Jelang Muktamar NU ke-35 Puluhan Kiai dari Seluruh Indonesia Berkumpul di Ponpes Tertua di Sidoarjo
- tvOne - Khumaidi
Kelima, harus mengutamakan Kaidah Dar’ul Mafasid Muqaddamun ‘ala Jalbil Mashalih. Setiap kebijakan dan langkah kepemimpinan NU harus berlandaskan prinsip dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yakni mencegah kerusakan harus didahulukan dari pada menarik kemaslahatan demi menjaga persatuan, marwah, dan keberlangsungan NU. Khittoh untuk persatuan jami’iyyah Nahdlatul Ulama.
Mantan Ketua PWNU Jatim itu juga menyoroti pentingnya kepemimpinan NU mendatang yang tidak mudah terseret kepentingan politik jangka pendek. Kepemimpinan, menurutnya, harus berorientasi pada pengabdian, kemaslahatan, serta menjaga marwah dan persatuan organisasi.
"Khittah NU merupakan perisai untuk menjaga marwah organisasi. Khittah menjadi nalar keberanian NU untuk tetap independen, mandiri, berdaulat, dan berdiri di atas semua golongan demi kemaslahatan bersama menjadi salah satu pokok pandangan dalam halaqoh," ungkap KH Ali.
Sementara KH Ahmad Kafabihi Mahrus Lirboyo juga mengingatkan agar NU tetap menjaga jarak yang sehat dengan kekuasaan. NU dapat mendukung kebijakan pemerintah apabila memberikan kemaslahatan bagi umat, namun tetap harus kritis apabila kebijakan tersebut justru berpotensi menimbulkan kerusakan.
Dalam forum tersebut, para ulama menilai NU harus tetap menjadi jangkar moral bagi masyarakat. Karena itu, organisasi dinilai perlu membentengi diri dengan moral, intelektualitas, spiritualitas, dan integritas agar tidak kehilangan arah akibat tarikan kepentingan kekuasaan maupun materi. (khu/ias)
Load more