News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gapasdap Soroti Kapasitas Dermaga Berkurang, Operasional Kapal Turun Jadi 23 Unit per Hari

Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (DPP Gapasdap) menyoroti berkurangnya kapasitas operasional kapal akibat adanya pekerjaan peningkatan kekuatan dermaga.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 9 September 2026 - 07:55 WIB
DPP Gapasdap
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

Surabaya, tvOnenews.com -  Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (DPP Gapasdap) menyoroti berkurangnya kapasitas operasional kapal akibat adanya pekerjaan peningkatan kekuatan dermaga.

Ketua Bidang Tarif dan Usaha DPP Gapasdap, Rahmatika, mengatakan saat ini terdapat tujuh pasang dermaga yang beroperasi, yakni empat pasang di Dermaga B dan tiga pasang di Dermaga C. Sementara itu, total kapal yang tersedia mencapai sekitar 56 unit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kondisi normal, dari jumlah tersebut hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi setiap harinya. Artinya, sekitar 28 kapal lainnya harus menunggu giliran untuk beroperasi.

"Kalau kita bicara kondisi normal, dari 56 kapal yang ada, sehari-harinya hanya sekitar 28 kapal yang beroperasi. Artinya masih ada sekitar 28 kapal yang off menunggu jadwal giliran beroperasi," ujar Rahmatika.

Namun, kondisi tersebut berubah setelah adanya pekerjaan peningkatan kekuatan salah satu dermaga. Akibat berkurangnya kapasitas pelayanan, jumlah kapal yang dapat beroperasi saat ini diperkirakan hanya sekitar 23 kapal per hari.

Rahmatika menjelaskan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program PT ASDP Indonesia Ferry untuk meningkatkan kekuatan dermaga. Salah satu yang saat ini dilakukan peningkatan adalah Dermaga MP 2, dari kemampuan 35 ton menjadi 50 ton.

Peningkatan tersebut diharapkan memungkinkan dermaga digunakan untuk melayani kendaraan-kendaraan berat. Saat ini, kendaraan berat hanya dapat melalui dermaga tertentu, di antaranya Dermaga 1 dan Dermaga 4.

"Harapannya nanti dengan Dermaga 2 ini ditingkatkan kemampuannya, semakin banyak dermaga yang bisa dimuati kendaraan berat. Namun memang ketika persediaan dermaga berkurang, secara praktis kapasitas muat kita juga berkurang," jelas Rahmatika.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak terhadap jumlah kapal yang dapat beroperasi. Jika dalam kondisi normal sekitar 28 kapal dapat beroperasi setiap hari, saat ini jumlahnya turun menjadi sekitar 23 kapal.

"Ini yang mengakibatkan kapal yang menunggu semakin menumpuk. Karena dari 56 kapal yang tersedia, yang bisa beroperasi hanya sekitar 23 kapal per hari," katanya.

Rahmatika menegaskan persoalan tersebut bukan disebabkan kekurangan jumlah kapal. Sebab, dari 56 kapal yang tersedia, sebenarnya jumlah tersebut sudah sangat mencukupi untuk mendukung operasional.

"Jadi sebenarnya kita bisa memfungsikan kapal-kapal yang ada. Kapal-kapal yang ada itu sudah sangat cukup," tegasnya.

Ia menjelaskan, kapasitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah kapal, tetapi juga harus disesuaikan dengan kapasitas dermaga.

"Kalau kita bicara masalah jumlah kapal, kita bicara kapasitas itu tidak hanya kapal, tapi kapal plus dermaga. Kapalnya banyak, tapi kalau dermaganya tidak cukup, tidak akan mencapai kapasitas maksimal," terang Rahmatika.

Menurutnya, satu dermaga secara maksimal dapat melayani sekitar empat kapal. Jika jumlah kapal dipaksakan melebihi kemampuan dermaga, justru akan menimbulkan inefisiensi dan antrean.

"Kalau itu dipaksakan, yang terjadi adalah inefisiensi. Nanti akan terjadi antrean dan sebagainya, sehingga jadwal menjadi tidak terpenuhi, termasuk jumlah tripnya," imbuhnya.

Terkait target penyelesaian, Rahmatika mengatakan berdasarkan jadwal yang ada, pekerjaan peningkatan dermaga diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap hingga periode angkutan Lebaran. Selanjutnya, Dermaga MP 2 diharapkan sudah dapat difungsikan secara optimal pada periode angkutan Natal dan Tahun Baru.

Namun, Gapasdap mendorong agar pekerjaan tersebut dapat dipercepat sehingga kapasitas dermaga dapat segera kembali normal.

"Yang paling cepat menurut kami adalah penyelesaian Dermaga 2. Kami kemarin juga mendesak supaya perbaikan itu bisa dipercepat lagi, supaya Dermaga 2 segera difungsikan," ujar Rahmatika.Ia menambahkan, Gapasdap juga berharap perencanaan penutupan dermaga ke depan dapat diperbaiki agar tidak terlalu berdampak terhadap kapasitas pelayanan.

Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung yang saat ini belum dapat difungsikan juga diharapkan segera dibenahi. Menurut Rahmatika, optimalisasi akses dan fasilitas pendukung tersebut penting untuk mengurai kepadatan kendaraan.

"Harapannya fasilitas yang ada bisa segera difungsikan juga. Karena ke depan kalau ada peningkatan arus, kita sudah memiliki fasilitas dan kapasitas yang cukup untuk mengantisipasinya," katanya.

Di sisi lain, Gapasdap berharap PT SCP segera melakukan penambahan dermaga sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan volume kendaraan dan penumpang.

"PT SCP kita harapkan juga segera melakukan penambahan dermaga. Kalau tidak, kita khawatir ke depan kondisinya bisa seperti di Banyuwangi ketika terjadi peningkatan arus," pungkas Rahmatika. (zaz/gol)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Usai dua hasil positif di babak 32 dan 16 besar Tier C, Timnas Indonesia U-15 akan tampil di babak perempat final untuk memperebutkan peringkat 65-72 dunia di babak semifinal Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Nasib tragis menimpa perempuan inisial SR (22), seorang asisten rumah tangga (ART) asal Banten yang menjadi korban penyiksaan keji oleh majikannya di Malaysia. 
Conor McGregor Belum Menyerah, Pelatih Ungkap Syarat Utama untuk Comeback ke UFC

Conor McGregor Belum Menyerah, Pelatih Ungkap Syarat Utama untuk Comeback ke UFC

Pelatih Conor McGregor, John Kavanagh ungkap bahwa petarung berjuluk The Notorious itu masih memiliki keinginan untuk kembali bertarung meski sempat cedera.
Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Situasi Timur Tengah yang belum stabil mengancam agenda FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir membuka opsi negara dan lawan pengganti bagi Timnas Indonesia.
Skandal Beras SPHP di Jakarta Timur: Mentan Amran Memohon Polisi Sikat Habis Jaringan Mafia

Skandal Beras SPHP di Jakarta Timur: Mentan Amran Memohon Polisi Sikat Habis Jaringan Mafia

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memohon kepada kepolisian untuk bongkar jaringan mafia beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga tuntas. 
China Terima Permintaan Maaf Mbappe soal Mao Zedong, tetapi Tetap Beri Peringatan

China Terima Permintaan Maaf Mbappe soal Mao Zedong, tetapi Tetap Beri Peringatan

China menerima permintaan maaf Kylian Mbappe terkait kontroversi video yang memperlihatkan dirinya tertawa melihat gambar gabungan wajahnya dengan Mao Zedong.

Trending

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Situasi Timur Tengah yang belum stabil mengancam agenda FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir membuka opsi negara dan lawan pengganti bagi Timnas Indonesia.
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Pemerintah RI secara resmi menanggapi aspirasi yang disampaikan mahasiswa melalui aksi demonstrasi dengan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah pilar penting dalam demokrasi. 
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat terpuruk akibat cedera dan menjalani operasi pada kedua lututnya, sahabat Megawati Hangestri, Yeum Hye-seon, kini membawa kabar baik bagi Red Sparks.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT