Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya
- Antara
Menurutnya, DP3AP2KB Kabupaten Bulungan sesuai tugas dan pokok fungsi melakukan sosialisasi ramah anak di satuan pendidikan dengan memberikan layanan pendampingan psikologis atau mental bagi peserta didik maupun keluarga.
Melalui sosialisasi-sosialisasi itulah upaya pencegahan pernikahan dini dilakukan. Bahkan, kata dia, setiap minggu di kawasan Car Free Day (CFD) Tebu Kayan Tanjung Selor, Puspaga memberikan layanan konsultasi.
“Lebih baik melakukan pencegahan daripada sudah terjadi itu lebih sulit penanganannya. Karena kalau untuk penanganan lebih panjang pendampingan,” katanya.
Berdasarkan data dari Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, sebut Andriana, pada tahun 2025 ada 25 anak di bawah umur yang melakukan pernikahan dini.
“Pernikahan dini dampaknya banyak sekali mulai dari pendapatan keluarga yang bermasalah, kehidupan anak pun nanti akan menjadi stunting,” ujarnya.
Stunting itu, jelasnya, tidak hanya kurang gizi atau keadaan fisik lainnya, tetapi juga dari kesiapan mental kedua orang tua dalam mengasuh anak. Terlebih jika masih di bawah umur sudah jadi orang tua.
“Makanya pencegahan pernikahan dini itu perlu kita galakkan saat ini. Termasuk soal pergaulan bebas yang bisa saja menjadi faktor pernikahan dini,” pungkasnya.(chm)
Load more