat wajib ini diikuti 169 peserta dari seluruh perwakilan pembimbing di Indonesia. Kegiatan yang sudah memasuki tahun ke-10 ini, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pembimbing haji dan umroh, agar mereka siap menghadapi tantangan saat bertugas di Tanah Suci, pada pelaksanaan ibadah haji tahun mendatang.
"Tujuan sertifikasi haji yang pertama untuk meningkatkan kualitas dan integritas petugas haji yang amanah dan Kredibel Kedua, kedua untuk menstandarisasikan kompetensi pembimbing haji supaya mereka memberikan pelayanan yang Prima kepada jemaah haji. Dan yang ketiga, sebagai amanah undang-undang bahwa petugas haji harus memberikan layanan yang membina, melayani dan melindungi masyarakat, khususnya jemaah haji dan umroh," papar Dr H Bobby Rachman, Panitia Penyelenggara.
Ketua DPW FK KBIHU Jawa Timur, KH Habib Abu Bakar Assegaf menyebutkan, pelatihan dan sertifikasi pembimbing ini, sebagai bekal dasar bagi para pembimbing agar mereka profesional dan memahami ilmunya dalam melayani jemaah haji.
"Pelaksanaan ibadah haji ini kan terus perlu peningkatan pelayanan, untuk bisa pelayanan lebih baik kualitasnya. Jadi bisa terlayani dengan baik ini harus ada pembimbing yang mempunyai ilmu yang mumpuni. Jadi untuk bisa paham benar tentang haji alat ukurnya apa ini melayani haji," ungkap Habib Abu Bakar.
"Tentang ibadahnya alat ukurnya perjalanannya, alat ukurnya lebih, ya lebih dalam kaitan armusnah itu jadi pupuk di Arafah mabit di Muzdalifah, lempar jumroh ini ada alat ukurnya. Semua untuk bisa membimbing dengan baik ini dibekali ilmu di sertifikasi ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Prof dr Rizqon Khamami Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Jatim menambahkan, ibadah haji dan umrah tidak sekedar tentang perjalanan, tetapi berkaitan dengan memahami filosofi dan perubahan-perubahan, yang terjadi dalam setiap aspek pelaksanaannya.
“Karena itu, pembimbing haji harus terus belajar memahami regulasi terbaru, dan selalu siap menghadapi perkembangan yang ada,” tegasnya.
Salah satu peserta sertifikasi pembimbing haji dan umroh angkatan ke-10, Sukma Sahadewa menilai, pelatihan ini sangat penting sebagai bekal bagi para petugas atau pembimbing, untuk melayani jemaah haji dengan prima dan kredibel.
"Saya melihat kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini cukup penting dan sangat fundamental, berkaitan dengan pelaksanaan haji dan umroh, sehingga materi yang diberikan untuk pembimbing nantinya diharapkan bisa untuk memberikan pelayanan terbaik," ungkapnya.
Pelatihan secara berkala ini, melibatkan penilaian ketat, dengan setiap peserta harus mengikuti pre-test dan post-test, serta mempunyai standar kelulusan minimal 75 persen. (msi/far)
Load more