News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, RMI NU Jawa Timur Sampaikan Harapan

Meski sempat diwarnai ketegangan di tengah pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, forum tersebut akhirnya menetapkan dua sosok yang akan memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 1 September 2026 - 13:15 WIB
Duet KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031
Sumber :
  • tim tvOne

Bojonegoro, tvOnenews.com - Meski sempat diwarnai ketegangan di tengah pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, forum tersebut akhirnya menetapkan dua sosok yang akan memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.

KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya menjabat Rais Aam PBNU. Sementara itu, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil Muktamar ke-35 NU tersebut mendapat tanggapan dari Penasihat atau Dewan Pembina Pengurus Wilayah Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PW RMI NU/RMI PWNU) Jawa Timur masa khidmat 2024-2029, Dr. KH. Tamam Syaifuddin, M.Si.

Kiai Tamam menyampaikan rasa syukur sekaligus dukungannya terhadap kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

“Kami menyatakan lega bersyukur dan bangga, karena beliau itu orang-nya sederhana santun ikhlas dermawan. Dan sebagai catatan terkaguman kami, setiap hari jum'at, saat terkadang saya ikut ngaji rutin di pesantrennya beliau Yai Miftah di Surabaya. Sesibuk apapun beliau masih sempat ngaji kitabnya dan melayani jamaahnya,” ungkap Kiai Tamam, Pembina RMI PWNU Jawa Timur sekaligus sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro.

Kiai Tamam juga menyebut telah mengenal Gus Kikin sejak lama. Gus Kikin merupakan Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan keturunan langsung dari pendiri NU, Hadratusysyaikh KH M. Hasyim Asy'ari. Dari garis ibunya, Nyai Hj. Abidah Ma'shum, Gus Kikin merupakan cucu Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH M. Hasyim Asy'ari.

Sementara dari garis ayah, nasab Gus Kikin tersambung dengan KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang.

“Kami dekat beliau karena disamping beliau dzurriyah pendiri NU. Beliau juga di kenal sebagai pengusaha muslim dan dari kalangan Nu yang handal jadi ini duet maut jooz jiiz untuk memimpin NU,” tandas Kiai Tamam.

Gus Kikin juga memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Pengalaman tersebut membuatnya dikenal memiliki perhatian terhadap aspek kemandirian ekonomi serta pengelolaan organisasi.

Kiai Tamam menilai perbedaan pandangan yang muncul selama proses Muktamar merupakan bagian dari dinamika organisasi. Setelah kepemimpinan baru ditetapkan, ia mengajak seluruh pihak untuk kembali bersatu dan fokus menjalankan agenda organisasi.

“Hiruk pikuk perbedaan pendapat dan pandangan itu wajar sebuah proses pemilihan. Namun kini telah diterpilih, Mari sekarang kita kembali Bersatu. Setelah bersaing di laga muktamar ini banyak PR yang harus segera di jalankan pleh PBNU terutama dampak ekonomi dan politik gelobal yang tidak mudah dan berdampak bagi ekonomi ummat di bawah serba sulit saat ini,” ujarnya.

Sebagai Pembina RMI PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh Ponpes Modern Al-Fatimah, Kiai Tamam berharap PBNU ke depan dapat membangun hubungan kemitraan dengan pemerintah tanpa kehilangan sikap kritis.

Menurutnya, NU tetap perlu memberikan masukan apabila terdapat kebijakan pemerintah yang dinilai kurang tepat bagi masyarakat, tanpa harus mengambil sikap berseberangan dengan pemerintah.

”Duet maut Rais Aam & Ketua Umum PBNU adalah sosok yang tepat ideal karna yang satu berlatar belakang pesantren nyel yang satunya kyai ya pengusaha top jadi urusan dunia akhirat ummat NU akan terwujud dengan baik terutama menata ekonomi keumatan beliau sudah ahlinya,” tungkasnya. (gol)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT