GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Desak Pemungutan Suara Ulang (PSU),  Ratusan Warga di Raja Ampat Gelar Aksi Unjuk Rasa

Ratusan orang yang menamakan Aksi Gabungan Masyarakat Raja Ampat, Papua Barat menggelar aksi unjukrasa dengan longmarch atau berjalan kaki menuju kantor Bawaslu dan KPU setempat.
Senin, 2 Desember 2024 - 15:49 WIB
Ratusan orang yang menamakan Aksi Gabungan Masyarakat Raja Ampat, Papua Barat menggelar aksi unjukrasa dengan longmarch atau berjalan kaki menuju kantor Bawaslu dan KPU setempat.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Ratusan orang yang menamakan Aksi Gabungan Masyarakat Raja Ampat, Papua Barat menggelar aksi unjukrasa dengan longmarch atau berjalan kaki menuju kantor Bawaslu dan KPU setempat. Mereka ingin menyerukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) untuk pemilihan gubernur Papua Barat Daya. Aksi ini dilatarbelakangi oleh dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam proses pemilihan di wilayah tersebut

Aksi massa ini dilakukan dengan membawa berbagai poster dan menyerukan orasi mereka. "Kami mendesak agar PSU dilakukan di seluruh kabupaten Raja Ampat sebagai langkah untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi," seru Kifli salah satu pendemo. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, mereka juga menuntut agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bertindak tegas dalam menyelesaikan berbagai dugaan pelanggaran pilkada 2024. Bahkan ia menyampaikan ada indikasi kuat keterlibatan aparat, tim sukses, Sekda Raja Ampat maupun ASN serta pejabatnya dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam praktik politik uang. 

"Kami mendapatkan informasi bahwa beberapa ketua TPS menerima uang dari salah satu tim sukses pasangan calon tertentu. Hal ini sangat mencederai prinsip demokrasi," ungkap Kifli.

Selain itu, sejumlah masyarakat mengaku telah memiliki bukti dokumentasi yang valid untuk mendukung tuduhan ini. Mereka berharap aparat penegak hukum dan penyelenggara pemilu segera melakukan investigasi menyeluruh.

"Kami meminta agar pemilihan suara ulang dilaksanakan, khususnya di Kabupaten Raja Ampat. Pemilu kali ini harus bersih karena ini adalah provinsi baru. Pemimpin yang terpilih nantinya akan menentukan fondasi dan arah pembangunan Papua Barat Daya ke depan," tambah Kifli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi ini juga menekankan pentingnya integritas dalam pemilu pertama Papua Barat Daya. "Jika pemimpin pertama provinsi ini terpilih melalui cara-cara yang tidak jujur, bagaimana nasib Papua Barat Daya di masa depan?" ujar Kifli dengan penuh harap.

Kifli mengungkap, massa aksi meminta bukan hanya agar ada PSU di Kabupaten Raja Ampat, namun semua aparat yang terlibat dari penyelenggara Pilkada Papua Barat Daya harus diproses secara hukum yang berlaku. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Ungkap Modus Pelaku Curas Pemotor di Jakbar, Keliling Cari Target di Tempat Sepi-Ancam Pakai Sajam

Polisi Ungkap Modus Pelaku Curas Pemotor di Jakbar, Keliling Cari Target di Tempat Sepi-Ancam Pakai Sajam

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan pria berinisial T (25) yang melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat, pada Senin (4/5).
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyoroti polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang belakangan ramai diperdebatkan publik.
Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

MetaDesk: Budaya kerja kini menjadi indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah perusahaan
DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji menyoroti maraknya aksi begal dan premanisme yang terjadi di berbagai daerah sepanjang Mei 2026.

Trending

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Polisi Ungkap Modus Pelaku Curas Pemotor di Jakbar, Keliling Cari Target di Tempat Sepi-Ancam Pakai Sajam

Polisi Ungkap Modus Pelaku Curas Pemotor di Jakbar, Keliling Cari Target di Tempat Sepi-Ancam Pakai Sajam

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan pria berinisial T (25) yang melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat, pada Senin (4/5).
DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyoroti polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang belakangan ramai diperdebatkan publik.
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT