43 Guru SD-SMP Bojonegoro Dilatih IoT, Dorong Pembelajaran Berbasis Teknologi
- tim tvOne
Bojonegoro, tvOnenews.com — Sebanyak 43 guru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bojonegoro mengikuti pelatihan Internet of Things (IoT) Digital 5.0 untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Pelatihan yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Kamis (24/9), diikuti 31 guru SD dan 12 guru SMP.
Materi yang diberikan tidak hanya berupa pengenalan konsep IoT, tetapi juga praktik penggunaan perangkat yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Peserta mempelajari pemrograman mikrokontroler, jaringan internet, monitoring suhu dan kelembapan menggunakan DHT11, kontrol perangkat melalui internet, dashboard dan notifikasi IoT, hingga automasi sederhana.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, M. Anwar Mukhtadlo, mengatakan penguasaan teknologi diperlukan agar guru dapat mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan digital.
"Harapannya para guru dapat mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan dunia digital dengan penerapan teknologi di kehidupan nyata," ungkapnya.
Menurut Anwar, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi dapat diterapkan di sekolah dan memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi kepada siswa.
“Kami berharap para peserta tidak berhenti pada pelatihan hari ini. Pengetahuan yang diperoleh bisa dikembangkan dan diterapkan di sekolah, sehingga anak-anak juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi,” imbuhnya.
Asisten III Administrasi Umum Setda Bojonegoro, Machmudin, menilai transformasi digital di bidang pendidikan tidak hanya membutuhkan perangkat dan akses teknologi, tetapi juga kesiapan tenaga pendidik.
“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi. Yang paling penting adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menggunakan dan mengembangkannya,” kata Machmudin.
Ia menilai IoT memiliki peluang untuk diterapkan dalam kegiatan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari. Karena itu, pemahaman guru terhadap teknologi dinilai penting agar pemanfaatannya dapat diarahkan untuk kebutuhan pembelajaran.
"IoT memberikan banyak peluang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan pendidikan. Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi para guru untuk semakin terbiasa dengan teknologi dan kemudian menularkan pengetahuan tersebut kepada peserta didik,” lanjutnya.
Machmudin juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara produktif dan aman di lingkungan sekolah.
“Pelatihan ini memiliki tujuan untuk membantu guru merancang ekosistem digital aman disekolah. Jangan takut pada teknologi dan memanfaatkan alat digital dalam pembelajaran,” imbuhnya.
Pembina Yayasan Sains dan Teknologi Bojonegoro (YSTB), Muhammad Yunus, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan teknologi robotik di sekolah dasar negeri.
“Selama ini yang ikutserta dalam perlombaan robotik kebanyakan dari sekolah swasta. Dengan kegiatan ini bersama Diknas Bojonegoro, kita harapkan anak didik dasar memiliki tambahan ilmu robotik,” tambahnya.
Salah satu peserta, Miftahul Huda dari SD Negeri Nganti, Kecamatan Ngraho, menilai pelatihan teknologi bagi guru sekolah dasar negeri menjadi langkah awal untuk mengejar perkembangan pembelajaran berbasis teknologi.
”Workshop Robotik ini pertama kali dilaksanakan untuk guru jenjang pendidikan sekolah dasar negeri. Ini adalah awal bagus, karena swasta sudah maju sepuluh tahun yang lalu. Dan ini diawali saat ini tidak terlambat dan bagus,” ujar ia yang ungkapkan menyukai IT.
Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dikembangkan sehingga guru memiliki lebih banyak kemampuan untuk menerapkan teknologi di sekolah.
Pelatihan IoT Digital 5.0 ini diselenggarakan oleh Yayasan Sains dan Teknologi Bojonegoro bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi IoT dan robotika kepada tenaga pendidik di tingkat pendidikan dasar dan menengah. (gol)
Load more