Jelang Muktamar NU ke-35 Puluhan Kiai dari Seluruh Indonesia Berkumpul di Ponpes Tertua di Sidoarjo
- tvOne - Khumaidi
Sidoarjo, tvOnenews.com – Puluhan kiai dari berbagai daerah seluruh Indonesia mengikuti Halaqoh Alim Ulama Pengasuh Pondok Pesantren dengan tema “Merawat Khittoh Untuk Persatuan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama" di Lembaga Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, Senin (24/8).
Acara ini bertujuan agar muktamar NU ke 35 di Jombang tanggal 27-30 Agustus 2026 berjalan aman dan damai serta mendapatkan pemimpin yang amanah.
Hadir dalam acara halaqoh tersebut KHR. Abdussalam Mujib Buduran, KH. Lukman Hafis Dirnyati Tremas, KH. Kafabihi Mahrus Lirboyo Kediri, KH. Nurul Huda Djazuli Kediri, KH. Masnur Hasan Sidoarjo, KH. Jami' Bangil, KH. R Abdul Hamid Abd Oodir Krapyak Jogja, KH. Al Akbar Marbun Medan, dan KH. Ubaidillah Sodaqoh Semarang serta KH Said Aqil Siradj hafir melalui zoom.
Hadir pula KH. M. Ali Kholil, KH. Nailurrokhman Idris Hamid, KH. Makki Nashir Bangkalan, KH. Latief Maliq Tambakberas, KH. Said Abd. Rokhim Sarang, KH. Muhammad bin Abd Abbas, KH. Abun Bunyamin, KH. Sholeh Bahaudin, KH. Zuhri Zaini, KH. Ali Maschan Musa Surabaya, KH. Ahmad Subakir Kediri dan KH. Abi Dawud Sidoarjo.
KH Ali Machsan Musa mengatakan dalam halaqoh ini telah menghasilkan 5 poin yang harus menjadi pegangan dalam Muktamar NU mendatang di Tambakberas Jombang. Pertama menegaskan posisi NU sebagai Organisasi Sosial Keagamaan harus tetap kokoh yang berkhidmat untuk umat, bangsa, dan kemaslahatan masyarakat.
Kedua, NU sebagai Himayatul Ummah wa Harokah al-Jam’iyyah NU berperan sebagai pelindung dan pengayom umat (Himayatul Ummah) sekaligus sebagai
gerakan jam’iyyah yang menjaga kesinambungan organisasi, tradisi, dan cita-cita Nahdlatul Ulama.
Ketiga menegaskan pesantren sebagai pusat tradisi keilmuan NU, pesantren harus tetap menjadi pusat tradisi keilmuan, kaderisasi ulama, pembentukan karakter, serta penjaga turats dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Keempat, kepemimpinan NU berbasis nilai spiritual dan berakar pada jamaah, kepemimpinan NU harus mengedepankan nilai-nilai spiritual, keteladanan ulama, dan akhlakul karimah, tanpa pernah meninggalkan jamaah sebagai akar rumput dan basis utama perjuangan NU.
Load more