Program PHINLA Edukasi 10.000 Warga di Momentum Hari Bumi
- Istimewa
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada sistem di hilir. Perubahan harus dimulai dari hulu, yaitu dari rumah tangga dan kebiasaan sehari-hari masyarakat,” ujar Amrullah Rosadi, Managing Director Divers Clean Action.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kampanye ini menghadirkan berbagai aktivitas edukatif, mulai dari talkshow, parade kampanye Pilah Sampah Dari Rumah, hingga booth interaktif yang mengajak masyarakat belajar memilah sampah, mengenal pengolahan sampah organik melalui maggot, daur ulang plastik, serta peran Bank Sampah dalam sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Parade Kampanye Pilah Sampah Dari Rumah menjadi simbol dimulainya gerakan kolektif untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, pemilahan sampah dari rumah sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 77 Tahun 2020, dan kita sebagai warga semestinya berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak kita sebagai pewaris masa depan,” ungkap Johny Noya, Manajer Program Zonal Sambawa, WVI.
Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir di kawasan CFD dan mengunjungi booth interaktif.
“Awalnya saya pikir pilah sampah itu ribet dan menyita waktu, tapi setelah dijelasin langsung di booth, ternyata bisa dimulai dari hal sederhana di rumah. Saya semakin yakin kita sebagai masyarakat bisa disiplin memilah sampah dari rumah selama diniatkan dengan baik,” ujar salah satu pengunjung CFD.
Melalui momentum Hari Bumi, Program PHINLA menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dari rumah dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di masyarakat.(chm)
Load more