Cegah Polio, Sosialisasi Imunisasi Anak Direncanakan hingga Kecamatan di Surabaya
- tim tvOne
Surabaya, tvOnenews.com - Edukasi mengenai bahaya polio dan pentingnya imunisasi bagi anak kembali digencarkan di Surabaya. Sejumlah elemen masyarakat bersama Pemerintah Kota Surabaya dan UNICEF menggelar kegiatan dalam rangka memperingati World Polio Day 2026 di Atrium Ciputra World Surabaya.
Kegiatan tersebut membahas pentingnya imunisasi untuk mencegah polio, penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen hingga kematian. Meski kasus polio telah menurun secara global, upaya pencegahan melalui vaksinasi tetap diperlukan untuk melindungi anak-anak dari risiko penularan.
Mengusung tema Together, We End Polio, kegiatan ini menekankan perlunya keterlibatan berbagai pihak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan polio. Sejak 1988, kasus polio di dunia telah menurun lebih dari 99 persen. Namun, penyakit tersebut belum sepenuhnya diberantas.
Thomas Aquinas, Rotary National PolioPlus Committee Chair for Indonesia, mengatakan peringatan World Polio Day yang jatuh setiap 24 Oktober menjadi pengingat bahwa polio masih menjadi ancaman kesehatan.
"Setiap tahun pada 24 Oktober diperingati sebagai World Polio Day untuk mengingatkan masyarakat bahwa polio itu masih ada. Penyakit ini sangat berbahaya karena tidak hanya menyebabkan kelumpuhan, tetapi juga bisa berujung pada kematian. Padahal, polio dapat dicegah dengan vaksin. Karena itu, semua anak harus mendapatkan vaksin polio agar Indonesia benar-benar bebas dari polio," ungkap Thomas.
Selain edukasi dalam kegiatan tersebut, sosialisasi mengenai polio direncanakan menyasar masyarakat hingga tingkat kecamatan di Surabaya. Program ini akan melibatkan orang tua dan anak-anak usia taman kanak-kanak untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai risiko polio dan pentingnya imunisasi.
Sanjana Bhat, District Governor Elect Rotary International District 3420, menjelaskan rencana sosialisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran orang tua dalam melindungi anak melalui imunisasi.
"Kami merencanakan program dengan mengumpulkan orang tua dan anak-anak taman kanak-kanak dalam satu kecamatan di Surabaya untuk sosialisasi tentang polio. Kami ingin meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih memahami bahaya polio dan pentingnya imunisasi bagi anak-anak mereka," jelas Sanjana.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Atiek Tri Arini, M.Kes., turut hadir. Rangkaian kegiatan juga mencakup forum edukasi yang menghadirkan Thomas Aquinas, Arie Rukmantara selaku Chief of Field Office UNICEF wilayah Jawa, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Edukasi kesehatan turut disampaikan melalui sejumlah aktivitas yang melibatkan anak-anak dan keluarga, mulai dari lomba mewarnai untuk anak taman kanak-kanak, lomba menghias donat bagi siswa sekolah dasar, hingga edukasi kesehatan anak bersama Ciputra Hospital Surabaya.
Sanjana menegaskan bahwa upaya pemberantasan polio membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Mewujudkan Indonesia bebas polio membutuhkan komitmen bersama. Upaya ini tidak boleh berhenti pada peringatan tahunan, tetapi harus berlanjut menjadi gerakan nyata untuk melindungi generasi mendatang dari ancaman polio," tegas Sanjana. (gol)
Load more